Jumat, 13 Maret 2015

Wacana Konyol Jusuf Kalla Dalam Memerintahkan Penggantian Istilah Dalam Perbankan Syariah

Baru-baru ini ada wacana atau perintah dari Wakir Presiden Jusuf Kalla

untuk mengganti seluruh istilah dalan Perbankan Syariah dari unsur

kearab-araban dan diganti dengan istilah dalam bahasa indonesia.



Kalau alasannya supaya tidak kearab-araban, mari kita usulkan untuk

mengganti semua kata arab dari khazanah bahasa Indonesia, termasuk

nama-nama. Jusuf Kalla, harus dihilangkan Jusuf-nya.

Musyawarah dan permusawaratan dalam UUD-45 dan Pancasila itu

kearab-araban, ganti jadi rembukkan kek.

Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kata adil dan adab itu dari bahasa

Arab. Ganti pake bahasa alay: "kemanusiaan yang feir dan gimanaaaa

gitu."





Dalam UUD, undang-undang, PP, Kepres, Perpres, ada kata Pasal dan

ayat. Misalnya Pasal satu ayat satu. Kedua-duanya kata Arab, ganti

pake bab dan soal. Eh, kata bab dan soal juga dari bahasa Arab.





Apa kita mufakat? Eh, jangan pakai kata mufakat, itu bahasa Arab. Anda

tidak faham ya? Jangan pula pakai kata faham, itu dari bahasa Arab.

Ganti kata-kata Arab supaya sesuai dengan kondisi masyarakat

Indonesia. Eh, kata masyarakat juga dari bahasa Arab.





Kalo ke-inggris-inggrisan tak masalah. Polisi bikin kesatuan Quick

Respond (Catat, nulisnya 'Respond'. Mestinya Response), dituliskan di

jaket polisi. Resmi. Resmi salah. Dan tidak malu.





Bank Mandiri cukup menyebalkan dengan keinggrisannya. Di cabang

pembantu saja, di tempat saya, yang nasabahnya kebanyakan orang desa,

semua plakatnya pakai bahasa inggris: 'Next Counter please',

'Financial consultant', 'security'. Tapi tak apa-apa, asal tidak

ke-arab-araban.Tapi nama para karyawannya ada yang Ahmad, Fauzan,

Zakir, Hasan, Nurhayati, Nuraini, dsb.





Bagaimana dengan Basarnas? Badan resmi negara yang pakai bahasa

gado-gado? Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas)? Tidak apa

sekonyol apa pun, asal nginggris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini