Jumat, 17 Maret 2017

Bob, Kita Wajib Menaikkan Batas Utang......!!!

century enslavement

Oleh: Canny Watae

Dalam hitungan jam ke depan, dunia kembali akan disuguhkan drama debat dalam gedung kongres Amerika dengan lakon "Bob, Kita Wajib Menaikkan Batas Utang".

Tanggal 15 Maret 2017 (atau 16 waktu Indonesia) adalah batas akhir Departemen Keuangan AS boleh meminjam duit sampai batas yang telah disetujui sebelumnya. Selanjutnya, harus ditentukan batas baru agar Pemerintahan Federal AS dapat tetap beroperasi. Bingung?

Begini.

Amerika Serikat telah terlalu banyak mengambil uang dari masa depan untuk membiayai kehidupan bernegaranya di masa kini dan masa lalu, sedemikian banyaknya sampai jumlah sebesar itu tak sanggup dibayar oleh seluruh warga Amerika walaupun semuanya merelakan gaji, upah, bonus, premi asuransi kesehatan, dan segala bentuk penghasilan lainnya dalam negara itu dalam setahun digabung untuk menutupi hutang negara. Makin bingung? Memang cukup sulit menyederhanakan persoalan hutang Amerika ke dalam sebuah model sederhana yang mudah dipahami awam.

Begini, lagi.
Kita mulai dari sebuah contoh sederhana. Seorang pemuda Amerika yang belum berpenghasilan diatur oleh negara sedemikian rupa sehingga ia bisa mendapat uang pinjaman untuk sekolah di perguruan tinggi (pinjaman siswa, student loan). Si pemuda kelak wajib mencicil ketika ia sudah berpenghasilan). Ini berarti si pemuda itu mengambil uang dari masa depan untuk membiayai sekolahnya. Pemerintah memfasilitasi uang tersebut ada di masa kini, ditarik dari masa depan. Uangnya sebenarnya belum ada, tetapi di situlah pemerintah AS berperan. Yaitu: meng"ada"kan-nya.

Anda pernah menonton film-film Hollywood yang menampilkan adegan pasien masuk rumah sakit langsung mendapat penanganan "first class" tanpa direpotkan daftar ini, daftar itu di bagian administrasi? Para dokter pun tanpa ragu menggunakan obat-obat paten tanpa meminta keluarga si pasien nebus di apotik? Itu semua karena peran pemerintah mengeluarkan regulasi penanganan kesehatan, termasuk sistem asuransi berbiaya-pemerintah di dalamnya, sedemikian rupa sehingga pasien terlayani dengan nyaman, dokter dan paramedis menerima penghasilan yang layak, dan manajemen rumah sakit tidak rugi. Bagaimana caranya pemerintah AS bisa begitu? Ya, dari ketersediaan dana. Dari mana dananya? Beberapa dekade belakangan, dari pajak saja tidak cukup. Pemerintah AS mengambil dana dari masa depan.

Anda lihat di internet rumah-rumah orang Amerika yang indah-indah, yang mungil pun tampak enak sekali dihuni, rata-rata warga Amerika membelinya dengan uang masa depan. Banyak yang sebenarnya tidak atau belum layak memperoleh rumah ditinjau dari segi penghasilan. Namun, Pemerintah mengatur (meregulasi) agar mereka bisa mendapatkan rumah. Warga Amerika dimudahkan mendapat rumah (baca: faktor resiko kredit macet ditepis jauh-jauh). Khusus kasus kepemilikan ini sudah lebih dulu "meledak" di tahun 2008 lalu yang memicu krisis keuangan Amerika dan Eropa (lalu ditahbiskan menjadi Global Economic Crisis 2008). Jutaan pemilik rumah tak sanggup bayar cicilan. Pemilik, yang oleh Pemerintah Amerika diberi status "sub-prime", bukan yang utama utama amat sehingga dapat "diperlakukan khusus". Tapi, jumlahnya buaaaaanyakkk...

Tentara Amerika berperang di Afghanistan, Iraq, men-support pembasmian ISIS, dari mana biayanya? Armada tempur laut Amerika gentayangan di semua muka samudra di bumi, dari mana biayanya? Status per saat ini adalah: dari masa depan.

Sekedar dari pajak saja jauh hari sebelum ini sudah tidak cukup untuk membiayai gaya hidup Amerika. Maka Pemerintah Federal Amerika mengambil duit dari masa depan.

Bagaimana caranya? Bagaimana bisa?
Pernahkan anda mengambil kredit di bank? Katakanlah untuk cicilan rumah atau mobil? Bank akan menerapkan proses pengecekan kelayakan. Penghasilan anda, terutama sekali, akan menjadi poin utama penilaian. Pula, apakah anda saat itu tidak sedang terkiat kewajiban cicilan lainnya. Apa jadinya jika anda ditemukan tidak layak mendapat kredit? Ya, anda ditolak. Semudah itu. Bank tidak akan bangkrut dengan tidak menyertakan anda ke dalam daftar penerima kredit mereka. Anda akan segera dilupakan, nanti pada saat anda mengajukan kredit baru anda diingat lagi. Lalu, sama seperti sebelumnya, kembali akan dilakukan cek kelayakan. Kalau tidak memenuhi syarat, ya ditolak lagi.

Beda dengan Pemerintah Federal Amerika. Agar bisa memperoleh pinjaman, Pemerintah tinggal meminta persetujuan Kongres. Kongres akan membahas permintaan itu. Berbeda dengan Bank dalam contoh di atas, yang tidak ada urusan dengan para pengaju kredit, Kongres Amerika adalah bagian dari Pemerintahan Amerika Serikat itu sendiri. Jadi, seperti meminta persetujuan pada diri sendiri saja. Mudah bagi Pemerintah Amerika memperoleh pinjaman, karena kalau Kongres sudah setuju, lembaga-lembaga dan negara-negara pemberi pinjaman dengan mudah percaya (teryakinkan). Maka, dapat-lah duitnya dan Pemerintah Amerika dapat melanjutkan pembiayaan gaya hidup Amerika.

Sampai sebatas itukah mudahnya "persoalan" Amerika? TIDAK.

Dahulu, para pemberi pinjaman (kreditor) bertepuk tangan bahagia mana kala United States of America mengambil pinjaman. Para kreditor mendapatkan tempat investasi yang super aman dan terpercaya untuk mengembangbiakkan duit mereka.

Faktanya, tahun demi tahun permintaan pinjaman Amerika naik, naik, naik, dan terus naik, terus naiiiiiik sampai akumulasi jumlahnya menyamai bahkan melebihi Produk Domestik Bruto. Kembali ke atas tadi: semua gaji, bonus, pokoknya segala bentuk penghasilan rakyat Amerika digabung blas dalam setahun TIDAK CUKUP untuk membayar utang negara.

Persoalan menjadi beranak-pinak: untuk membayar cicilan jatuh tempo Amerika butuh utang baru. Dana pajak tidak cukup.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan di Kongres bukan lagi pada topik "Bob, kita boleh ngambil utang lagi atau tidak?", tetapi menjadi: "Bob, sampai berapa duit kita bisa ngambil utang lagi?". Dalam bahasa halus, Amerika menyebutnya "Debt Ceiling". Batas Utang.

Sampai saat ini utang Pemerintah Amerika mencapai 18,1 Trilyun Dollar dan sudah nyaris sama dengan Batas Utang yang disepakati sebelumnya. Untuk menjamin Pemerintah Amerika sanggup menjalankan pemerintahannya dibutuhkan kesepakatan lagi antara Gedung Putih dengan Kongres sebesar 20 Trilyun Dollar (!).

Jadi, dunia akan kembali disuguhkan drama yang ending-nya pun nyaris sudah kita ketahui bersama: "Bob, Kita Wajib Menaikkan Batas Utang".

Apa jadinya kalau Batas di mana Amerika boleh nambah Utang tidak dinaikkan? Perekonomian dunia langsung kacau. Karena Amerika akan gagal bayar cicilan yang jatuh tempo. Amerika tidak bisa membayar gaji PNS-nya. Militer Amerika langsung kehabisan energi menghidupkan mesin perangnya. Yang membuat kacau sebenarnya bukan "hanya" itu. Tetapi: dana pensiun orang Jepang, orang Eropa, simpanan harta para bangsawan Timur Tengah, dan mayoritas investasi negara-negara sedunia ditanamkan ke sistem keuangan Amerika Serikat.

Kalau para kreditor tidak memberi pinjaman lagi pada Amerika, apa jadinya? Bunuh diri bersama, namanya.*** [Cahyono Adi]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini