Rabu, 18 Januari 2017

Perang Melawan Kelompok Teroris di Syiria dan Irak Masih Terus Berlangsung

Kampanye melawan kelompok teroris ISIS di Suriah dan Irak masih
berlangsung seru meski secara umum kelompok ini semakin terdesak.
Dikutip dari Indonesia Free Press, (18/01), ISIS berhasil merebut
sejumlah wilayah strategis di Deir Azzour Suriah dan merepotkan
pasukan Irak untuk menguasai kembali kota Mosul.

Pada tanggal 14 Januari ISIS melancarkan offensif besar-besaran
terhadap pasukan pemerintah Suriah dari arah selatan dan barat-laut
Deir Azzour dengan menggunakan kendaraan-kendaraan lapis baja yang
diisi bom berdaya ledak tinggi dan didukung dengan mortar dan
artileri.
"Teroris terlibat pertempuran sengit dengan pasukan pemerintah di
pangkalan udara Dier Ezzor dan pangkalan militer Panorama. Pada 15
Januari unit-unit ISIS menggilas pertahanan pasukan pemerintah di
wilayah antara pangkalan udara dan pangkalan militer Panorama, merebut
sejumlah tempat penting termasuk rumah sakit al-Assad," tulis laporan
tersebut.

Keberhasilan ISIS itu membuat pengepungan kelompok itu terhadap
pasukan pemerintah di pangkalan udara Deir Azzour semakin ketat.
Sehari kemudian pasukan pemerintah melancarkan serangan balik untuk
memukul mundur ISIS dan berhasil merebut kembali rumah sakit al-Assad
Hospital. Meski demikian, pertempuran masih jauh dari usai di wilayah
ini.

Laporan-laporan juga menyebutkan bahwa ISIS tengah memperkuat kekuatan
untuk merebut pangkalan Brigade Artileri ke-137.

Sementara dalam operasi militer melawan ISIS di Mosul, Irak,
dilaporkan pasukan Irak yang didukung Amerika mengalami kesulitan.
Sejumlah tank Abrams buatan Amerika yang dikerahkan pasukan Irak
dilaporkan hancur dihantam rudal anti-tank ISIS.
"Operasi militer terakhir di Mosul menunjukkan bahwa koalisi pimpinan
Amerika unggul di udara, namun operasi darat mereka tidak seperti
diharapkan," tulis Veterans Today,16 Januari, mengutip laporan majalah
Jerman Stern, tentang tank-tank buatan Amerika yang hancur di Mosul.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa tank-tank utama pasukan Irak
berbobot 60 ton itu sangat riskan menghadapi senjata-senjata
anti-tank.
"Masalah utamanya adalah tank-tank ini tidak dilengkapi dengan
peralatan pertahanan modern," tulis laporan itu seraya menyinggung
tidak adanya lapisan baja aktif pada tank tersebut yang bisa meredam
ledakan rudal lawan.

Laporan tersebut membandingkan dengan tank-tank T-90 buatan Rusia yang
dimiliki pasukan Suriah, dimana tank-tank ini dilengkapi dengan baja
aktif.[FM]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini