Selasa, 31 Januari 2017

Harlah NU 91, Habaib dan Nahdatul Ulama Tidak Bisa Dipisah-Pisahkan.

Forummuslim.org - Hari ini adalah hari ulang tahun ke sembilan puluh satu sebuah organinasi keagamaan terbesar di dunia yaitu Nahdhotul ulama, untuk mengenang dan memperingati ulang tahun tersebut kami teringat dengan nasehat dan ceramah yg disampaikan oleh Ketua Umum Jami’ah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah An-nahdhiyyah Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan ketika menyampaikan ceramah dan nasehatnya dihadapan ribuan jama’ah Nahdhiyin yang menghadiri maulid Nabi saw beberapa waktu lalu di kota batik Pekalongan.

Nasehat dan pesan tersebut tentunya berkaitan dg Organisasi Nahdhotul ulama itu sendiri dan para habaib, sebagai penggerak dan pendamping perjuangan para ulama dan kyai dari kalangan ahlussunnah dan nahdhotul ulama, khususnya di kalangan masyarakat bawah.

Betapa Akrab dan harmonisnya hubungan antara para habaib dan tokoh-tokoh nahdhtul ulama, sejak dulu hingga kini, meskipun kini ada sedikit kerenggangan hub diantara sebagian mereka, karena mungkin faktor politik, salah paham, atau oknum yg tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Diantaranya beliau mengatakan :

Pintu cinta pada Rasulullah ialah cinta pada para sahabatnya.
Pintu cinta pada Rasulullah dan para sahabatnya ialah mahabbah bi ahli baiti nabi saw (cinta keluarga Nabi).
Pintu mencintai Rasulullah, sahabatnya, dan keluarganya ialah cinta pada ulama dan aulia (para wali).Oleh sebab itu, ulama dan dzurriyah (keluarga) Nabi tidak seharusnya dipisah-pisahkan. Jika seseorang cinta pada ulama, maka dia seharusnya cinta pada keluarga Nabi. Sebaliknya, jika cinta keluarga Nabi, dia seharusnya cinta pada ulama. Maka dari itu, habaib dan Nahdatul Ulama tidak bisa dipisah-pisahkan.

Sebagaimana hubungannya dengan ulama, habaib yang telah hadir ratusan tahun di Nusantara juga tidak bisa dipisahkan dari Indonesia.

Lalu beliau menceritakan  tentang sejarah perjuangan dakwah damai habaib dan para kiai, khususnya Habib Hasyim bin Umar bin Yahya dan KH. Hasyim Asy’ari hingga berdirinya Nahdatul Ulama.

Itulah para ulama yang memberikan contoh pada kita. Kompak, rukun, luar biasa.

Dengan perjalanan panjang habib dan NU di Indonesia,
Sungguh menyayangkan adanya oknum yang ingin memecah belah kiai NU dan Habaib.

Sesama habaib dipecahbelah, dan salah satu pecahannya dibenturkan ke NU dengan tujuan agar NU membenci habaib.

Di sisi lain, mereka juga berusaha memecah belah para Kiai NU. Hingga terjadilah segregasi seperti ‘NU Aqil Siradj’ dan ‘NU Mbah Hasyim Asya’ri’.

Ada oknum yang membesar-besarkan isu kecil untuk memecah belah habaib dan para kiai.

Namun ketika ada yang menyerang maulid, oknum-oknum itu hanya diam. Padahal anti maulid,

Hal ini bukanlah masalah remeh. Selain bisa berujung pada pengingkaran nubuwah dan risalah, anti-maulid juga menggrogoti persatuan umat Islam yang berlandaskan cinta pada Nabinya. Oleh sebab itu, beliau mengajak hadirin untuk menjaga tradisi haul dan maulid Nabi hingga para wali untuk meningkatkan kecintaan dengan menggali pelajaran dari sejarah.

Sungguh banyak masalah mendasar yg menimpa umat ini, dan ia akan beres jika benar-benar cinta pada Nabinya. Kalau kita cinta pada kanjeng Nabi Muhammad saw, maka umat Islam tidak bisa dipecah-belah.

SELAMAT HARLAH Nahdlatul Ulama (NU) ke-91, 31 Januari 1926-2017. 

Semoga terus menjadi pengawal Islam Rahmatan lil 'Alamin, mengajarkan kehidupan antar umat beragama yg mengedepankan toleransi dan cinta damai. Amin.
Wallahu a'lam.

31/01/2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini