Rabu, 28 Desember 2016

Alangkah Bahagianya Bertetangga Dengan Rasulullah



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحمٰنِ الرَّحِيْمِ ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَآلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَصَحَابَتِهِ أَجمَعِيْنَ

Diceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah menyebutkan bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam melewati sebagian kota Madinah, tepatnya di pemukiman Bani Najjar. Lalu, datanglah anak-anak perempuan Anshar menemui beliau shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam sembari memukul rebana, bernyanyi, dan melantunkan senandung syair-syair pujian nan indah kepada Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam,

نَحْنُ جَوَارٍ مِنْ بَنِي النَّجَّارِ # يَا حَبَّذَا مُحَمَّدٌ مِنْ جَارِ

NAHNU JAWARIN MIN BANIN NAJJAR # YA CHABBADZA MUHAMMADUN MIN JAR

"Kami adalah anak-anak Bani Najjar # Alangkah bahagianya bertetangga dengan Nabi Muhammad Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam"

Mendengar lantunan senandung syair pujian dengan iringan tabuhan rebana yang dipersembahkan oleh anak-anak perempuan dari Bani Najjar ini, Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam lantas bersabda,

اَللّٰهُ يَعْلَمُ أَنَّ قَلْبِيْ يُحِبُّكُنَّ ، اَللّٰهُمَّ بَارِكْ فِيْهِنَّ

ALLOHU YA'LAMU ANNA QOLBI YUHIBBUKUNNA, ALLOHUMMA BARIK FIHINNA

"Allah tahu bahwa hatiku mencintai kalian. Ya Allah, berkahilah mereka".

Sungguh amat bahagianya Bani Najjar yang begitu mencintai dan merindukan kehadiran Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam. Kebahagian ini dibuktikan tak hanya sekedar melalui lantunan bait syair-syair pujian, tetapi rasa kebahagiaan mereka menjadi teramat mendalam ketika dapat hidup berdampingan bertetangga dengan sang pujaan, Sayyidina Muhammad Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam. Hidup bertetangga dengan Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam yang dicintai dan dirindui saja sudah menjadi kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri yang tiada tara, apalagi sampai Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam yang dicintai dan dirindui pun ikut mencintai mereka dan bahkan mendo'akan mereka. Inilah keadan sang pecinta dan perindu yang bisa langsung mengungkapkan raa cinta dan rindunya kepada yang dicinta dan dirindukannya.

Lalu, bagaimana keadaan para pecinta dan perindu Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam yang mana mereka belum pernah bertemu, belum pernah melihat, belum pernah terbesit gambaran rupanya, apalagi terbayangkan bisa hidup berdampingan bersama Rasul sang pujaan? Tentu akan menjadikannya semakin cinta dan rindu. Maka benarlah apa yang diungkapakan oleh Imam Hasan Al-Bashri radhiyallohu 'anhu manakala beliau mengemukakan sebuah Hadits tentang rintihan batang kurma yang tidak mau berpisah dengan Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam. Imam Hasan Al-Bashri radhiyallohu 'anhu bahkan sampai menangis di saat menjelaskan hadits tersebut seraya berkata,

"Wahai Hamba Allah, batang pohon kurma saja merintih merindukan Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam di tempatnya. Sungguh kalian mestinya lebih berhak untuk merindukan pertemuan dengan Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam".

Sudahkah kita merasakan kerinduan berjumpa dengan Rasulullah sebagaimana kerinduan sebatang pohon kurma tersebut? Atau malahan sebaliknya, tiada pernah sekalipun terbesit dalam pikiran kita ini adanya rasa cinta dan rindu yang tertuju untuk Rasulullah?. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala menjadikan kita dan keluarga kita sebaga hamba-hamba yang mencintai dan merindui Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta'ala menumbuhkan rasa kecintaan dan kerinduan dalam hati kita dan keluarga kita akan sosok insan pilihan Sayyidina Muhammad Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam sehingga terwujudlah dalam langkah kehidupan keseharian kita dan keluarga kita kehidupan yang senantiasa berlandaskan atas rasa cinta dan rindu kepada Rasulullah shollallohu 'alaihi wa alihi wa shohbihi wa salam.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اَنْصَارِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اَزْوَاجِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اَتْبَاعِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى ذُرِّيَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

سنن ابن ماجه:
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِبَعْضِ الْمَدِينَةِ فَإِذَا هُوَ بِجَوَارٍ يَضْرِبْنَ بِدُفِّهِنَّ وَيَتَغَنَّيْنَ وَيَقُلْنَ نَحْنُ جَوَارٍ مِنْ بَنِي النَّجَّارِ يَا حَبَّذَا مُحَمَّدٌ مِنْ جَارِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْلَمُ اللَّهُ إِنِّي لَأُحِبُّكُنَّ

[Elhooda.net]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini