Jumat, 02 Oktober 2015

Kepala Daker Arsyad Hidayat: 2000 Foto Korban Tragedi Mina Telah Dirilis Oleh Saudi



Forummuslim.org - Sejak terjadi tragedi Mina pada 24 September 2015

sebanyak 38 anggota jemaah haji Indonesia masih belum ditemukan

keberadaannya hingga kini.





Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Arsyad Hidayat, seusai jumpa pers

perkembangan korban peristiwa Mina, di Jeddah, Arab Saudi, mengakui

jumlah anggota jemaah yang hilang itu berkurang dibandingkan

pengumuman sebelumnya sebanyak 74 orang, seiring dengan penemuan

jenazah baru korban Mina sebanyak 32 orang.

"Korban meninggal yang baru ditemukan sebanyak 32 orang terdiri dari

31 jemaah Indonesia dan satu WNI yang mukim di Arab Saudi," katanya.



Selain itu, ada tiga anggota jemaah yang sebelumnya dilaporkan hilang,

saat ini kata dia, sudah berada di pemondokan masing-masing, yaitu:



1. Hamidah Mahmud Yusuf dari kloter 9 embarkasi Lombok (LOP 9)



2. Mustofa Sulaenan Kasibun dari kloter 34 embarkasi Surabaya (SUB 34).



3. Jessy Taher Kemur dari kloter 35 embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG35).



Arsyad berharap kedatangan tim DVI (Disaster Victim Identification)

dari Kepolisian RI ke Arab Saudi hari ini, bisa mempercepat

pengidentifikasian jemaah Indonesia yang meninggal pada peristiwa Mina

tersebut.

"Ada sekitar 2.000 foto (jenazah) yang dirilis," katanya.



Sementara masih ada 38 anggota jemaah Indonesia belum ditemukan

keberadaannya hingga kini.

"Jadi peranan tim DVI kita bekerja sama dengan tim yang sudah

dibentuk, sangat signifikan untuk membantu percepatan pencarian jemaah

Indonesia yang menjadi korban peristiwa Mina," ujarnya.



Menurut dia, pada penemuan dan pengidentifikasian 32 jenazah baru

korban Mina itu, ada 10 jenazah ditemukan melalui identifikasi dengan

sidik jari.

Sisanya, menggunakan metode identifikasi berupa pengenalan serta

penyisiran atas foto-foto yang dirilis di pemulasaran mayat di Al

Muashim, Mekkah.

"Foto yang diduga jemaah Indonesia, berwajah Melayu, kami telusuri dan

mencari kesamaannya dengan file dokumen yang ada di pemulasaran

seperti gelang, slayer, ihram, DAPIH (dokumen administrasi perjalanan

ibadah haji), gelang maktab, gelang kesehatan, kartu bus, dan kartu

hotel," katanya.



Bila dokumen pendukung tersebut tidak ditemukan, maka tim pencari dari

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan melihat langsung jenazah

yang diduga anggota jemaah Indonesia itu.

"Kalau tidak dikenali, kami minta ketua kloter, atau karom (kepala

rombongan), ketua regu, atau saudara korban untuk mengenali jenazah

tersebut," ujar Arsyad.



Pada kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan PPIH mendapat

informasi tentang tambahan anggota jemaah yang menjadi korban cedera

dalam peristiwa Mina.

"Ada tiga tambahan korban cedera yang kini dirawat di rumah sakit Arab

Saudi," katanya.

Mereka adalah Unaeni Abdul Karim Usman (JKG 33) dirawat di RS King

Khalid, Jeddah, Sofyan Haeruddin Emod Akhmad (JKS 21) dirawat di RS

Malik Abdul Aziz, Jeddah, dan Romlah Abdullah Hamid kloter JKS 61

dirawat di RS Al Nur Mekkah.



Sumber : antaranews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini