Selasa, 10 Maret 2015

Faisal Basri Sebut Premium Barang Busuk, Jadi Obyek Mafia

Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) telah merekomendasikan

pemerintah untuk segera menghapus RON 88 (premium) dengan RON 92.

Rekomendasi tersebut untuk membenahi tata kelola migas yang disinyalir

dipenuhi para mafia.





Ketua Tim RTKM Faisal Basri mengatakan, penghapusan premium dan

diganti dengan pertamax bukan merupakan hal yang sulit. Pasalnya,

harga pembeliannya hanya beda Rp200 per liter. "Harga RON 88 sama RON

92 itu tidak beda jauh, RON 92 itu cuma beda Rp200 perak lebih mahal

dari RON 88, ngapain jadinya beli Ron 88 ini barang busuk," kata

Faisal.





Menurut Faisal, dengan disparitas harga yang tidak jauh, pergantian

RON 88 ke RON 92 merupakan langkah yang baik. Oleh karenanya,

pemerintah sudah sepantasnya untuk mengeksekusi rekomendasi tersebut.

"Jadi kita beli harga yang beda Rp200 perak dengan kualitas yang lebih

baik, ini mau kita biarkan sampai dua tahun tuh, kita itu sudah

membuat kezaliman sama rakyat," tambahnya.





Faisal mengaku, praktek pembelian RON 88 yang tidak ada di pasaran itu

sudah lama merugikan Indonesia. Apalagi, bahan bakar tersebut dicampur

dengan nafta asal Indonesia. "Sedihnya lagi, RON 88 ini blanding,

naftanya 13 persen dari Indonesia diblanding di Singapura, padahal

naftanya dari Indonesia, kenapa enggak di sini. Mafia itulah. Makanya

cara membunuh mafia cepat hapus RON 88. Tapi mafianya tidak diam,

mafianya banyak alasan," pungkasnya. (fastnewsindonesia.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini