Minggu, 14 Juni 2009

Ketike Engkau Ku Jelang

Aku lihat di pelupuk matamu
ada titik bening bagai embun
menoreh di pipi
menyentuh di hati.

Di sini sekarang Engkau tiba
merebahkan dukamu di hatiku
berkeluhkesahlah
menangislah
sepuas hatimu
agar aku tahu
makna pengharapan
di hatimu.

Senja ini
biarlah menjadi warna yang kelabu
saat ku basuh dukamu karena peristiwa lama.

Jelanglah hari esok dengan keceriaan hati
cinta kita bersemi kembali.

Bogor
2 November 1996

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini