Kamis, 04 Juni 2009

Cinta Yang Berdebu

Senja itu langit kelam
pekik burung elang menyapa lengang
angin dingin berhembus perlahan
menyentuh daun-daun kering
berguguran.


Cinta oh cinta
ku bawa kemana dia di hari menjemput malam
tubuh kaku menggigil kedinginan
berbaring pasrah di akar pohon akasia
muka berdebu jalang menengadah
ke langit kelabu adakah bulan bintang
hanya pekik burung elang menyapa lengang
angin dingin berhembus makin kencang
menyentuh ranting-ranting kering
berjatuhan.


Cinta oh cinta
adakah di hati ini kehidupan
sepanjang jalan tangan menengadah
hamba menghiba mengharap
ria-sia
adakah setitik saja
ketulusan sebuah cinta
di saat hamba tak berdaya
di saat hamba tak berpunya
di saat segalanya bagai rumput
yang kering di padang gersang
mata ini makin liar
memandang ke segala penjuru cakrawala
hanya ada pekik burung elang menyapa lengang
angin dingin berhembus makin kencang
menyentuh hasrat cintaku yang makin berdebu
mati kaku.


Hanya ada burung elang
dan angin dingin yang membawaku pergi
menikmati tidur yang panjang
dan abadi...


Bogor
2 November 1996

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini