Selasa, 16 Juni 2009

Belenggu

Dua belas tahun silam ku tikam jiwa orang
ketika itu aku berteriak, merdeka !
Merdeka dari belenggu dan penjajahan.
Ternyata itu awal penderitaan
itu jiwa tak mengingkari kata jiwa
ketika darah tertumpah dan merintih kepiluan
di persada tempat dulu dilahirkan dan dibesarkan
jiwaku terbelenggu
jasadku terkurung dalam tirai besi yang kelabu.
Dua belas tahun ku mendekam dalam penjara
sepi dari tangis ibunda dan teriakan, merdeka !
dan ketika aku bebas bagai burung-burung beterbangan
seakan telah musnah selaksa kebahagiaan
tak ada orang kecuali memandang dengan sebelah mata
tak ada orang kecuali dengan bisikan penuh kecurigaan
duh..!
dua belas tahun silam
ketika itu ku bela sebuah cinta
cinta yang di injak-injak orang
ku bela kasihku yang dicampak orang
ketika itu
jiwa ragaku kupertaruhkan untuk sebuah cinta !
Kini dari pintu ke pintu
ku berharap belas kasih orang
membujuk merayu demi sesuap makanan
tapi dimana ada orang percaya
pintu terkunci maaf tertutup
jiwa terkutuk telah terlanjur terpuruk.
Dari pintu ke pintu
tak lagi ku cari belas kasihan
ku berlayar menyeberang lautan
meninggalkan kasihku yang tak lagi mengenal
meninggalkan persadaku tempat aku dilahirkan
meninggalkan tali cinta yang telah terputus
mengubur segala harapan yang telah pupus.
Selamat tinggal bahagiaku
tempat dimana aku mengenal kasih sayang
ku jemput perjalanan sendiri
karena aku tahu
hidup tak selamanya kelabu.
Bogor
9 Juli 1997
--
Created By
Muhammad Saroji





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini