Sabtu, 16 Mei 2009

Khalwat

Ada rinduku datang tiba-tiba
oh kekasihku
tapi kau tak mencintaiku lagi
mungkinkah ada kau dan aku
dalam seia sekata ?

Ku reguk secawan air kehidupan
asap dupa mengepul menyapa langit
oh kekasihku
mestinya ku sanjung dirimu sepanjang siang sepanjang malam
tapi tanpa cintamu
apa arti ?

Ku reguk lagi seribu air kehidupan
tenggorokan haus ini bagai disiram air hujan
tapi tanpa kasihmu
jiwa ini tetap gersang, bukan ?

Oh kekasihku
tiada lagi air kehidupan
hanya cangkir kosong hampa tersisa
terbias di dalamnya wajah duka nestapa.

Ini rinduku masih ada
tapi tiba-tiba menjadi dendam kebencian
cinta itu apa,
di mana kasih sayang,
yang bercinta dan berkasih sayang
kehilangan makna !

Malam telah berlalu
azan subuh mengalun menggema
Duh Tuhanku
ternyata aku terjatuh pada sebuah prasangka
di antara bias cakrawala fajar
ternyata dalam siksaMu
ku temui keagunganMu.

Jakarta
29 Oktober 1995

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini