Kamis, 14 Mei 2009

Di Persimpangan Jalan

Di persimpangan jalan ini aku berdiri
menunggu rantaumu kapan kan kembali
negeriku negerimu terbentang jarak
jauh sekali
tapi hatiku hatimu masih merekat
dekat sekali
itulah cinta
jarak dan waktu memisahkan
tapi kasih dan sayang mempersatukan
kerinduan dan pengharapan menjalin jiwa resah
menjadi kenangan indah.

Kapan cinta dan kasih dipertemukan kembali
laksana matahari senja dijemput malam sunyi
bersanding di pelaminan
bersatu di peraduan
mencurahkan kasih dan sayang
dalam bejana-bejana cinta.

Kapankah penantian ini mendapat jawab
di persimpangan jalan ini menunggu penuh harap
negeriku negerimu mengapa tak dipersatukan saja
agar jasad rindu ini
tak harus merasa dipisahkan.

Di persimpangan jalan ini
selalu ku pandangi wajah orang-orang
lelah lusuh berlalu lalang
di pojok rumah ini
juga telah ku tanam kembang mawar dan melati
berharap cintaku kan kembali
pada saat kembang mawar dan melati telah bersemi
berharap kelak kau suntingkan
seperti keindahan di malam pengantin.

Negeriku negerimu
terbentang jarak amat jauh
di persimpangan jalan ini penantianku tetap teguh
cinta ini tak kan luruh
rindu ini tak kan runtuh
menantimu kembali lagi
merajut kasih bersemi kembali.

Bekasi
14 Mei 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini