Kamis, 26 Februari 2009

Sisa


puingku
adalah sisa sisa kehancuran
kegagalan yang tampak makin membawa kegundahan hati
tak bernilai segenap bakti
tak berguna segala daya
hanya kehancuran tampak di mata
pedih
menjadi kenangan
kehancuran itu tak terlupakan.

Wahai mendung yang kelabu
mengapa tak juga mencurahkan air hujan
kau buat hati ini sendu
atau puingku itu
biarlah menjemput mautku
agar sesal itu terasa berlalu

tapi kematian dalam puing itu
tak mungkin bukan ?
Tak mungkin juga aku harus menangis meratap
biar cinta itu menjadi berhamburan
sisgku
biarlah daya yang m asih tersisa.

Oh segenap cintaku
ku nyalakan lilin di malam gelap
ku hadirkan untukmu seberkas cahaya
terbitlah warna kesucianmu
lihatlah kedua tanganku menengadah
apa yang selama ini aku dambakan
tak lain hanya kedamaian
hanyalah kedamaian
itu saja.

Pemalang 17 Desember 1990

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini