Kamis, 26 Februari 2009

Menanti


Keteguhanmu
menanti daku kan kembali
dengan sejuknya sinar rembulan
mengharap kehadiranku penghibur hati.

Dalam bisumu
aku tak tahu apa yang terjadi
hanya bulan bintang jadi saksi
kesetiaanmu terlukis abadi.

Namun dalam sesalmu
tiada di hati cela caci
hanya kepasrahan jadi bukti
betapa tersiksanya jiwa menanti

Dalam kerinduanmu
engkau alunkan bait bait puisi

Aku tahu
betapa pedihnya menjalani hidup ini...

Pekalongan 5 Januari 1990

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini