Senin, 16 Februari 2009

Banyak Dzikir Banyak Kebaikan


Oleh : Sayyidy al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz BSA
Diterjemahkan : Sayyidy al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan

Sabtu, 25-02-2006, di rumah al-Habib Thohir bin Yahya - Semarang

Sayyidy al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz memulai
ceramahnya dengan mengucap syukur pd Alloh Swt yg telah mengumpulkan
kita di perkumpulan yang mulia ini, perkumpulan yang penuh dengan rohmat
& keberkahan dari Alloh Swt, Alloh Jalajaluh telah menentukan perkumpulan
ini sebelum menciptakan alam semesta sehingga kita sekalian di malam hari
ini
berkumpul di perkumpulan yg mulia ini dengan di bawah naungan keridhoan
Alloh Swt, dengan di bawah naungan rohmat Alloh Swt, perkumpulan yang
bersambung dengan Nabi Muhammad Saw, perkumpulan di bawah naungan
dakwahnya Nabi Muhammad Saw, perkumpulan di bawah ajaran Nabi
Muhammad Saw.

Kita berkumpul di malam hari ini, berkumpul berdzikir pada Alloh Swt,
mendengarkan ilmu yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, mendengarkan
mempelajari apa-apa yang telah dibawa oleh Nabi kita Nabi Besar
Muhammad Saw, kita berkumpul di malam hari ini mendengarkan ilmu,
mendengarkan apa yang diajarkan Rosululloh tidak lain agar kita
mengamalkan mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad
Saw.

Perkumpulan kita malam hari ini tidak lain adalah karena keberkahan Nabi
Muhammad Saw, kalau bukan karena Rosululloh, kalau bukan karena Nabi
Besar Nabi Muhammad Saw kita tidak akan pernah mengenal satu sama lain
diantara kita, kalau bukan karena baginda besar Rosululloh Saw kita tidak
akan pernah hadir di majlis ini, kalau bukan karena baginda besar Rosululloh
Saw kita tidak saling mewasiatkan dengan al-haq washobar satu sama lain
ayyuhal ihwan, kalau bukan karena baginda besar Nabi besar Muhammad
Saw kita tidak akan pernah memiliki perbedaan dengan orang-orang kafir,
orang-orang yang telah ditentukan oleh Alloh untuk jauh dari Alloh Swt,
orang-orang yang dilaknat oleh Alloh Swt, akan tetapi lihatlah Alloh
Jalajaluh
menentukan kita di dalam qodlo' dan qodar-Nya dijadikan kita sebagai
orang-orang beriman di sisi Alloh Swt.

Oleh karena itulah ayyuhal ihwan kita ikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi
Muhammad, kita ikuti ilmu yang dibawa Nabi Muhammad, yang menyerukan
ajaran ini adalah Nabi Muhammad, ajaran yang datang dari Alloh Swt, bukan
dari pemikiran manusia, bukan dari orang yang sempit pemikirannya akan
tetapi ajaran ini, agama ini datang dari Alloh Swt dan ketahuilah: Kemuliaan
kita, keagungan kita, kehormatan kita adalah dengan mengikuti ilmu Nabi
Muhammad, dengan berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad Saw,
berpegang teguh pada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad, dengan
mengikuti jejak yang dibawa Nabi Muhammad Saw.

Perkumpulan kita di malam hari ini tidak lain adalah suatu pertanda dari
Alloh
Swt, pertanda bahwa Alloh menghendaki untuk kita suatu kebaikkan, ini
merupakan perkumpulan kita malam hari ini, pertanda bahwa Alloh Swt akan
mengangkat bala' dari kita sekalian, akan menyucikan hati kita, akan
menyinari hati kita dengan cahaya-Nya yang terang benderang, perkumpulan
kita di malam hari ini adalah perkumpulan yang penuh keberkahan dari Alloh
Swt, walaupun terkadang di malam hari ini kita berkumpul agak malam, akan
tetapi walaupun kita agak capek sedikit berkumpul di ini malam, akan tetapi
ingatlah nikmat yang diberikan Alloh Swt, sudah sepantasnya kita sebagai
hamba untuk berjuang di jalan Alloh Swt, untuk berkorban demi Alloh Swt.

Demi Alloh kalau bukan karena hadits, kalau bukan suatu hadits yang
diucapkan oleh Rosululloh Saw, cukup hadits yang diucapkan Rosululloh
Saw, di dalam hadits Rosululloh Saw bersabda:
"Di mana mereka orang-orang yang saling mencintai karena Aku (dikatakan
oleh Alloh)?"

Di hari kiamat kelak nanti diserukan suatu seruan yang memanggil mereka
yang saling mencintai karena Alloh Swt, yang saling menjenguk satu sama lain
karena Alloh Swt, yang saling berdzikir berkumpul berdzikir karena Alloh
Swt, mereka kelak akan di naungi oleh Alloh Swt di bawah naungan rohmat
Alloh Swt. Di hari yang menakutkan, hari kiamat, dimana Alloh Swt
mendekatkan matahari sehingga disebutkan matahari didekatkan oleh Alloh
Swt di atas kepala manusia satu mill sebagaimana disebutkan oleh Nabi
Muhammad Saw, sehingga manusia tertimpa suatu kesusahan yang begitu
dahsyat, yang begitu menakutkan, mereka di bawah terik matahari yg panas,
mereka dibanjiri oleh air keringat mereka sendiri, sehingga Nabi Muhammad
Saw menyebutkan tentang hari kiamat yang begitu dahsyat, orang-orang yg
dikumpulkan oleh Alloh Swt di hari kiamat berdesak-desakan satu sama
lainnya, diceritakan telapak kaki di atas seribu telapak kaki di bawahnya.
Sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa mereka
dibanjiri oleh keringat mereka, beberapa orang yang keringatnya sampai ke
mata kakinya, beberapa lagi yang sampai ke lututnya, beberapa lagi sampai
menutupi hidungnya.

Disebutkan di dalam hadits bahwa Nabi Muhammad ketika membawakan
hadits tersebut beliau Saw mengisyaratkan ke hidungnya, beberapa orang
sampai ditutupi oleh keringat sampai ke hidungnya, beberapa lagi sampai di
atasnya, sampai 70 hasta karena tenggelam oleh keringat. Na'udzubillah
mindzalik. Hari yang menakutkan, hari dimana Alloh Swt mengumpulkan al-
awwalin wal ahirin, dan ketahuilah di hari yg menakutkan tersebut tidak ada
yang mampu memberikan pertolongan dan syafa'at melainkan Nabi
Muhammad Saw, Nabi yang agung, Nabi yang mulia di sisi Alloh Swt.

Di dalam hadits, baginda Nabi besar Muhammad Saw, beliau Saw bersabda:
"Aku adalah orang yang pertama kali memohon syafa'at kepada Alloh Swt,
dan aku adalah orang yang pertama kali yang diterima syafa'atnya oleh Alloh
Swt."

Dan ini Nabi Muhammad Saw, lihatlah di dalam hadits ini NabiMuhammad
Saw mengajarkan agar kita menjalin hubungan dengan Nabi Muhammad
Saw, menjalin hubungan yang erat dengan Rosululloh Saw. Dahulu para
shohabat Rosulillahi Saw pernah suatu kali mereka berkumpul, berbicara satu
sama lain membahas para Nabi-Nabi Alloh, para Anbiya' Alloh yang diutus
oleh Alloh, manusia-manusia yang mulia di sisi Alloh Swt, dan inilah
perkumpulan mereka para shohabat Rosulillahi Saw, mereka berkumpul
mengingat Alloh, mereka berkumpul mengingat Nabi Muhammad, mereka
berkumpul mengingat orang-orang yang dimuliakan oleh Alloh Swt.

Lihat keadaan kaum muslimin sekarang, berbeda dengan keadaan para
shohabat Rosulillah, kaum muslimin di jaman kita (mereka) berkumpul
mengingat orang-orang yang tidak beriman kepada Alloh, menyebut nama-
nama orang yang hina di sisi Alloh Swt, sehingga betapa banyak kaum
muslimin yang terpengaruh oleh pemikiran barat, pemikiran orang-orang yg
tidak pernah sujud kepada Alloh Swt. Kewajiban kita kaum muslimin,
kewajiban kita sekalian ayyuhal ihwan adalah kita menyuburkan keimanan di
dalam hati kita, kita tingkatkan keimanan kita pada Alloh Swt, dan sungguh
kemuliaan kita, keagungan kita dengan Alloh Swt. Alloh berfirman di dalam
al-Qur'an:
"Kemuliaan, keagungan adalah milik Alloh Swt, milik Rosululloh Saw, dan
milik mereka yang beriman kepada Alloh Swt, adapun mereka orang-orang
munafiqin tidak mengetahui kalau kemuliaan adalah milik Alloh Swt."

Oleh karena itu ayyuhal ihwan, kita agungkan Alloh Swt, kita agungkan
mereka mereka orang-orang yang diagungkan oleh Alloh Swt, muliakan
orang-orang yang dimuliakan oleh Alloh Swt. Kewajiban kita mengagungkan
Alloh, mengagungkan Rosululloh, mengagungkan para shohabat Rosulillah,
mengagungkan para auliya' Alloh Swt. Disebutkan ketika pada suatu hari para
shohabat Rosulillah Saw berkumpul, mereka menyebutkan tentang
keistimewaan para Nabi-Nabi yang terdahulu. Beberapa dari mereka
mengatakan:
'Lihatlah Nabi Ibrohim yang dijadikan oleh Alloh sebagai Kholilulloh
(sebagai
kekasih Alloh Swt, sebagai orang yang dimuliakan oleh Alloh Swt)!"

Maka beberapa shohabat yang lain mengatakan:
'Tapi lihat Nabi Musa yang lebih agung yang dijadikan oleh Alloh sebagai
Kalimulloh, orang yang bicara langsung dengan Alloh Swt!"

Beberapa lagi mengatakan:
'Lihat Nabi Isa As yang dijadikan oleh Alloh sebagai Ruhulloh sebagai
Kalimatulloh Swt!"

Beberapa lagi mengatakan tentang Nabi Adam yang diciptakan oleh Alloh
Swt secara langsung. Ketika mereka sedang menyebutkan keistimewaan para
Nabi yang terdahulu, datang kepada mereka Nabi Muhammad Saw, ketika
Nabi Muhammad datang pada mereka dan mengucapkan salam kepada
mereka, Nabi Muhammad mengatakan kepada mereka,
'Wahai para shohabatku, kalian berkumpul pada saat ini menyebutkan tentang
keistimewaan para Nabi utusan-utusan Alloh Swt, kalian mengatakan bahwa
Nabi Ibrohim adalah Kholilulloh dan memang demikian Nabi Ibrohim adalah
Kholilulloh. Dan, kalian menyebutkan bahwa Nabi Musa adalah Kalimulloh
(orang yang berbicara langsung dengan Alloh, yang bermunajat langsung
dengan Alloh) dan memang demikian adanya Nabi Musa sebagai Kalimulloh.
Dan demikian pula dengan Nabi Isa, dengan Nabi Adam As adalah orang
yang mulia di sisi Alloh Swt.'

Kemudian Nabi mengatakan kepada mereka,
'Dan ketahuilah wahai para shohabatku bahwa aku adalah kekasih Alloh Swt,
aku adalah habibulloh, aku adalah kekasih Alloh Swt, dan aku orang pertama
yang memberikan syafa'at di hari kiamat nanti, dan aku adalah orang yg mulia
dari kalangan makhluq yang diciptakan Alloh Swt (aku yang mulia diantara
mereka), dan aku adalah orang yang pertama yang mengetuk pintu Surga
sehingga aku adalah Nabi pertama yang akan memasuki Surga dan
bersamaku orang-orang fuqoro' dari orang-orang mukminin (orang-orang yg
beriman kepada Alloh Swt).'

Lihatlah Nabi Muhammad Saw, bagaimana beliau mengajarkan kita agar kita
selalu menguatkan hubungan kita dengan Nabi Muhammad Saw. Alloh dan
Rosul-Nya lebih pantas kita agungkan, lebih pantas kita puaskan kalau
memang kita beriman kepada Alloh Swt.

Disebutkan oleh Sayyidina al-Habib Umar bahwa perkumpulan kita ini adalah
perkumpulan yang insya Alloh membawa keberkahan untuk kita sekalian, kita
kelak di hari kiamat akan dibangkitkan oleh Alloh Swt di hari yg menakutkan.
Mengelompokan diri daripada Alloh ke dalam Surga-Nya, dan kelompok
akan digiring oleh Alloh Swt ke dalam Neraka Na'udzubillah mindzalik. Oleh
karena itulah persiapkan diri kita untuk menghadapi hari kiamat yang
menakutkan dengan mensucikan hati kita, dengan menghidupkan syari'at Nabi
Muhammad Saw, dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Alloh Swt,
jauhkan segala larangan Alloh, jauhkan apa-apa yang diharomkan oleh Alloh
Swt. Perbuatan yang diharomkan oleh Alloh Swt seperti riba', seperti ucapan-
ucapan yang kotor yang tidak diridhoi Alloh Swt, tinggalkan hal-hal yang
dilarang oleh Alloh, melihat hal-hal yang diharomkan oleh Alloh, mata
kita...jauhkan mata kita dari maksiat yang diharomkan oleh Alloh Swt!
Agungkan perintah Alloh Swt, agungkan apa yang diperintah oleh Alloh Swt.

Dan, al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz memberikan wasiat
kepada kita sekalian agar menjadikan bagian dari al-Qur'an, kita membaca
al-Qur'an setiap harinya, jangan kita tinggalkan al-Qur'an yang diturunkan
oleh Alloh Swt. Setiap hari kita baca al-Qur'an, setiap hari kita berdzikir
kepada Alloh Swt, lihatlah Alloh Jalajaluh berfirman di dalam al-Qur'an:
"Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah selalu kepada Alloh, berdzikir
kepada Alloh dengan dzikir yang banyak."

Sebagaimana yang difirmankan oleh Alloh Swt. Pernah sekali baginda besar
Nabi Muhammad Saw ditanya oleh beberapa shohabat,
"Wahai Nabi Muhammad, mereka orang-orang yang berjihad di jalanmu,
siapa diantara mereka yang mendapatkan pahala yang paling besar dari Alloh
Swt?"

Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan,
"Mereka orang-orang yang berjihad yang paling besar mendapatkan pahala
dari Alloh Swt adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Alloh Swt."

Sehingga beberapa shohabat bertanya lagi kepada Nabi Muhammad,
"Wahai Nabi Muhammad, mereka orang-orang yang mendirikan sholat, siapa
diantara mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Alloh Swt?"

Maka Nabi Muhammad menjawab sebagaimana jawabannya yang pertama,
beliau mengatakan,
"Yang paling banyak mendapatkan pahala dari mereka adalah orang yang
paling banyak berdzikir kepada Alloh Swt."

Beberapa shohabat lagi bertanya kepada Nabi Muhammad,
"Wahai Nabi Muhammad, orang yang berzakat, siapa dari mereka yang
paling banyak mendapatkan pahala dari Alloh Swt?"

Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan,
"Adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Alloh Swt."

Shohabat bertanya lagi,
"Mereka ya Rosululloh, mereka yang bersedekah di jalan Alloh, siapa
diantara mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Alloh?"

Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan,
"Yang paling banyak mendapatkan pahala dari Alloh Swt adalah mereka
orang-orang yang paling banyak berdzikir kepada Alloh Swt."

Ketika mendengar perkataan tersebut, Sayyidina Abubakar, Sayyidina Umar
mengatakan kepada Nabi Muhamamad,
"Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Alloh, mereka kelak
memperoleh seluruh kebaikan dunia dan akhirat!"

Maka Nabi Muhammad mengatakan kepada para shohabat-nya,
"Memang demikian, mereka orang-orang yang banyak berdzikir kepada
Alloh, mereka telah memperoleh seluruh kebaikan dunia dan akhirat."
Sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Al-Habib Abdulloh bin Husein bin Thohir, beliau menyebutkan di dalam
beberapa perkataannya beliau memberikan kabar gembira kepada orang-
orang yang banyak berdzikir kepada Alloh Swt, bahwa bagi mereka
keamanan dan keselamatan di dunia dan akhirat dari Alloh Swt. Bahkan
disebutkan di dalam hadits Nabi Muhammad Saw bahwa petir tidak akan
menyambar orang-orang yang berdzikir kepada Alloh Swt. Di dalam hadits
yang lain, disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa seseorang hamba
tidak mengerjakan suatu amalan yang mampu menyelamatkannya dari siksa
api Neraka yang lebih ampuh daripada dzikir kepada Alloh Swt. Ketika
beberapa shohabat datang kepada Nabi Muhammad Saw, beberapa
shohabat mengadu,
"Ya Rosululloh, syari'at Islam banyak amalannya, aku bingung bagian mana
yang harus aku dahulukan? Maka berikan wasiat padaku suatu amalan ya
Rosululloh yang aku pegang dengan teguh."

Maka Nabi Muhammad Saw memberikan kepadanya wasiat agar dia
banyak berdzikir kepada Alloh Swt.

Disebutkan lagi, seorang anak dari kalangan shohabat Rosulillah ditawan oleh
orang-orang kafir, maka ayah dan ibu dari anak tersebut mengadu kepada
Nabi Muhammad Saw, mengadu bahwa anaknya ditawan oleh orang-orang
kafir, maka Nabi Muhamamd Saw memberikan wasiat kepada ayah dan ibu
dari anak tersebut agar banyak berdzikir kepada Alloh Swt. Dan Nabi
Muhammad memberikan suatu dzikir yang berbunyi "Lahawla walaquwata
illabillah" agar kedua orang tua tersebut memperbanyak membaca dzikir
"Lahawla walaquwata illabillah", maka sang ayah dan sang ibu membaca
"Lahawla walaquwata illabillah" dzikir yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad,
setiap waktunya dibaca dzikir tersebut.

Dan Alloh Swt, ketika anak tersebut sedang ditawan kebetulan para penjaga
yang mengawasi anak tersebut sedang ketiduran, maka sang anak ini berhasil
menyelamatkan dirinya berkat pertolongan dari Alloh Swt, keluar dari
penjara! Sehingga dia mendapati orang-orang yang menjaga penjara sedang
tertidur maka anak ini kabur, dan di luar melihat onta-onta orang-orang
kafir,
onta yang dimiliki orang-orang kafir, maka dirampaslah onta-onta tersebut
dan dibawa ke kota Madinah. Ketika sampai sang anak, setelah
menyelamatkan dirinya dari tawanan orang-orang kafir dengan membawa
harta rampasan dari orang-orang kafir, langsung datang ke rumah ayah dan
ibunya. Didapati ayah ibunya sedang memperbanyak dzikir
membaca "Lahawla walaquwata illabillah" yang dianjurkan oleh Nabi
Muhammad Saw, maka sang anak ini mengetuk pintu rumah orang tuanya.
Ketika dibuka, orang tuanya sangat berbahagia melihat anaknya telah
diselamatkan oleh Alloh Swt dengan berkat dzikir yang dianjurkan oleh Nabi
Muhammad Saw.

Oleh karena itulah ayyuhal ihwan, kita perbanyak dzikir kepada Alloh Swt,
berdzikir dengan hati yang hadir, dengan kekhusyukan di dalam hati kita,
sehingga disebutkan beberapa orang wanita datang kepada seorang wali min
auliya' illah di kota Baghdad, kebetulan wanita ini memohon-mohon kepada
wali tersebut agar dituliskan kepadanya, kebetulan salah seorang keluarganya
sedang sakit maka ini wanita datang wali min auliya' illah itu agar
dituliskan
suatu dzikir yang dicelupkan ke dalam air untuk diminum oleh anaknya atau
keluarganya yang sedang sakit. Maka sang wali ini meminta kepada sang
wanita tersebut untuk gelas untuk dituliskan di dalam gelas tersebut
dzikrulloh
Swt yang nanti akan dituangkan air ke dalamnya untuk diminum oleh
keluarganya yang sedang sakit. Baru diambil itu gelas, dan ini syeikh ini
wali
baru memulai menulis nama Alloh, tiba-tiba gelas tersebut pecah karena tidak
kuat menanggung nama Alloh Swt. Ini wali menulis dengan hati yang hadir,
dengan kekhusyukan di dalam hatinya, baru menulis "La illaha illalloh" di
dalam gelas, itu gelas langsung itu pecah, maka ini wali mengatakan kepada
wanita itu,
"Coba bawakan gelas yang lain untuk aku tulis nama Alloh didalamnya!"

Dibawakan gelas yang lain, baru mulai menulis itu gelas pecah lagi, dan
begitu
seterusnya beberapa kali dibawakan gelas dan setiap kali ingin ditulis nama
Alloh itu gelas langsung pecah, maka sang wali ini mengatakan kepada wanita
itu,
"Lebih baik engkau wahai wanita pergi kepada orang sholeh yang lain dan
mohon do'a kepadanya, karena hatiku ini selalu hadir kepada Alloh Swt,
apabila aku berdzikir kepada Alloh, hatiku khusyuk kepada Alloh sehingga
setiap kali aku menulis ini gelas akan pecah dan apabila engkau membawakan
aku gelas yang ada di seluruh kota Baghdad, semuanya akan pecah tidak
akan mampu menahan nama Alloh yang aku akan tuliskan ke dalam gelas
tersebut."
Lihatlah bagaimana orang-orang sebelum kita, ketika mereka berdzikir pada
Alloh Swt, dan beginilah sepantasnyalah kita berdzikir kepada Alloh Swt.

Al-Habib Abdulloh bin Alwi al-Haddad, Al-Imam al-Quthb Sayyidina al-
Habib Abdulloh al-Haddad, beliau ketika berdzikir kepada Alloh, beliau
berdzikir dalam keadaan khusyuk, bahkan di tiap keadaannya beliau selalu
dalam keadaan ingat kepada Alloh Swt, dalam keadaan khusyuk sehingga
disebutkan ketika beliau akan sholat, beliau selalu memberikan wasiat para
sahabatnya agar apabila beliau pergi sholat agar tidak seorangpun berbicara
dengannya. Mengapa? Karena ketika beliau akan pergi ke Mushola untuk
sholat, beliau sedang mengumpulkan hatinya untuk mengingat kepada Alloh
Swt, mengkonsentrasikan hati dan pikirannya untuk mengingat kepada Alloh
Swt. Disebutkan bahwa al-Habib Abdulloh al-Haddad pernah sekali ketika
ingin sholat di suatu Mushola atau di suatu Masjid, ketika beliau
mengucapkan
takbirotul ihrom, tembok yang ada di depannya langsung terbelah karena
wibawa nama Alloh Swt yang diucapkan al-Habib Abdulloh bin Alwi al
Haddad. Dan inilah para auliya' Alloh, orang-orang yang sebelum kita ketika
mereka berdzikir kepada Alloh Swt.

Dan al-Habib Umar di akhir ceramahnya, beliau memberikan do'a kepada
kita sekalian, beliau berdo'a dengan do'a yang insya Alloh dikabulkan oleh
Alloh Swt. Beliau menyebutkan ketika beliau berdo'a, beliau mengatakan
apabila salah seorang dari kita, bahkan apabila seseroang dari ujung bumi
dia
berjalan merangkak untuk menghadiri do'a yang dibaca ini maka memang
sudah sepantasnya dia berjalan merangkak walaupun dari ujung dunia karena
insya Alloh do'a kita dikabulkan oleh Alloh Swt, dan al-Habib Umar
mendo'akan kepada kita sekalian agar majlis kita ini diberikan keberkahan
oleh Alloh Swt, dan dijadikan majlis kita ini majlis yang bersambung dengan
Nabi Muhammad Saw, do'a yang bersambung dengan do'a Nabi
Muhammad, majlis yang bersambung dengan majlis Nabi Muhammad Saw.

Ini sedikit yang bisa saya (*) terjemahkan dari apa yang saya (*) fahami
dari
ceramahnya Sayyidina al-Habib Umar, mudah-mudahan apa yg kita dengar
membawa manfaat untuk kita sekalian, wassholollohu ala sayyidina
Muhammadin, wa ala alihi washohbihi wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini