Minggu, 19 Maret 2017

Iran akan Bangun Pangkalan Laut di Suriah

Militer Iran - File begae.co.kr
Forum Muslim - Iran dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan pemerintah Suriah untuk membangun pangkalan laut di negara yang telah dibantunya selama perang sipil ini. Demikian seperti laporan situs Breibart.com, 12 Maret.

Mengutip laporan situs berita berbahasa yahudi, Walla pada hari JUmat (10 Meret), laporan itu menyebutkan bahwa Iran dan Suriah telah hampir sepakat bagi pembangunan pangkalan laut Iran di Latakia, barat-laut Suriah. Disebutkan bahwa informasi tersebut diperoleh dari keterangan pejabat inteligen Israel.

"Pangkalan laut aitu akan menjadi pembayaran atas dukungan Iran terhadap regim al Assad selama perang sipil yang berlangsung selama 6 tahaun," kata pejabat Israel tersebut sebagaimana ditulis dalam laporan media.


Menurut laporan, keberadaan pangkalan militer Iran di Suriah dianggap sebagai ancaman serius bagi Israel dan merupakan langkah radikal yang akan meningkatkan ketegangan di kawasan.

"Langkah itu juga akan meningkatkan ancaman bagi Israel karena akan memperkuat kelompok Hezbollah yang didukung Israel," tulis laporan itu.

Pada hari Kamis, PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan telah menyinggung rencana Iran ini saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moscow.

“Saya telah berbicara dengan Presiden Putin secara panjang lebar tentang dampak strategis kehadiran pangkalan permanen Iran di Syria, atau usaha Iran untuk melakukan hal itu,” kata Netanyahu kepada wartawan usai bertemu Putin.

Menurut Netanyahu keberadaan pangkalan militer Iran bertentangan dengan kepentingan semua negara kecuali Iran.

“Saya katakan bahwa hal ini akan merusak stabilitas, dan sebenarnya mengganggu kemungkinan penyelesaian diplomatik untuk Suriah. Saya tegaskan bahwa hal ini tidak bisa diterima oleh Israel,” tambah Netanyahu seraya menyebutkan bahwa Putin akan setuju dengan pandangannya.

“Saya katakan dengan jelas kepada Presiden Putin penolakan tegas kami atas konsolidasi kekuatan Iran dan proksinya di Suriah,” kata Netanyahu.[Indonesian Free Pres]

Suriah Tembak Jatuh Jet Israel

Forum Muslim - Suriah mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur Israel yang memasuki wilayah Suriah dan menyerang pasukan Suriah di Palmyra.

Seperti dilaporkan Veterans Today kemarin (17 Maret), insiden tersebut terjadi hari Jumat (17 Maret). Sebuah pesawat Israel lainnya mengalami kerusakan karena tembakan rudal S-200 Suriah, sementara dua pesawat lainnya lagi berhasil melarikan diri ke Israel tanpa mengalami kerusakan.

Pesawat yang Israel tersebut jatuh di wilayah yang diduduki Israel. Sedangkan reruntuhan rudal Suriah jatuh di wilayah Yordania. Demikian laporan tersebut menyebutkan.

"Pada Jumat pagi komando militer Suriah mengeluarkan pernyataan bahwa pasukan pertahanan udaranya telah menembak jatuh sebuah pesawat Israel dan merusak pesawat lainnya setelah empat pesawat Israel memasuki wilayah suriah dan menyerang pasukan pemerintah di dekat Palmyra. Israel membantah keterangan tersebut. Para pejabat militer Suriah dan para pengamat mengatakan kepada Sputnik bahwa insiden ini memberikan peringatan penting bagi Israel," tulis Veterans Today mengutip laporan Sputnik News.


Laporan itu menyebutkan bahwa pesawat-pesawat Israel tersebut adalah jenis pesawat pembom-tempur F-16. Sebelumnya pada hari yang sama militer Israel mengatakan kepada Sputnik bahwa pesawat-pesawatnya menjadi sasaran rudal-rudal Suriah dalam misi penyerangan di wilayah Suriah, namun mengklaim tidak ada satupun pesawatnya yang mengalami kerusakan atau jatuh.

Media-media Israel menyebut rudal Suriah tersebut adalah rudal anti-pesawat jarak jauh S-200 yang telah mengalami modernisasi. Namun laporan itu masih simpang siur dengan sejumlah media Israel menyebut pesawat-pesawat Israel menyerang konvoi militer Hizbollah di dekat perbatasan, Suriah menembakkan rudal-rudalnya dan Israel menjatuhkan rudla-rudal itu dengan sistem pertahanan udara 'Arrow-3'. Pada hari Jumat, militer Yordania juga mengkonfirmasi ditemukannya serpihan-serpihan rudal yang ditembakkan Suriah tersebut. Militer.

Para analis mengatakan bahwa sangat sulit untuk mengkonfirmasi kebenaran klaim Suriah tersebut karena Israel pasti akan membantahnya. Namun beberapa pakar dan pejabat militer Suriah, seperti Mayjend Muhammad Abbas, Kolonel Samir Suleiman, Kolonel Mohammed Isa membenarkan hal itu. Mereka juga menegaskan bahwa insiden itu kembali membuktikan dukungan Israel terhadap ISIS yang berada di Palmyra. Serangan itu juga membuktikan bahwa para pejuang Hizobollah yang diburu Israel juga bertempur di wilayah ini.

Sementara itu media Israel Times of Israel menyebutkan bahwa, meski serangan rudal Suriah tersebut mengkhawatirkan Israel, keberadaan sejumlah pabrik senjata Iran di Suriah dan Lebanon yang mampu memproduksi rudal-rudal canggih.

"Masalah yang jauh lebih besar bagi Israel muncul berdasar sebuah laporan minggu ini di media Kuwait 'al-Jarida' bahwa Iran telah membangun pabrik-pabrik roket di Suriah dan Lebanon yang mampu memproduksis rudal-rudal jarak jauh," tulis laporan itu.

Menurut laporan al-Jarida pabrik-pabrik senjata itu dibuat di dalam tanah dan dioperasikan oleh para ahli militer Iran dan ahli-ahli militer Hizbollah yang dilatih di Iran. Tujuan utama pabrik-pabrik ini adalah membuat rudal-rudal dan roket canggih untuk menyerang Israel.

"Laporan pabrik-pabrik rudal ini berkaitan juga dengan keinginan Iran untuk membangun pangkalan laut di Suriah, yang akan memungkinkan Iran mendapat jaminan atas kepentingannya di Suriah," tambah Times of Israel.[Indonesian Free Press]

Amerika Membantah Bom Masjid di Suriah, Tapi Bukti-Bukti Berkata Lain

Masjid dibom di Desa Al-Jina - File Trbimg.com
Forum Muslim - Amerika sepertinya akan mengulangi dosanya membomi warga sipil tak berdosa, membantah pada awalnya namun akhirnya mengakuinya.

Dalam kasus pemboman masjid di Desa Al-Jina di utara Suriah, Kamis (16 Maret), Amerika telah membantahnya. Namun bukti-bukti menunjukkan sebaliknya. Sebagaimana pemboman rumah sakit di Kunduz, Afghanistan tahun 2015 lalu, Amerika awalnya membantah sebagai pelakunya. Namun setelah bukti-bukti menunjukkan sebaliknya, Amerika pun mengakuinya.

"Area telah diawasi dengan ketat sebelum dilakukannya serangan demi mengurangi korban sipil. Kami tidak pernah dengan sengaja menargetkan masjid," kata Jubir Kemenhan Amerika Captain Jeff Davis seraya menunjukkan sebuah bangunan utuh yang diklaimnya sebagai masjid yang masih berdiri utuh di antara bangunan lainnya yang runtuh.


Davis mengklaim puluhan anggota kelompok teroris Al Qaida tewas dalam pemboman tersebut. Namun bagi para aktifis dan warga setempat, foto tersebut mengatakan hal yang lain.

"Para aktifis dan warga mengatakan bangunan yang menjadi target sasaran adalah bagian dari kompleks masjid, dan bangunan yang hancur itu adalah tempat dimana 300 orang tengah beribadah saat bom-bom menghancurkannya," tulis situs The Intercept Unofficial Sources, Sabtu (18 Maret).

Sebanyak 42 orang warga sipil tewas dalam pemboman itu, kata para aktifis dan warga yang memberikan pertolongan dan melakukan pencarian korban, termasuk kelompok White Helmets.

Menurut pejabat Dephan Amerika yang tidak disebutkan namanya kepada media ternama Amerika Washington Post, dua drone bersenjata 'Reaper' menembakkan seluruh rudal-rudal Hellfire yang dibawanya dan dilanjutkan dengan menjatuhkan bom seberat 200 kg lebih.

Sementara itu kelompok aktifis Airwars mengatakan berdasarkan penuturan warga bahwa bangunan yang diserang merupakan perluasan dari kompleks masjid yang menyatu dengan sekolah agama (madrasah), yang dikembangkan beberapa tahun yang lalu. Warga mengklaim jamaah yang menjadi korban tidak berhubungan dengan kelompok politik atau kelompok bersenjata manapun.

Adapun kelompok The Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris dan terkenal sebagai pengamat konflik Suriah, menyebutkan serangan tersebut sebagai 'pembantaian yang terjadi di antara kota Idlib dan Aleppo'.

Rusia melalui Jubir Kemenhannya, Mayjend Igor Konashenkov, pada hari Jumat mendesak Amerika untuk mengklarifikasi foto-foto yang beredar di berbagai media yang menunjukkan pecahan-pecahan rudal 'Hellfire' di lokasi serangan.

"Foto yang menunjukkan pecahan rudal AGM-114 Hellfire telah muncul. Hal ini tidak bisa membuat koalisi pimpinan Amerika diam membisu," kata Konashenkov.

"Saya rasa kita perlu menuntut komentar dari Amerika dengan segera," tambahnya. [Indonesian Free Press]

Kisah Imam Syafi'i dan Imam Malik







Forum Muslim - Salah seorang murid imam Syafi`i; ar-Rabii`, bercerita: Pada satu hari, imam Syafi`i pernah duduk di hadapan imam Malik, lalu datanglah seorang lelaki menghadap imam Malik, seraya bercerita:
"Wahai Abu Abdullah (imam Malik), saya ini penjual burung merpati bersuara merdu (Qumriy). Dan hari ini saya berhasil menjual seekor merpati, lalu pembelinya datang lagi sambil melaporkan, bahwa merpatinya hanya diam saja; tidak berkicau. Kemudian kami bertengkar hingga akhirnya saya bersumpah, bahwa merpati yang saya jual ini tidak pernah berhenti berkicau. Jika itu tidak benar, maka berarti istri saya telah tertalak (cerai)".
Lalu, imam Malik menjawab:
"Kalau begitu, maka berarti istrimu sudah tertalak".
Setelah mendengar fatwa itu, lelaki tersebut beranjak pergi dengan penuh kesedihan. Lalu, imam Syafi`i yang saat itu masih berumur 14 tahun, berdiri menyusul lelaki tersebut dan bertanya kepadanya:
"Burung merpatimu itu lebih sering berkicau, atau sering tidak berkicau (diam)?".
Lelaki itu pun menjawab:
"Merpatiku itu lebih sering berkicau".
Imam Syafi`i lalu berkata padanya:
"Kalau begitu, teruskanlah. Sebab, istrimu dinilai belum tertalak".
Setelah itu, imam Syafi`i kembali duduk di majelis imam Malik. Dan ternyata lelaki yang bertanya tadi juga kembali menemui imam Malik, seraya melapor kepadanya:
"Wahai Abu Abdullah, mohon pikirkan sekali lagi persoalan saya tadi, agar engkau mendapatkan pahala atas jawabannya!".
Imam Malik menjawab:
"Jawabannya ya seperti yang sudah saya sampaikan".
Lelaki itu berkata:
"Masalahnya, tadi ada orang di majelismu mengatakan bahwa talak saya dinilai belum jatuh".
Lalu, imam Malik bertanya:
"Siapa orangnya?".
Lelaki itupun berkata sambil menunjuk imam Syafi`i:
"Orangnya ya anak muda ini!".
Mengetahui hal itu, akhirnya membuat imam Malik marah kepada imam Syafi`i, dan berkata kepadanya:
"Apa yang menjadi argumentasimu?".
Imam Syafi`i pun menjawab:
"Karena tadi saya sudah bertanya pada lelaki itu; apakah merpatinya lebih sering berkicau, atau lebih sering diam tidak berkicau, lalu dia memberitahukan bahwa merpatinya lebih sering berkicau".
Lalu, imam Malik menyanggah:
"Argumentasimu ini justru lebih jelek dari argumentasi saya. Apa pengaruhnya sering berkicau atau tidak berkicau dalam persoalan ini?!".
Imam Syafi`i menjawab:
"Itu dikarenakan anda pernah menyampaikan pada saya, sebuah hadis dengan jalur sanad Abdullah bin Yazid, Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Fatimah binti Qais, yang menceritakan bahwa dirinya pernah mendatangi Nabi Muhammad -Shallallaahu`alaihiwasallam-, lantas bercerita bahwa dirinya dilamar oleh dua orang; Abu Jahm dan Mu`awiyah. Kira-kira, siapa yang harus beliau pilih. Nabi pun menjawab:
أما معاوية فصعلوك، وأما أبو جهم فرجل لا يضع عصاه عن عاتقه
[Mu`wiyah itu orang miskin, sedangkan Abu Jahm itu selalu meletakkan tongkat di atas bahunya]
Nah, Rasulullah -Shallallaahu`alaihiwasallam- mengatakan Abu Jahm seperti itu, sementara beliau pasti sudah tahu bahwa Abu Jahm itu juga makan, minum dan beristirahat.
Dari sinilah kita mengetahui, bahwa yang dimaksudkan adalah kebiasaan Abu Jahm yang sering meletakkan tongkat di atas bahunya, bukan berarti beliau melakukan itu setiap saat tanpa pengecualian".
Imam Syafi`i melanjutkan:
"Jadi, seperti itu jugalah dalam kasus ini. Saya memahami maksud ucapan lelaki tadi itu (tidak berhenti berkicau) adalah kebiasaan dari merpatinya, bukan berarti setiap saat berkicau".
Ar-Rabii` bercerita, setelah mendengarkan penjelasan imam Syafi`i tersebut, imam Malik menjadi kagum, dan tidak lagi mencela pendapatnya.
NB:
Hapalan hadis ternyata belum cukup, bila itu tidak diiringi dengan penguasaan bahasa yang mendalam, dan nalar yang tajam.
[Dikutip dari Manaaqib al-Imam as-Syafi`i, karya imam Fakhruddin ar-Raazy -  Alfitri].

Kontroversi Terusan Kra di Thailand

Terusan Kra - File Keyword-suggestions.com
Forum Muslim - Apa persiapan INDONESIA menghadapi Masalah ini? Atau cukupkah kita dengan NETRAL saja krn itu Bukan Urusan kami... Cukupkah dengan MELAMBAI sbg tanda persahabatan? Mirip para BANCI LGBT? Melambai bukan tanda Persahabatan TONK, Melambai tanda kita Menyerah...padahal kita belum berbuat sesuatu...
Ini masalah SERIUS bagi masa depan BANGSA INDONESIA...dgn TIDAK BERBUAT APA2 = NETRAL memang mampu memyelamatkan KELUARGAMU TAPI BAGAIMANA dengan Kita? Anak2 Kami dan Orang tua kami...juga BANGSA KITA
Itu sebabnya KAMI BUTUH PRIA utk BERSIKAP
Indonesia di bunuh Thailand tahun 2025
----------------------------------------------------------
Tahukah kalian klo sekarang sedang berlangsung proyek raksasa yg di thailand sana yg akan membunuh indonesia dan proyek ini sudah di mulai tahun 2015 kmrn dan akan selesai tahun 2025 nanti.
Proyek raksasa ini bernama Canal Kra (terusan Kra), terusan ini akan sepanjang 120 Km dan selebar 500 meter, dan akan memotong jalur laut dari laut china selatan menuju samudera hindia.
Terusan Kra ini akan membunuh ekonomi 3 negara yaitu Indonesia, Singapura, dan Malaysia yg selama ini di kenal sebagai negara yg menguasai selat malaka yg merupakan jalur lalulintas utama kapal dari samudera hindia ke samudera pasifik
Hal ini terjadi karena terusan Kra ini akan menjadi jalan pintas, sehingga banyak kapal tidak akan lagi lewat selat malaka dan hasilnya bisa di pastikan berimbas kepada pemasukan 3 negara penguasa selat malaka.
Sebagai perbandingan hari ini hampir 80.000 kapal cargo melewati selat malaka atau sekitar 220 kapal perhari yg tiap kapalnya memerlukan biaya sekitar 300.000 dollar atau 4 milyar rupiah sekali melintas jadi klo terusan Kra jadi maka bisa di bayangkan berapa besar kerugian 3 negara tersebut terutama indonesia dan sialnya kerugian 3 negara ini justru akan dikonversi menjadi keuntungan bagi Thailand yg menguasai terusan Kra tersebut. Bahkan menurut skenario terburuknya indonesia yg akan menderita kerugian terburuk klo sampai selat malaka tutup kita akan merugi sekitar 11 milyar dollar pertahun atau 143 triliun pertahun.
Terusan Kra ini sendiri pasti akan sangat ramai dan diminati para pengusaha cargo dan kapal tangker, selain karena bisa memperpendek jarak yang hanya 1.200 mil laut ketimbang memutari selat malaka, ditambah di selat malaka juga memiliki resiko yg jauh lebih besar karena di daerah ini sering nongkrong para perompak selat malaka yg sudah terkenal selama berabad2 menyatroni perairan ini, dan hal ini di perburuk sekarang gerombolan teroris macam Abu sayyaf juga sering menculik dan menjarah kapal2 di daerah selat malaka ini. dan semua hal ini semakin lengkap dengan tingkat korupsi dan birokrasi yg sangat kacau di selat malaka ini karena melibatkan birokrasi di 3 negara sekaligus dan semua hal konyol ini di tutup dengan kemampuan armada laut 3 negara (malaysia, indonesia, dan singapura) yg masih memiliki banyak keterbatasan yg hal ini tidak akan di temui di terusan Kra karena di terusan ini nantinya China akan menempatkan pangkalan besarnya bila perebutan Laut china selatan dimenangkan oleh China, (untuk masalah ini Thailand jauh hari sudah menggandeng china bahkan pemerintah Thailand sudah membagi pengelolaan terusan Kra ini dengan china).
Jadi bisa di pastikan saat terusan Kra nanti di buka tahun 2025 semua jalur pelayaran akan melewati jalur itu saja ketimbang melewati selat malaka yg tidak lagi menguntungkan. dan hal ini pasti mematikan industri2 kargo di pelabuhan besar indonesia seperti Tanjung Priuk, Tanjung Perak, pelabuhan Belawan, pelabuhan Tanjung Api-api, pelabuhan Makassar, pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Subang, Pelabuhan Trisakti, dll
Dan lucunya kita di sini masih memperdebatkan masalah sentimen agama dan ras melulu antar sesama kita, padahal di luar sana negara2 lain sudah bersiap2 mau membunuh kita ... pola fikir kita memang masih Primitive dan tertinggal jauh  [Mudzakir Ruslan@kompasiana]

M Arief Pranoto: Kalau Thailand Bangun Terusan Kra, Indonesia Harus Aktifkan Kembali Pelabuhan Internasional di Pulau Sabang

Peta Terusan Kra - File Aktual.com
Forum Muslim - Terlepas Terusan Kra memang gagasan Cina untuk membangun pengaruh di kawasan Asia Tenggara melalui Thailand, namun suka tidak suka, Terusan Kra akan selesai dan beroperasi pada 2020 mendatang. Begitu pandangan dari M Arief Pranoto, Pengkaji Geopolitik dan Direktur Program Studi Geopolitik dan Kawasan, Global Future Institute kepada Aktual.
“Saya hanya bermaksud mengusik para pemangku kepentingan kebijakan strategis Politik dan Keamanan maupun luar negeri, Kira-kira apa yang kini dilakukan oleh Singapura dalam mengantisipasi ‘ancaman’ ini, sedang kehidupannya sangat tergantung dengan jasa pelabuhan? Lantas apa yang seyogianya dilakukan Indonesia dengan akan beroperasinya Kra Thailand?
Pranoto mengingatkan bahwa gagasan membangun Terusan Kra ini dari pihak Thailand sebenarnya timbul-tenggelam. Namun kemudian benar-benar jadi kenyataan ketika pemerintah Cina dan Thailand bersepakat di bawah kerang kerjasama China-Thailand Infrastucture Investment and Development dan Asian Union Group, telah menandatangani nota kesepahaman, Meskipun anehnya baik pemerintah Cina maupun Thailand menyatakan tidak terlibat dalam proyek tersebut.
Lebih lanjut, Pranoto yang putra asli Malang-Jawa Timur itu mengatakan, seharusnya Indonesia menyerap inspirasi dari dibangunnya Teluk Kra itu dengan mengaktifkan kembali Pelabuhan Internasional Sabang sebagai “Port” transit bagi seluruh kapal-kapal dagang.yang selama ini dilakukan oleh Singapura. “Dengan begitu, tanpa harus terkait dengan Program One Belt One Road(OBOR) dari Cina, mengaktifkan Pelabuhan Sabang di Aceh, pada gilirannya kita bisa mencekik Singapura. Bukankah sewaktu Pak BJ Habibie jadi presiden sempat menggagas membangun pelabuhan di Pulau Sabang?”
Sepertinya gagasan semacam ini layak untuk jadi bahan pertimbangan dan kajian lebih lanjut. Setidaknya bisa dimulai dari Lemhanas dan Kementerian Luar Negeri.[Aktual]

Antara Rasisme Netanyahu dan Para Takfiri

Vladimir Putin dan Benjamin Netanyahu - File Nonalignedmedia.com
Forum Muslim - Menarik membaca Russia Today kemarin. Di hari Purim (hari peringatan pembebasan kaum Yahudi dari kekaisaran Persia) PM Israel Benjamin Netanyahu dengan gaya 'playing victim'-nya berkata di hadapan Vladimir Putin, bahwa kebencian Iran terhadap Israel adalah berakar dari sejarah dan abadi. Ia berkata, "Sekitar 2.500 tahun lalu, Persia gagal menghancurkan orang-orang Yahudi. Hari ini upaya yang sama dilakukan oleh pewaris Persia, Iran, untuk menghancurkan negara Yahudi."
Dengan santai Putin menjawab, "Anda (Israel) seharusnya tidak terjebak pada kebencian masa lalu."
Mari kita analisis, disini saya justru melihat yang memiliki akar kebencian berbasis sejarah sebenarnya adalah Israel.
Apa Israel lupa bahwa Iran di masa Shah Pahlevi adalah sahabat karib Israel di Timur Tengah. Iran sebelum era Wilayatul faqih termasuk negara Timur Tengah pertama yang mengakui eksistensi Israel, bahkan sudah memberi pengakuan de-facto dan membuka Kedubes di Jerusalem sejak tahun 1950. So, apa saat itu Iran bukan Persia? Apa Shah Pahlevi bukan Persia? Dan apakah baru sejak kemenangan revolusi Islam 1979 Iran baru menjadi Persia?
Sebaliknya, fakta justru membuktikan bahwa para motor penggerak revolusi di tanah Persia yang menjungkalkan Shah Pahlevi dari kekuasaan, sekaligus memutus segala hubungan dengan Zionisme adalah para Sayyid keturunan 'Arab di tanah Persia, disaat justru banyak negara-negara 'Arab saat itu berdamai dengan Israel lewat perjanjian Camp David dll.
Israel juga tidak boleh melupakan fakta bahwa salah satu negara Timur Tengah yang memiliki komunitas Yahudi terbesar sampai saat ini adalah Iran. Walau secara prosentase jumlah ras Yahudi sangat kecil (0.01%), pemerintah Iran tidak pernah mengusir dan menunjukkan kebencian rasis seperti menutup Sinagog apalagi melakukan genosida seperti kebencian anti-semitic Adolf Hitler pada kaum Yahudi.
Ya, sekali lagi karena kebencian mereka didasari pada sikap Anti-Zionisme, bukan Anti-Yahudi! Sayang sekali banyak umat Islam hari ini yang tidak bisa membedakan antara Judaisme sebagai keyakinan dan Zionisme sebagai ideologi yang mencatut identitas keyahudian (yang muncul belakangan). Sama seperti Islam yang dicatut oleh Takfirisme, Wahabisme, ISIS-isme dll.
Mungkin sekali-kali yang muslim perlu belajar pada George Galloway politisi Inggris Anti-Zionisme yang meskipun 'kafir' tapi ia cukup cerdas membedakan Zionisme dan Judaisme, dimana ia mengutuk Zionisme bukan identitas keyahudian. Bagaimanapun rasisme tak punya tempat di tengah umat manusia, apalagi dalam Islam.
Ironisnya, logika kebencian nir-nalar dengan membawa-bawa identitas SARA sebuah bangsa semacam itu bisa keluar dari sosok selevel Perdana Menteri. Ya, terkadang seorang rasis merasa takut 'di-rasis-i' oleh orang lain karena ia menganggap orang lain serasis dirinya, sehingga ia merasa 'terzalimi' oleh rasa paranoid yang ada pada dirinya sendiri.
Yang lebih lucunya, logika semacam ini diadopsi sebagian muslim pengidap wabah takfiri ketika memvonis Iran sebagai negara majusi. Mereka mengkafirkan Iran dengan modal sejarah bahwa bumi Persia sebelum kedatangan Islam adalah majusi dan dengan itu mereka melestarikan kebencian dan pengkafiran.
Mereka lupa bahwa Islam sudah masuk ke Persia sebelum Islam masuk ke Nusantara. Jika mereka masih belum move-on dari menyebut bangsa Persia sebagai majusi, lalu apa mereka juga mau mengidentikkan bangsa Indonesia dengan Budha-Hindu atau bahkan Animisme, Dinamisme dll?
Mungkin sudah semestinya jawaban Putin pada Netanyahu diberikan juga untuk orang-orang semacam ini, "Jangan terjebak pada masa lalu, karena bila kita bongkar-bongkar masa lalu maka bumi 'Arab adalah jahiliyah dan para Raja idolamu itu hanyalah tukang angon onta di masa Nabi." Sumber Ahmed Zain Oul Mottaqin]

Memetakan Jaringan Bisnis Trans-Nasional Cina di Indonesia

Gurita China - File Aktual.com
Forum Muslim - Sebenarnya sejauhmana sih gambaran mengguritanya jaringan bisnis Cina di bumi nusantara? Penelisikan beberapa bahan pustaka yang berhasil dihimpun tim riset Aktual, terungkap bahwa jaringan bisnis Cina di Asia Timur dan Asia Tenggara, telaah berhasil menguasai empat lingkar yaitu: lingkar perkotaan, lingkar regional, dan lingkar global.

Keempat lingkar tersebut sudah sekian puluh tahun terjalin menjadi jaringan-jaringan bisnis yang meluas sehingga mampu dengan cepat memobilisasi dan mendistribusikan modal barang kebutuhan produksi dan konsumsi, maupun informasi.
Indonesia pun barang tentu juga termasuk dalam jaringan empat lingkar tersebut. Sekadar  ilustrasi di Kalimantan Barat, jaringan bisnis etnis Cina  lingkar pedesaan sudah dirintis sejak 1930-an, yang kemudian bisa kita anggap terus berlanjut pada pertengahan dekade 1960-an. Bahkan diyakini hingga kini.
Dalam jaringan lingkar pedesaan ini, para pedagang Cina  telah mendirikan pos-pos dagang di pedalaman Kalimantan Barat untuk mengumpulkan produk hutan seperti rotan, resin, dan karet dari orang Dayak. Jaringan bisnis lingkar pedesaan ini terintegrasi dengan jaringan bisnis etnis Cina di lingkar perkotaan,
Mereka ini berhubungan dagang dengan diler dan importir etnis Cina yang berada di daerah perkotaan. Selain mengambil barang konsumsi, mereka juga menjual produk-produk hutan yang mereka kumpulkan dari orang-orang Dayak unuk diekspor ke Singapura.
Mata-rantai jaringan Cina di lingkar desa dengan para pedagang Cina di perkotaan semakin solid ketika para eksportir dan importir Cina yang tinggal di perkotaan, misalnya di Pontianak dan Singkawang, kemudian menjalin hubungan kredit dengan para pemodal Tionghoa yang tinggal di Singapura.
Bukan itu saja. Selain menangani ekspor, para pedagang Cina dari lingkar perkotaan tersebut ternyata juga menyediakan berbagai komoditi yang bisa diperoleh dari importir-importir Cina di kota-kota pesisir yang lebih besar untuk dijual ke desa-desa di pelosok-pelosok pedalaman.
Dari gambaran selintas ini saja, sudah terlihat jelas adanya jaringan dagang lintas-nasional yang merentang dari pedalaman hutan di Kalimantan Barat ke kota-kota pantai di daerah tersebut sampai ke Singapura.
Maka,,dengan jaringan dagang yang membentang dari lingar pedesaan ke lingkar perkotaan dan ke lingkar regional ini, maka praktis para pedangan Cina telah menguasai perdagangan di pedalaman Kalimantan Barat. Dan dengan jaringan bisnis yang umurnya sudah puluhan tahun itu, tak bisa digantikan oleh orang-orang Dayak yang mungkin hanya mempunyai jaringan dagang di daerah-daerah pedesaan saja.
Di Sumatra Selatan, ceritanya hamper sama. Utamanya dalam menguasai perdagangan dan pemrosesan karet. Adanya mata-rantai yang solid antara lingkar pedesaan, perkotaan dan regional. Sampai 1920-an, para pedagang Melayu memainkan peran yang dominan sebagai pedagang perantara yang membawa karet dari desa-desa ke kota pelabuhan Palembang.
Namun ketika permintaan dan produksi karet meningkat dengan cepat dalam dasawarsa 1920-an, orang-orang Tionghoa-lah yang kemudian memenangkan persaingan. Pada 1930-an, orang-orang etnis Tionghoa sudah mendominasi perdagangan perantara, dan mereka mendirikan dua pabrik pengolahan karet terbesar di Palembang.
Yang pertama adalah Hok Tong, milik seorang etnis Cina  yang tinggal di Singapura, dan yang satunya adalah Kiang Gwan, sebuah perusahaan dagang dari Kelompok Oei Tiong Ham, yang merupakan kelompok usaha etnis Cina terbesar di Asia Tenggara di era sebelum Perang Dunia II.
Kiang Gwan punya cabang di Bombay, Kalkuta, Karachi, Shanghai, Hongkok, Amoy Singapura, dan London. Dari sekelumit cerita ini, bisa disimpulkan bahwa kemenangan Tionghoa dalam persaingan bisnis pribumi Sumatera Selatan berkat jaringan mereka yang rapi dan solid. Yang mana jaringan dagangnya merentang dari desa-desa sampai ke kota pelabuhan Palembang, Singapura, bahkan sampai ke India dan Cina.
Kiprah jaringan bisnis trans-nasional Cina ini semakin nampak jelas melalui modus operandi perdagangan beras di akhir abad-19 dan abadi ke-20. Yang menggambarkan juga adanya mata-rantai yang solid dari jalinan bisnis Cina di lingkar pedesaan dengan lingkar kota pelabuhan. Beras didatangkan ke Singapura dari Thailand, Burma dan Indo-Cina, dan kemudian diekspor kembali ke Semenanjung Malaya dan Hindia Belanda (Indonesia). Lalu sisanya dikirim ke Borneo/Kalimantan.
Adapun jaringan Cina, perdagangan beras antara Thailand dan Singapura dilakukan melalui jaringan dagang regional dari etnis Teochiu. Mayoritas pedagang beras Thailand adalah etnis Tionghoa Teochiu yang punya asosasi lokal dan regional. Sehingga pedagang beras Teochiu di Thailand berhubungan erat dengan pedagang beras di Singapura dan Hongkong, yang juga merupakan anggota asosiasi-asosiasi Teochiu, dan dengan demikian membentuk jaringan bisnis regional Teochiu.
Sekadar informasi, sejak 1967 sampai sekarang, pengusaha Cina dari Singapura, Hongkong, dan Taiwan, masih merupakan penanam modal terbesar di Indonesia. Modal yang mereka tanam di Indonesia lebih besar dari penanaman modal Jepang, Inggris, maupun Amerika Serikat.
Hal ini menunjukkan betapa jaringan regional Cina telah menjangkau ke dalam perekonomian Indonesia melalui cara penanaman modal asing. Parahnya lagi, hal ini berlangsung dua arah. Jadi ketika pengusaha Cina Indonesia bermaksud melakukan ekspansi ke luar negeri, strategi yang mereka lakukan adalah pertama-tama mendirikan perusahaan di Hongkong atau Singapura untuk memanfaatkan sumber-sumber modal etnis Cina dan mengembangkan jalinan dengan berbagai jaringan bisnis Cina.
Menurut data yang disampaikan oleh Dr Alexander Irwan dalam artikelnya bertajuk Jaringan Bisnis dan Identitas Etnis Trans-Nasional, dari 22 perusahaan etnis Cina dari Indonesia yang masuk ke dalam daftar “Mereka yang Berekspansi ke Luar Negeri,” 21 mempunyai perusahaan kalau tidak di Hongkong di Singapura, atau sekaligus di kedua tempat tersebut.
Berarti, ketika kalangan bisnis Cina dari Asia Timur dan Tenggara memperluas jaringan mereka ke Indonesia, pada saat yang sama pengusaha-pengusaha etnis Cina Indonesia meningkatkan kepekatan jaringan bisnis regionalnya dengan jalan melakukan investasi di Asia Timur dan Tenggara.
Sarana yang digunakan untuk membentuk jaringan regional didasarkan pada kesamaan daerah asal-usul, seperti terlihat melalui kiprah organisasi International Federation of Futsing Clan, sebuah asosiasi regional pengusaha Tiongkok di Asia Timur dan Asia Tenggara. Asosiasi yang berkantor di Singapura tersebut punya perwakilan di Jepang, Hongkong dan Macau, Taiwan, Malaysia, Singapura, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Ujung Pandang dan Amerika Serikat.
Anggota asosiasi terdiri dari para bankir, industriawan, importir dan eksportir besar, sub-kontraktor, pedagang dan pedagang eceran yang lebih kecil. Jaringannya merentang dari lingkar regional sampai ke lingkar lokal. Adapun kekuatan mereka terletak pada bentuk-bentuk kerjasama antar anggota asosiasi tersebut.
Sedemikian rupa besarnya pengaruh jaringan bisnis regional Cina di Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, pemerintahan Cina Daratan di Beijing pun menyadari potensi finansial yang dimiliki kelompok Cina Rantau ini. Maka di sinilah menariknya kebijakan double standard pemerintah Republik Rakyat Cina terhadap para taipan rantau tersebut.
Dari sudut pandang ideologis Partai Komunis Cina, para taipan lintas negara ini merupakan musuh negara akibat kekayaan yang mereka miliki karena masuk golongan “kelas kapitalis.” Tapi ini hanya berlaku untuk konsumsi dalam negeri. Ke luar negeri, pemerintah Tiongkok justru bersikap lunak, bahkan cenderung melindungi kelas kapitalis ini.
Maka itu menarik ketika pada 1991 dalam pertemuan di Singapura yang diselenggarakan oleh China’s Overseas, para Cina rantau dari pelbagai negara yang tersebar di kawasan Asia Pasifik, menggulirkan sebuah agenda: bagaimana menyinergikan kekuatan ribuan taipan yang tersebar di pelbagai belahan dunia, untuk menguasai kawasan Asia.
Sesuai dengan skema yang disepakati melalui pertemuan China’s Overseas di Singapura pada 1991 dan Hongkong pada 1994, para taipan atau Cinta rantau Indonesia, utamanya yang tergabung dalam kelompok Prasetya Mulya atau Jimbaran, agaknya sudah siap dengan skema baru ketika bergabung dengan rezim reformasi Indonesia baru pasca Suharto.
Bahwa inti skema baru itu adalah, bagaimana membentuk sindikasi antara Republik Rakyat Cina dan para taipan yang tersebar di Asia-Pasifik dan Afrika, termasuk yang berhasil jadi orang kaya raya di bumi nusantara. [aktual]

Prodem : Tim Ekonomi Jokowi Membahayakan Perekomian Indonesia

Presiden Jokowi - File CNN Indonesia
Forum Muslim - Pro Demokrasi (ProDEM) mengungkapkan bahwa tim ekonomi Pemerintahan Joko Widodo membahayakan perekonomian Indonesia. Tim ekonomi yang berada di dalam pemerintahan justru membuat Indonesia semakin melarat.
Sekretaris Jenderal ProDEM, Satyo Purwanto, menyatakan tim ekonomi pemerintah di bawah komando Sri Mulyani dan Darmin Nasution telah memangkas anggaran belanja negara sebesar Rp 133,8 triliun. Pemangkasan anggaran yang mencakup pemotongan belanja kementerian dan lembaga Rp 65 triliun serta transfer ke daerah Rp 68,8 triliun juga di sinyalir hanya untuk menyenangkan kartel internasional.
“Dengan retorika murahan untuk meraih kepercayaan publik dan membuat dunia usaha menjadi lebih yakin dalam melakukan aktivitas ekonomi, padahal ujung-ujungnya Rp 221 triliun dari APBN 2017 hanya untuk bayar hutang,” ujar Satyo kepada Aktual, Jum’at (17/3).
Menurutnya, pengetatan anggaran atau austeriry yang dilakukan SMI merupakan resep yang sudah terbukti gagal di kawasan Eropa. Di negeri-negeri Eropa yang sedang terlanda krisis, Austerity yang dipaksakan oleh Troika (Bank Dunia, IMF, dan Uni eropa) malah semakin memperburuk perekonomian dalam negeri, seperti Yunani misalnya.
“Anehnya, meskipun terbukti telah gagal di Eropa, resep pemotongan anggaran ini kembali diulang oleh SMI di pemerintahan Jokowi,” ucap Satyo keheranan.
Di bawah komando SMI, tim ekonomi Presiden Jokowi hanya mampu membuat pertumbuhan ekonomi di 2016 tidaklah maksimal, yaitu hanya sebesar 5,02 % karena masih memegang prinsip kuno dan konservatif. Padahal, menurut Satyo, pertumbuhan ekonomi dapat menembus 6,5-6,7 % jika disertai dengan terobosan yang kreatif.
“Apalagi terbukti program pengampunan pajak atau Tax Amnesty juga gagal hanya mencapai Rp114 triliun dari target Rp165 triliun, Lengkap sudah kegagalan SMI, Darmin Nasution dkk di dalam pemerintahan Jokowi saat ini. Negara tambah melarat, rakyat tambah sekarat,” tandasnya. [aktual]