Jumat, 19 Agustus 2016

Calculus Metodology Relevan untuk Penelitian Statistik dalam Ilmu Architecture

Calculus adalah alat penghitungan dalam trigonometri yang sangat serbaguna dan berharga. Ini adalah bentuk matematika yang dikembangkan dari dan geometri, terdiri dari dua topik yang saling berhubungan, diferensial dan calculus. Calculus diferensial  merupakan matematika yg meliputi akumulasi jumlah, seperti daerah di bawah . , diatas yang selalu berubah dan bergerak sesuai dengan data yg diperoleh, Kedua ide bekerja terbalik sama seperti yang didefinisikan oleh Teorema dasar kalkulus.

Kalkulus sangat terintegrasi dalam setiap cabang dari ilmu terutama bisa juga dipakai dalam pengambilan data algoritma design para pekerja science moderen engeneering, melalui penghitungan data based dalam komputer dan program. Buku ini dirancang untuk masuk jalur beberapa aplikasi kalkulus dan memberi Anda beberapa gagasan tentang mengapa kalkulus sangat penting dan berguna.

Menemukan Kemiringan Kurva

Calculus dapat memberikan metode umum untuk menemukan kemiringan kurva. Kemiringan garis cukup dasar, menggunakan beberapa aljabar dan angka atau eksponen yang bisa ditemukan. Calculus memungkinkan kita mengetahui bagaimana curam kurva dan kemiringannya pada waktu tertentu. Ini dapat sangat berguna dalam setiap bidang studi dalam ilmu statistik. Lebih lebih architecture. Bayangkan apabila kita membuat design atau gambar tanpa mengetahui dengan pasti berapa skala yg digunakan baik fisik maupun non fisik. Architectur adalah proses dan produk dari merancang dan membangun bangunan dari struktur fisik sampai kepada design hunian. Ini mempertimbangkan konstruksi dan desain ruang dan bagaimana menangani kebutuhan fungsional, sosial dan estetika lingkungan dan berapa skala serta hitungan matematika dan ilmu algoritma.

image

Calculus memiliki metode standar untuk menghitung luas beberapa bentuk kurva, calculus juga dapat memungkinkan kita untuk menemukan lebih banyak lagi daerah pada bentuk seperti diatas yang lebih rumit. Contoh ketika menemukan berapa lengkung kerangka jembatan serta architectur dibawah ini, sebuah bangunan di St Louis Missouri misalnya, maka kita bisa menggunakan fungsi calculus dalam nilai eksponen natural, nilai eksponen didefinisikan secara umum sebagai hasil bilangan positif (e) dalam rumus              n

                                                             (1+1/n)

dimana n adalah nilai limit yang besarnya sama dengan 1 < n atau n= 1 dari nilai decimal angka 20

e= 2,71828, fungsi eksponen dari f (x)= e pangkat x dimana 2<e <3. Sedangkan untuk mencari jumlah y menggunakan rumus y=a(e. bx + e -bx ), graphic kurva yang diperoleh adalah figur pertama, demikian seterusnya.

image

Tapi ada dua keadaan di mana hal melibatkan bx dapat menghasilkan jumlah terbatas. Salah satunya adalah ketika  membagi dua perbedaan, x= 2, atau bisa angka apa saja. Karena bagian atas dan bawah yang keduanya mendekati , quotient dan dapat diambil dalam beberapa angka yang wajar. Kasus lainnya adalah ketika kita menambahkan jumlah hampir tak terbatas dari angka aljabar lainnya yang jenisnya hampir tak terbatas, yang masing-masing memiliki sama dengan ukuran, maka untuk kedua kasus ini, perbedaan angka dan kemiringan kurva memberikan angka yang lebih besar dari dan kurang dari tak terhingga. Jumlah angka yg dikalikan nilai e sebenarnya yang menarik. Seperti yang bisa Anda tebak, dua kasus menggambarkan derivatif dan integral.

Menentukan Lereng Kurva

Sebagian besar dari kita belajar tentang derivatif dalam hal kemiringan kurva, Untuk mengambil pendekatan yang sedikit berbeda dari teori kalkulus sebelumnya, dalam ilmu architecture, bila kita mencoba mendefinisikan kemiringan garis. Anda mengambil dua titik pada garis, dan menentukan kemiringan garis sebagai bx/by misalnya. Kenaikan terjadi selama ada perubahan pada angka y dibagi dengan perubahan pada angka x, atau lereng fisik merupakan garis yg berubah cepat ke arah y atau itu akan naik. Hal yang besar tentang garis adalah, tidak peduli di mana Anda memilih, karna poinnya akan sama, demikian pula dg lerengnya juga akan selalu sama.

Ketika kita ingin kemiringan kurva lebih tajam, Hal yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan menghitung bx/bx dengan nilai x adalah negatif, dengan cara yang sama. Masalahnya adalah, kemiringan bervariasi dari titik ke titik.  Berbicara tentang "kemiringan" sebuah kurva. Di sisi lain, kita juga pasti dapat membuat  kemiringan di titik A + akan turun. Untuk mengukur ini, kita harus memilih dua titik yang relatif dekat A-  satu berada di atas, dan satu nya lagi berada di bawah.  Dengan catatan  by/bx adalah dua poin. Semakin dekat titik-titik tersebut ke A (dan satu sama lain), yang lebih akurat mereka akan menggambarkan lereng pada saat itu.

Jadi bagaimana untuk mendapatkan nilai "sangat dekat" dengan A. Hendaknya  by/ bx pada titik-titik yang sangat dekat dengan A terjadi apabila bx itu mendekati nol. Demikian pula dengan ( by)harus mendekati nol, tentu saja dari dua angka kecil ini mendekati lereng yang tepat pada titik tersebut, Karena kita memiliki interval diferensial (yaitu, mereka mendekati nol ) maka menunjuk lereng diberikan oleh fraksi by / bx,  adalah bagaimana     selalu ditulis secara derivatif, atau mengalikan setiap fraksinya.

Berbicara tentang nilai setengah dari notasi dari kalkulus, yang merupakan nilai ( bx ) maka setengah kurva yang  lainnya adalah bagian yang terlihat seperti "S" atau sum yaitu metode menambahkan sejumlah angka sampai tak terbatas, yang nilai masing masing differentialnya  kira-kira nol dengan sendirinya, sehingga kita dapat benar-benar menambahkan hingga jumlah terbatas, setiap kali terjadi asumsi maka menambahkan hingga jumlah tak terbatas membuat kurva diferensial menjadi lebih berukuran di bawah kurva dari A sampai ke C.

Bagaimana dg kurva berbentuk persegi panjang, kita bisa menemukan daerah sama dengan kali lebar ketinggian. Dari A menuju ketitik D  terus berubah untuk meminimalkan ketinggian yang berubah maka Kita akan fokus pada daerah yang sangat kecil dari grafik, di mana ke tinggian relatif stabil. Mulailah dengan memilih titik x di suatu tempat di grafik , dan titik lain hanya di luar itu: x + nilai bx. Grafik pada garis vertikal di dua titik ini, akan mendapatkan wilayah kecil, berbayang gelap sebagai persegi panjang. Tinggi f (x) dan lebarnya adalah bx. Tentu saja, Anda dapat melihat bahwa kawasan itu tidak persegi panjang, dan tingginya hanya f (x) di bagian paling kiri. Tapi seperti bx menjadi lebih kecil apabila membawa sisi kanan ke arah yang kiri dikurangi tinggi menjadi kurang signifikan, dan wilayah lebih mirip persegi panjang. Apabila bx mendekati nol maka pendekatan ini menjadi sempurna: luas daerah yang diarsir adalah f (x) bx. Jadi  daerah daerah yang f (x) bx, itu adalah jumlah dari bidang semua daerah antara dua titik B dan C, dan  daerah-daerah kecil antara A dan C.

Aspek terrpenting dalam memahami kalkulus adalah melihat perbandingan dan nilai integral trigonometri maupun algoritma Atau aturan penjumlahan dan quotient. Terbukti dari konsep dasar derivatif, yaitu  Semua aturan dari konsep dasar dalam memahami konsep dasar intuitif  yang bisa berubah terhadap x,  untuk aturan, seperti diferensiasi kurva bulat, yaitu f '(xn) = nxn-1, misalnya akan sama dengan yang dari konsep dasar derivatif , ketika berubah pada x, hal itu terbukti dari definisi turunan. Karena untuk definisi derivatif bisa dibuktikan dengan grafik fungsi,  Δx → 0, yang penjelasan lengkapnya bisa dibaca dalam buku berjudul ' Kalkulus' khususnya bab 4. Penerbit

Ramalan Joyoboyo Dan Romantism Political Philosophy

Puasa di Eropa ibaratkan seperti memandang langit biru yg sangat luas, tak ada batasnya dan 19 jam adalah waktu yang sangat cukup bagi saya agar lebih produktif, berfikir, berzikir dan tentunya berkarya. Pasca pulang dari frankfurt kemarin sebenarnya otak ini tidak dipenuhi dengan bangga yg berlebih lebihan krn mereka yg dulu sangat memandang sebelah mata kepada saya, sebagai sosok yg tidak pantas menjadi dosen di sebuah universitas kecil dikampung, kini disinilah di Jerman justru saya sangat dihargai sebagai ilmuan perempuan yg mengagumkan. Bukan hal yang baru hidup bagi saya penuh dengan ejekan sebagai kelas kedua, namun itu semua sebenarnya tidak penting bagi saya. Karena dalam hidup itu yang penting sebenarnya melihat diluar diri kita itu berdaya dan hebat. Bukan melihat bagaimana kita bisa hebat diantara sekumpulan orang diluar sana.

Ramalan sering kita yakini sebagai bentuk interpretasi prediksi politik masa depan, mungkin juga yang namanya ramalan bisa saja tepat, atau juga tidak terjadi sama sekali, sebagaimana kita meyakini kemenangan moto GP di race Catalunya spanyol seperti mitos akan menjadi juara dunia di seri tersebut. Mungkin bisa jadi itu karena race Catalunya memang bentuk rasionalitas track unggulan dg tingkat kesulitan yg tinggi, sehingga menentukan secara rasional ukuran dan prediksi race yang lain, baik iklim, tingkat kelembaban, struktur track dan sebagainya.

Demikian pula dengan ramalan peperangan indies, tidak ada seorangpun sangat serius mengingat dan membayangkan bahwa pada abad 18 itu Edward Trelawny sebagai gubernur Jamaika, di usia 15 tahun sangat berpengaruh dan dominan dalam usia yg sangat muda sebagai seorang politisi, yg pada saat itu Amerika dan kekuatannya masih dipertanyakan dan belum sebesar pengaruhnya seperti sekarang, pemikiran politik romatisme yang berkembang hampir sama dengan ramalan Joyoboyo bagi sejarah perkembangan mitos dan filsafat politik di Indonesia, khususnya Jawa.

image

Ramalan sebenarnya memberikan semacam warning atau signal yang tidak bebas, karena masyarakat tentu akan mengikutinya dengan tanda yang diberikannya, kalau itu sudah ada dikepala secara terus menerus maka tingkat kesadaran sosialpun menjadi irasional dan menegasikan fenomena politik yang terjadi saat itu. Seperti sungai yang menghanyutkan sebagean sampah, bisa jadi sampah itu tenggelam karena terlalu berat atau mengalir sesuai dengan arus air bila massa nya tidak terlalu berat dari volume air. , yang disimbolkan sebagai , , maka sepasi itu mungkin yg disebut masa tidak jelasnya rezim atau masa goro goro, transisi, kegalauan publik atas pilihan bentuk dan sistem negara, dalam beberapa masa yang kita belum tau. Presiden yg memenuhi kekosongan spasi tersebut mungkin Habibie, GusDur, Megawati dan Jokowi, dan entah siapa lagi. Nama yg berakiran di era baru tentunya NA,GO,RO. Mungkin bisa jadi Nahdiana, Ratna Sarung pait, atau yang lainnya? Kita lihat saja nanti 😜

Ramalan juga mengandung arti sebuah ikatan sejarah, kontrak emosional sebuah negara atau wilayah tertentu atau filsafat romatisme negara ini, tidak hanya terjadi di negara Indonesia, sebagaimana saya tekankan sebelumnya, politik bisa berujung kepada adanya rasionalisme perjanjian, sebagaimana kita lihat pada sejarah , yang saat ini rame dibicarakan orang sebagai perjanjian politik ilegal oleh tokoh tokoh politik dan ekonomi bangsa ini untuk mendapatkan kekuatan yg instan di bidang logistik politik mereka. Kita tau ekspedisi yg sangat populer di Jamaika, yang terkait dengan tujuan tujuan mereka karena ketidak sukaan mereka kepada Raja mereka, ketika itu kapal beberapa volunter yg berasal dari Massachusetts datang ke jamaika pada tahun 1703.  Juga beberapa crew admiral dari kapal Whetstone. Mereka menjadi menyingkirkan penduduk asli dekat pantai , dan beberapa koloni Jamaika yg melakukan bisnis dibawah tangan dengan Cartegena dan Santiago menolak dengan keras Vernon dan Wenworth yang sudah lama berada di kawasan Veragua, sebagai teman bisnis atas pulau tersebut.

image

Perebutan tanah sengketa Panama, singkatnya menjadi chanel pusat koloni produksi dan kekayaan diseluruh pasifik, yang disinggahi oleh Spanyol, dua abad lamanya. Namun Jamaika sebagai penduduk asli yang sudah lama menguasai daratan pasifik tersebut tidak tinggal diam, mereka dahulu terkenal dengan bajak laut yang kebanyakan adalah para wanita. Mereka selalu melakukan perlawanan dan pencurian kapal kapal asing di laut, sampai munculnya perlawanan secara hukum pada abad terakir antara Jamaika dan yang dipimpin oleh Darian.

Tidak bisa diragukan lagi bahwa skema Panama telah membantu keraguan diantara imaginasi para romantisme ramalan politik, atas suku Indian dan anakronisme atas tanah yang tak bertuan tersebut. Ekspedisi yang awalnya adalah perjanjian bisnis, kemudian berkembang menjadi perburuan emas, yang dampaknya menjadi sebuah politik baru di Amerika yang kita kenal dengan ekspedisi Freeport. Dan Indonesia adalah bagean dari domba domba yang menjadi obyek eksploitasi dan politik romantisme tersebut. Ramalan Jayabaya pun terbukti, banyak pulau pulau yang indah sampai sekarang diburu oleh pihak asing untuk dijadikan Panama, atau tanah yang tak bertuan yang berlimpahkan emas tujuh turunan dan mudah untuk dinikmati kapan saja dg satu perjanjian atau Panama papers. Meskipun Panama Papers memang tidak seperti itu mekanismenya, saya faham. Namun tidak lebih dari itu kalau disimbolkan. Negara ini hanya menjadi jual beli politik sebagean orang yang memiliki kekuasaan politik yang besar.

Oleh karen itu mengapa saya berulang kali melontarkan ide tentang desakralisasi kekuasaan dan politik, pembatasan lama kekuasaan cukup sekali periode saja dan pemikiran tentang sosialisme ketatanegaraan? karena dengan membatasi politik kekuasaan, menutut saya tidak semena mena menjadi membatasi pengertian demokrasi dan reformasi secara keseluruhan, karena politik kekuasaan itu hanya sebagean kecil saja pelajaran tentang demokrasi. Partisipasi rakyat serta keadilan yg merata dengan kemakmuran dan good society tentu akan lebih utama untuk diperjuangkan dengan teori dan penerapan yg benar. Management itu hanya ditingkat kedua, yang pertama adalah filosofi, Negara harus dikelola oleh kepala negara yg memiliki standar filosofi yang mumpuni dan management birokrasi dan pembantu kepala negara yg memiliki integritas management yang baik, yang bisa menterjemahkan general dan romatisme politik kepala negaranya yang sudah disusun rapi dalam sebuah imaginasi dan ramalan yg rasional

Berkenalan dengan Federalisme


image

Indonesia dalam Kaitannya dengan dan Liberalisme umumnya memang membahas tentang konstitusi ala sistem , hal yang menarik membahas soal federalisme adalah pertama tentang filosofinya khususnya perkembangan teorinya yg ditulis oleh beberapa orang, dalam konteks justice John sangat relevan bila dijadikan salah satu rujukan pemikiran ini.  John lahir di Baltimore, Maryland , Hal ini juga diketahui bahwa dia  sangat kuat pemikirannya tentang kontrak sosial hipotetis setelah pemikiran kuno kontrak sosial ala Rousseau. Tapi apa artinya ini dalam hal teori federalisme, mari kita berkenalan

John Rawls telah menerima relatif lebih banyak perhatian. Khususnya pemikiran liberalism dan justice yang tumbuh di Amerika, tentu pertumbuhan federalisme di eropa atau Amerika jauh berbeda dengan tumbuhnya pemikiran ini di Indonesia, justice Menurut John Rawls adalah kebajikan pertama yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga sosial. Sebuah teori bisa  direvisi, jika tidak benar, karena keadilan itu menyangkal  hilangnya kebebasan untuk beberapa hal dalam memproses kebenaran dan kebaikan yang lebih besar. Pandangan Rawls tentang kekuasaan adalah bahwa ia mengubah subjek orang-orang yang berpikir tentang utilitarianisme lama. Menurut Rawls struktur federalisme dalam hipotetis memberikan berbagai jenis pengertian baru dalam utilitarianisme konstitusi. Teori ini di Indonesia sangat banyak ditentang, karena menganggap bahwa pemikiran republik dan kesatuan itu jauh lebih ideal. contoh,  selama 75 tahun lamanya negara ini disimbolkan sebagai sentralisme utopis, dimana semua kebijakan tetap tersentral kepada pemerintahan pusat di Jakarta, sehingga Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang terpisah pisah dan sangat tidak dinamis dalam integrasi komunikasi lokalnya, issu desentralisasi yang bisa menjebatani ide federalis secara teoritik ini menjadi tidak efektif juga. Feodalisme dari di Indonesia  memang berdampak mendalam pada politik dan ekonomi.

Pada tahun 1987, situasi rupanya masih belum membaik. Sekelompok pembaharu muda menyerahkan laporan kepada pemerintah di mana mereka menyatakan penyesalannya bahwa reformasi di Indonesia pun dianggap telah mati suri. Kelompok  pemuda masih tetap menginginkan adanya perubahan, khususnya perubahan tentang kebijakan yang tidak terfokus kepada Jakarta. Contoh banyaknya penolakan  proyek pembangunan yang sudah 99% di implementasikan, seperti proyek reklamasi, proyek kreta cepat, mangkraknya beberapa proyek tol laut dan kapal hewan dsb.

John Rawls dari  judul buku Theory of Justice yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai teori keadilan adalah sebuah buku yang menganalisis filsafat John Rawls tentang liberalisme konstitusi, Konstitusi adalah sebuah proses politik. Dalam konteks konstitusi Indonesia proses ini dijelaskan dalam domain sebelum dan sesudah amandement UUD 45, konstitusi yang terbuat dari Konstitusi lama (sebelum Amandemen 1998). Konstitusi secara filosofis merupakan alternatif dalam pemikiran utilitarianisme, ini adalah sisi lain yang belum tercover di dalam positif dan dari ide-ide .

Pemikiran Rasionalisme Hobbs, Marxisme, dll, mereka memiliki prinsip umum keadilan atau justice yang terdapat di dalam lembaga-lembaga liberal, sistem politik dan penggunaan  kata federalisme adalah untuk melihat bagaimana mereka mengukurnya sampai kepada karakteristik khusus hukum yg lahir dan sistem yang digunakan itu berbeda dengan daerah daerah lain secara otoritas, contoh daerah daerah istemewa. Untuk itu, di negara-negara di mana Adat telah dibina kebebasan politiknya, cabang-cabang lainnya seperti legislatif dan yudikatif sering dipakai juga sebagai alat legitimasi warga negara dalam sebuah negara federal sebagai invasi bentuk eksekutif.

image

Amerika dalam sejarah pemikiran federalisme juga merujuk dari sejarah pemikiran institusi yang mungkin lebih bervariasi dan cocok dalam perkembangan politik di tanah air yang sangat . Contoh hukuman mati, Indonesia adalah negara yg konsisten memberlakukan hukuman sadis ini, sebagai bentuk liberalisme HAM, namun hak membunuh diri masih menjadi perdebatan, kemudian soal pemilihan langsung, juga merupakan bagean dari konstitusi liberal, contoh lain adalah esensi judicial review dan pengadilan konstitusi. Manakah yg masih mengikuti pra liberal dan konstitusi dari Belanda.? Hampir sudah tidak ada.

Kalau Indonesia dianggap tidak mengikuti gaya federalism konstitusi, atau bahkan liberalisme konstitusi, kemudian apakah kalian menganggap kompilasi hukum Islam adalah bentuk legal politik yang beradaptasi dengan agama khususnya Islam, maka pertanyaan yang mendasar adalah mengapa Indonesia juga menerima hukum perkawinan campuran? Hanya yang belum adalah hukum perkawinan sejenis saja. Itulah yang saya maksud kita ini telah mengikuti dengan tidak sadar liberalisme namun dengan sadar menolaknya. Federalisme yang kami pikir  adalah tentu saja dalam konteks yg lebih luas lagi, tidak hanya hukum namun tentang ketatanegaraan. Indonesia memakai faham itu atau tidak? terminologi ini tentu saja akan kita kembalikan pada realitas pluralisme dan utilitarianisme klasik yang sudah banyak dilakukan oleh pejabat daerah ketika mengambil kebijakan, hampir Perda dilakukan sesuai selera pejabat daerah, bahkan pejabat daerah setingkat bupati bisa dengan seenaknya merubah simbol daerah, memisahkan atau menyatukan wilayah kecamatan atau desa hanya dalam rangka pertimbangan efesiensi anggaran belanja daerah. Nah bukankah daerah sudah dianggap siap atas pemisahan dan lokalitas federalis khusus seperti bentuk persemakmuran Amerika mix dengan teori federalisme di Eropa dalam Republik Persatuan Indonesia yg tidak merusak persatuan republik Indonesia?

Secara objektivis mana yang membuat penilaian interpersonal yang kuat dari utilitas kebebasan pejabat daerah seperti contoh diatas dalam konteks pemikiran Rawls Ini?,  menganggap serius perbedaan antara jugment dan justice dalam filosofi ketatanegaraan adalah melihat masalah yang mengizinkan penilaian interpersonal tentang konstitusi liberal. Misalnya kita memiliki hanya mengambil teori cabang dan filsafat Pancasila? , Jika kita meninggalkan banyak kitab hukum dan sejarah sampai sekarang, kemudian hanya akses ke amandemen hukum tahun 1998. Kita tidak bisa beradaptasi lagi struktur negara untuk kepentingan budaya lain dari Belanda atau hukum filsafat, ide, apalagi pemisahan antara kapitalisme dan komunisme, atau ide federalisme dengan ide otokratisme

Kami ingin kembali realistis untuk teori federalisme pada beberapa sumber dasar dalam masyarakat bahwa negara bisa memiliki dampak tumpul kepada filsafat politik yang  melihat hal yang  belum berubah dalam soal tradisi dan konflik terutama  sebelum reformasi 1997 tahun yang lalu. Oleh karena itu fokus setelah reformasi di tahun 1997 diskusi utama reformer hanyalah menumbangkan rezim orba sampai ke akar akarnya,  dan dianggap sebagai tema kusam dalam filsafat politik bangsa Indonesia. Bahkan ketakutan zombi itu sampai merambah kesudut sudut surau dan sosial media dengan jargon anti federalisme? Bukankah ini aneh? mengatakan bahwa studi konstitusi politik harus memperhatikan  filsafat politik dengan mempertimbangkan masalah lain pada norma-norma hukum adalah hal yg tidak bisa ditinggalkan,  memungkinkan orang untuk menggunakan bentuk utilitas maksimum dari para pendukung masing-masing cenderung membuat kasus issu federalisme menjadi bias dengan pemikiran komunisme sosialis di bidang ekonomi.

Pandangan mereka terutama dengan menunjuk kerugian dari pandangan lain. Pertama, masalah konflik dan tradisi kesatuan menyebutkan kesatuan tunggal wilayah dan kekuasaan otokratis yang hidup dalam masyarakat khususnya politik yang hidup lebat di Jakarta. Kedua, Rawls memandang bagian substantif studi federalisme, liberalisme bukanlah sebagai kontribusi  dalam argumentasi tentang proses pembentukan kehendak diskursif mengenai institusi dasar masyarakat kapitalis, tapi hasil dari teori keadilan yang   mengerahkan untuk membatasi moral dan argumentasi yg berfungsi untuk menyelesaikan konflik dan tindakan dengan cara konsensus. Jika argumentasi moral untuk menghasilkan perjanjian, politik selevel kontrak politik, maka tidak cukup bagi individu untuk merenungkan apakah ia dapat persetujuan secara normatif, yang dibutuhkan adalah suatu proses nyata argumentasi di mana individu, institusi dan politik yang bersangkutan anatara daerah satu dan daerah lain dalam negara federasi bisa bekerja sama seperti teori  konstitusi lain yang mempengaruhi beberapa situasi politik antara tradisi dan konflik dalam filsafat politik.

Contoh tentang membangun kekuasaan, untuk mengontrol perubahan UU, dsb. Menurut teori konstitusi yang paling beragam untuk mempelajari tentang bagian-bagian dari  proses konstitusi ini adalah otoritas, penilaian dan hak-hak individu. Dalam liberalisme klasik disebutkan kita harus melibatkan keragaman dengan pendekatan lokasi, contoh ketepatan sumber daya manusia, beaya politik yang tinggi dan mungkin daerah daerah yg terpencil yg tidak cuman butuh pelayanan dan keadilan apalagi kesejahteraan namun juga butuh ekspresi demokratisasi.

(1787) berpandangan konstitusi di Amerika, konstitusi yang dihasilkan dari pembahasan yg dampaknya selama  bertahun-tahun berpengaruh kepada kemakmuran rakyatnya, dan federalisme itu telah mengilhami  dari Pemerintah Amerika, gangguan yg tidak masuk akal yang berpengaruh kepada proses kebijakan orang yang mengambil  manfaat dari kemajuan ilmu politik dan tentu saja kebebasan.  Rousseau dalam tradisi hukum dan konstitusi ini perlu menulis untuk dipelajari dalam konteks sejarah hak mereka, perhatian khusus harus diberikan pada bagaimana  teori hukum  yang diterapkan dan oleh siapa. Dalam hal ini, Rousseau mengambil geneva sebagai sempel penelitiannya. Hal ini dapat sangat membantu dalam menjelaskan mengapa Rousseau bereaksi seperti yang ia lakukan dalam tradisi hukum? ideologi yg menjadi konflik nilai, terlihat bisa membahas tentang konstitusi dari aspek teori kontrak sosial seperti representasi, eksistensi terbatas, membatasi partisipasi, keanekaragaman lokal dan terakhir sebuah konflik.? Kematian negara bisa berasal dari dampak  ide-ide tentang republic yg tidak mau berkembang, bahkan menafikan seperti halnya menganalogikan bahwa rakyat itu belum tentu berbicara dan menginginkan, seperi sindiran Gunawan Muhamad ttg kritik pemikiran paska kolonial, benarkah plorentar yg berbicara? Si miskin yg meminta? Indonesia memiliki masalah masalah berat dalam politik pembangunan, yaitu seringnya mereka itu lupa.

Simple question about The Rule, it is important or not?


image

Setiap kali menaiki kapal besar tentu kita akan bertanya tidak akan kita berfikir berhenti di tengah lautan, atau satu terminal ke terminal lainnya, kita hanya punya satu tujuan kapal besar ini berlabuh dimana? Setiap kendaraan maupun negara pasti punya , punya aturan main. Tinggal kita memilih kendaraan yang mana, ketika kita sudah menaikinya kita harus ikuti aturan mainnya, tidak bisa seenak sendiri kita acak acak dan merubahnya sesuai dengan selera. Harus dimulai dari start dan diakiri sampai finish.

Bukan menjadi issu baru lagi bila selalu memainkan peran pengganti dalam proses di tanah air, satu issu yang sejak dari dulu memang tidak pernah tuntas, kalau saja tragedi di tahun 80an dan ditahun 70an sudah terungkap siapa dalang pembakaran yang dilakukan oleh kelompok tertentu pada saat itu, di beberapa daerah kepada etnis China, termasuk  yg terjadi di wilayah lain seperti Pekalongan, Purworejo, Pemalang secara serentak seperti penghancuran beberapa tempat tempat yg dianggap maksiat pada waktu itu seperti Bioskop dan tempat karaoke, tentu saja tidak akan terjadi lagi under estimate yg berlebihan terhadap yg konsisten sampai sekarang. Bukan garis keras, yg saya maksudkan,  menyebut yg konsisten adalah yang memang secara santun menjalankan semua perintah Allah, dan memang ideal dengan toleransi dan . Namun sampai sekarang kita tidak tau siapa yang melakukan, siapa aktornya? Apa motif nya dst. Sampai sekarang hantu itu bergetayangan di media sosial dan kita sulit mengidentifikasi, sebenarnya siapa yg patut dipersalahkan, kepada siapa jari telunjuk ini harus kita arahkan? Benarkah itu berasal dari orde baru? Islam garis keras? Atau kita sedang diadu domba oleh pihak tertentu yg sampai sekarang sudah mengendalikan sentimen massa.

Tentu sangat tidak adil apabila kita berame rame, menyalahkan Islam, seolah marwah agama tersebut cepet ternoda bila terjadi peristiwa apapun, kita liat kasus teror, Islam yg disudutkan. Kita liat soal kasus PKI, Islam menjadi kelompok paling bodoh, konyol dan tidak faham demokrasi. Kita liat dan disuguhi fenomena perilaku yg mengundang kritik, mengapa bukan agama lain? Mengapa ektrimis itu identik Islam? Mengapa yg tidak bisa demokratis dan tidak bisa jujur itu moslem? Mengapa issu korupsi dan extremis itu berasal dr Islam, dan mengapa pula justru olok olokan itu justru berasal dari mereka yg menyebut dirinya aktivis dan Islam, poor Islam. Sedominan itukah Islam di Indonesia, benarkah memang politik bunuh diri dan lempar teman sendiri itu tampak lebih keren dan populis? bahkan sampai ke yang ecek ecek tentang liputan warung dilarang berjualan yang dilakukan oleh aparat satpol PP yang baru baru ini heboh dan di komplain di dunia maya akibat diliput oleh kompas TV pun, kembali mengkritisi soal Islam yang benar?

Kita ini sebenarnya sedang menelanjangi diri lagi sebagai Islam yg tidak bisa bertoleransi, bagaimana dengan kaum moslem yg bertoleransi terhadap peristiwa nyepi di bali? Bagaimana dengan kaum moslem yg tidak boleh menggunakan jilbab karena harus bertoleransi kepada mayoritas yg beragama kristen? Kenapa kalian diam? Milik siapakah toleransi itu? Atau jangan jangan permasalahannya bukan pada soal dan berdagangnya. Namun kepada soal kemiskinan, tidak ada kemampuan negara memberikan lapangan yg layak dan seterusnya. Adakah issu lain buat olok olokan yang jauh lebih penting dari sekedar olok olokan ini? Bukankah masalah di negara ini yg lebih besar dan dalam darurat tiga jauh lebih banyak? Tak lakukah issue tentang pengangguran yg  merajalela? Kemiskinan dan tingkat korupsi yg belum tertangani? Fasilitas publik dan pendidikan moral yg berantakan? Tidak adil bila kemudian orang berame rame mengolok ngolok dan membandingkan meanstream yg dibangun dari liberalisme berpikir dan soal ibadah yg tepat dan tidak tepat apalagi berbuntut pada HAM, demokratisasi ibadah, interpretasi sosial tentang makna sebagai ibadah sosial ataukah individu. Satu pertanyaan yang menggelitik benarkah rule itu tak penting lagi dalam negara yang kadung mengambil sikap liberal?

image

Sebenarnya kita ini sedang menguji arah dan jalur jalan yg sedang kita lintasi, di arus jalur kanan yang ramai dan berdesakan itukah kita bernegara? ataukah dijalur kiri yg lengang dan cuman kita sendirian? Dalam konteks apapun dalam proses berdemokrasi dan bernegara, kita hanya ditantang untuk memilih jalur tersebut. Dan itu hanya pilihan, hanya sebuah jalan. Rule, paradigma, atau katakanlah konstitusi yg semua rakyat atau yg terikat kepada sistem tersebut mereka harus mematuhi kalau tidak akan membahayakan orang lain karena berjalan di lintasan yang salah.

Liberalisme memang diakui telah menyedot seluruh cara pandang kita, meanstream kita. Hingga cara pandang melihat orang beragama. Kita tau sebagean besar negara negara Islam belahan asia barat atau eropa memang berbeda jauh dengan perilaku sosial dan keagamaan di Asia timur. Islam yg tumbuh seperti di negara Turki, Armenia, Azerbaijan, Kadjakivstan, Iran akan berbeda dengan Indonesia, Arab, Mesir atau Pakistan misalnya. Karakter Islam yg tumbuh di Asia Barat ataupun dataran Eropa memandang Islam layaknya symbols kartu tanda penduduk tanpa isi. Mereka moderen, liberal dan benar benar tidak peduli dengan rule, aturan, apalagi fiqih. Sama seperti yg kita mau sekarang, Islam tanpa isi. Simbolis, Hyper pluralism, dan liberal.

Tidak butuh sanksi moral dan aturan pemerintah. Tidak malu hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, puasa dalam kondisi menstruasi pun hak mereka, menghormati dan sangat sangat harus menghormati bila sesama moslem minum minuman keras bersama sebagai simbol toleransi yang tinggi. Islam simbolis inilah yang menyatukan moralitas relative dalam beragama. Menabrak semua aturan, tidak malu malu lagi terhadap perubahan jaman. Liberalisme adalah sebuah keniscayaan dan seterusnya. Fenomena inilah yg sedang terjadi di Indonesia, dimana hiperpluralisme dan demam demokrasi tanpa rule menyerang ranah agama sebagai wilayah privat. Transformasi ibadah ke ranah sosial dengan simbol simbol agama, seperti Islam Nusantara, ibadah sosial, agnotisme, dan bentuk bentuk lainnya.

sebenarnya sedang mengancam substansi dan . Hiperpluralisme adalah bentuk baru dari imbas pemikiran post modernism yang anti struktur, anti rule. Yang ada hanya issu, jargon, dan pengulangan kembali teori lama yang sebenarnya sudah dipakai ribuan tahun yang lalu. Seperti kapitalisme, dekonstruksi agama, anti kemapanan, perjuangan kelas prolentar, sacrifice, secularism dsb. Hampir ide ide mereka yang dibungkus dengan politik bahasa, politik komunikasi, hampir tidak memiliki issu baru. Bisa cepat dibaca bagi kita yg memahami betul ilmu politik dan perkembangan sejarahnya.

image

Hampir semua yg ditolak oleh hegemoni hiper pluralisme politik dan agama adalah teori teori politik dan pemikiran tentang agama yg justru memiliki kekuatan konsep, jauh lebih dalam dan detail. Sebut saja soal konsep negara yang diambil dari pemikiran sosialisme, atau politik dan hukum yang diambil dari pemikiran khilafah dan Islam tanpa dipolitisasi. Mereka jauh lebih jelas rule dan pijakan dasar hukumnya yg membedakan dengan aspek normativitas moral yg relatif dan pheripherial. Bukan sekedar rame di permukaan namun kosong di isi dan dalam tata hukumnya.

Jadi pertanyaan yang menggelitik saya yang terakir adalah, benarkah kita yakin rule atau ketertiban umum itu tidak penting? Manakah yang penting? Aturan dulu baru tertib ataukah acak acak dulu dengan ide dekonstruksi dan isu hiper pluralis baru berkeadilan? Benarkah setelah masyarakat menjadi sekuler dan liberal terwujud, pelumpuhan konsistensi hukum dasar terjadi, moralitas universal terwujud, maka masyarakat akan patuh pada aturan baku dan menghormati spritualitas?

mari kita lihat bersama!

Renungan Agar Kita Pandai-Pandai Menggunakan Akal

  1. Karena miskin makanya saya merampok. Kalau saya punya uang, tak mungkin saya merampok. Saya tidak bersalah. Kemiskinan adalah penyebab utamanya.
  2. Karena cewek itu berpakaian sexy sehingga nafsu saya tidak terkendalikan, kemudian saya memperkosanya. Saya tidak bersalah, pakaian sexynya adalah penyebab utamanya.

  3. Karena tidak pintar makanya saya menyontek di kelas. Coba kalau pintar, tak mungkin saya menyontek. Saya tidak bersalah,
    ketidak-pintaran itu penyebab utamanya.

  4. Dia menghina saya makanya saya bunuh. Saya tidak bersalah. Kalau saja dia tidak menghina saya tak akan saya bunuh. Hinaan dia itu penyebab utamanya.

  5. Dia melecehkan ajaranku makanya saya bakar rumah ibadahnya. Kalau saja dia tidak melecehkan ajaranku tak mungkin saya bakar rumah ibadahnya. Saya tidak bersalah. Yang salah itu dia dengan
    pelecehannya.

Astaghfirullah, Kapankah manusia mampu berpikir dan menalar dengan pikiran yang terang dan bersih ?
Kapankah manusia mampu membuang semua " kambing hitam " dan berpikir secara rasional ?
Kapankah manusia mampu berpikir demi kepentingan umum daripada kepentingan pribadi / kelompok ?
Apakah satu tiang kayu di rumahmu terkena rayap dan anda mesti merubuhkan seluruh rumahmu ?
Apakah dengan maksud mengambil sebatang kayu kita mesti membakar satu hutan ? Apakah coretan anak kecil di sebuah dinding mesti dibersihkan dengan merubuhkan dinding itu ?

Tidak gampang untuk menjadi manusia yang dalam berpikir dan bertindak. Bergaulah dengan orang-orang yang bijak dan jauhilah manusia yang bermoral rendah.

Anda tidak dijamin sehat dengan memakan 1 kg ginseng, namun anda dijamin mati dengan memakan 100 gr sianida.

Pergeseran Geopolitik Erdogan

Ada yang menarik dari rute yang diambil pesawat Erdogan dalam rangka menuju St. Petersburg untuk bertemu Putin kemarin.

Biasanya, rute terdekat adalah melewati wilayah udara Ukraina yang langsung menghubungkan Ankara – St. Petersburg.

Namun, Erdogan sepertinya menyadari bahwa presiden Ukraina – Poroshenko – merupakan boneka AS dan tak mau mengambil resiko 'celaka', dan mengambil rute memutar.

Tentang Doa, Harapan atau Kutukan

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan yang dibacakan oleh Romo Muhammad Syafei di Gedung DPR/MPR, yang berisi harapan kepada Allah SWT agar dihindarkan dari pemimpin yang suka berbohong dan suka memberi harapan-.

Setiap doa itu bagus, karena sejatinya menyuarakan harapan dan niat baik tersurat maupun tersirat, dan selebihnya memasrahkan segalanya kepada Kehendak, Kuasa dan Ridho dari Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Jadi, siapapun yang memberikan doa, atau apapun jenis harapan dan keinginan yang menyertai doa tersebut, di aminkan saja. Sepanjang semangat dari doa tersebut memasrahkan segalanya kepada Kuasa dan Ridho Allah. Dalam Konteks inilah kita memaknai Doa Romo Syafei Kamis lalu. Apapun harapan dan niat yang terkandung dalam doa Romo Syafei, tetap saja segala sesuatunya ada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Tahu.
Yang kita tangkap secara tersurat maupun tersirat dari doa Romo Syafei hanya dua hal. Mengadu, dan kemudian meminta pertolongan kepada Allah atas ketidakberdayaan kita saat ini, karena segala sesuatunya hanya Allah lah yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Dan tentu saja, maha menentukan. Selebihnya, bukan urasan kita kita yang berdoa. Tapi sudah masuk ranahnya Sang Raja Alam Semesta.