Sabtu, 13 Februari 2021

Badan di Perjalanan



Aku memandangi kemegahan kota yang basah diguyur air hujan,
aku memandangi wajah-wajah tua yang hampir menyerah dihimpit zaman, 
aku memandangi keresahan yang lelah ditaburi bintang-bintang, benarkah sanjungan itu kemuliaan?
benarkah telah sirna lentera itu dari malam?

Ku dengarkan sayup suara adan di kesunyian,
duh para pengelana, bilakah menghentikan langkahnya,
bersembah sujud mensyukuri karunia di badan,
badan ini berapa lama di perjalanan,
meniti hari siang dan malam menjemput impian,
bilakah tasbih dan tahmid fasih di lisan,
menyentuh kalbu diambang kegersangan.

Ini kisah bukanlah seperti kembang yang harum mewangi, kemudian layu dibuang di comberan,
Ini kisah badan di perjalanan,
meniti hari pagi siang petang dan malam,
menyibak tirai usia di kegelapan,
menghitung entah tinggal sisa berapa,
menghitung apakah amal ini seperti tulang berserakan
dari sisa anjing liar yang ditinggalkan,
ataukah seperti mutiara yang cemerlang bercahaya,
Tuhan,
hambaMu menanti jawaban.

========================
Muhammad Saroji, 20 Juli 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar