Kamis, 17 Desember 2020

Adab Membaca Al Qur'an




1.Sayyid Ibrahim Al Khowwash ra mengatakan: “ Obat hati ada lima membaca aLQur’ an dengan perenungan, mengosongkan perut, bangun malam, merendah diri di akhir malam dan berkumpul dengan orang-orang sholeh”. keterangan senada di

2.Sebagian ulama mengatakan: barang siapa tidak membaca al-Qur’an, maka ia telah memutuskannya dan barang siapa membaca al Qur’an tanpa merenungi makna-maknanya, maka ia telah memutuskannya dan barang siapa membaca. al-Qur’an namun tidak mengamalkan apa yang ada di dalamnya, maka ia telah memutuskannya,

3.Allah swt berfirman:

وَا ذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَـهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِا لْغُدُوِّ وَا لْاٰ صَا لِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang orang yang lalai. [aL A’rof: 205]

dan juga berfirman:

ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا والتبع هوه (الكهف:٢٨)

Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan

dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya. Ini menunjukkan bahwa tidak seharusnya manusia itu lalai hatinya
dalam beribadah dan membaca al-Qur’an.

4.Barang siapa membaca al-Qur’an dan mengetahui makna-maknanya, maka untuknya 700 pahala di setiap hurufnya. (atau yang semakna dengan pembahasan ini)

5. Para salaf selalu mengajarkan anak-anak mereka satu ayat dari al Qur’an disertai maknanya, sebab turunnya dan tempatnya. (atau yang semakna dengan pembahasan ini)

6.Hendaknya bagi seseorang yang mendapatkan kekhusyu'an dan kelezatan dalam satu ayat dari al-Qur'an untuk mengulanginya walaupun sampai seratus kali, karena mungkin ia mendapatkan futuhnya sebab ayat itu. (atau yang semakna dengan pembahasan ini).

7.Dinukil dari sayyidina Ja'far Shadiq, bahwa beliau jatuh pingsan dalam keadaan sholat. Dan ketika ditanya akan hal itu, ia menjawab: “Aku terus mengulangi ayat al Qur'an hingga aku mendengar langsung
dari Pembicaranya (Allah)”. <“Awa'riful Ma'arif: 5/50>

8.Kerap kali sayyidina Umar bin Khattab melewati satu ayat dalam wiridnya di waktu malam lalu beliau jatuh pingsan hingga beliau _ dijenguk layaknya orang sakit.

9.Sayyid Muhammad bin Hasan Jamalullail selalu mengulangi ayat:
ان الذين ءامنوا وعملوا الصلحت سيجعل لهم الرحمن ودا
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

10. Habib Muhammad bin Hasan Jamalullail menemukan kelezatan yang luar biasa dalam membaca al-Qur’an dan kerap kali tampak di mulut dan lisannya rasa seperti manisnya madu dan gula hingga

beliau menghindari membaca al qur'an di saat puasa agar puasanya tidak terlihat batal.

11.Diriwayatkan dalam sebuah atsar, bahwa orang yang membaca alQur'an dalam keadaan berdiri di dalam sholat, maka untuknya di setiap hurufnya 100 kebaikan, dan jika dalam keadaan duduk 50, dan jika bukan di dalam sholat dalam keadaan suci 25, dan jika tidak dalam keadaan suci 10 kebaikan. keterangan senada di

12.Ada sebuah riwayat dalam atsa'r yang lain: “Barang siapa membaca al Qur'an dan mengetahui mengapa dirofa 'kan, mengapa dinashobkan (ilmu nahwunya). maka untuknya 700 kebaikan dalam setiap hurufnya”. Ini bagi orang yang membaca bukan dalam sholat, dan jika ia membacanya dalam sholat dengan berdiri, maka untuknya 100 kebaikan seperti yang telah lalu, lalu dikalikan 700 dengan 100 maka hasilnya menjadi 70 ribu.

13.Maimun bin Mahran ra berkata: “Sesungguhnya ada di antara orang orang yang membaca alQur'an dan ia melaknat dirinya sendiri, dikatakan kepadanya: “Baga

imana bisa demikian?”, ia menjawab: orang itu membaca:

فنجعل لعنت الله علىالكذبين ( ال عمران : ٦١)

Dan kita minta supaya la'nat Allah ditimpakan kepada orang orang yang
dusta. 

Sedangkan dia berdusta, 

ألا لعنة الله على الظلمين ( هود : ١٨)

Ingatlah, kutukan Allah ditimpakan atas orangorang yang zalim. sedangkan dia berbuat kezaliman. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar