Kamis, 05 November 2020

Ujian Kemiskinan dan Kematian



Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ۙ 


"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"


الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَا بَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَا لُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِ نَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ ۗ 


"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)."


اُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ


"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155-157)

Kehidupan di dunia ini cuma sementara. Kehidupan akhirat itu yg abadi..

Allah telah berjanji akan menguji kita dengan ketakutan, kelaparan, kemiskinan, dan kematian orang yg kita cintai.

Semua musibah yg kita dapat ini sudah tertulis di Lauhul Mahfudz 50 ribu tahun sebelum kita lahir. Jangan sedih.

Sahabat dan saudara kita yg meninggal itu mendahului kita ke alam kubur. Kita pun akan menyusul.

Jika kita beriman dan beramal saleh, insya Allah kita bisa berkumpul di surga.

Inilah makna iman kepada Akhirat dan Takdir Allah (FM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar