Minggu, 23 Agustus 2020

Mutasi Corona yang 10 Kali Lebih Menular Ada di Malaysia

Forum Muslim - Mutasi virus corona SARS-CoV-2 yang 10 kali lebih mudah menyebarkan Covid-19 ke manusia ditemukan di Malaysia. Mutasi virus yang lebih menular ini bernama D614G.

Mutasi virus corona SARS-CoV-2 turunan D614G pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan pada bulan Juli di Amerika Serikat dan Eropa. Virus yang lebih mudah menular ini kemungkinan menyebabkan vaksin yang tengah diuji saat ini tidak efektif menangkal virus varian ini.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah, Minggu (16/8). Sehingga, Noor mengingatkan agar warga lebih waspada.

"Ditemukan virus yang 10 kali lebi mudah menular ke manusia dan mudah menyebar jika disebarkan oleh 'super spreader'," tuuturnya dalam pernyataan di laman Facebook.

Super spreader adalah orang yang terinfeksi virus corona namun tak memiliki gejala (carrier). Tapi, meski demikian ia bisa menularkan penyakit Covid-19 itu ke banyak orang lain.

Umumnya, carrier menularkan pada 2 hingga 3 orang lain. Tapi super spreader (penyebar super) bisa menularkan pada 11 hingga puluhan orang lain.

Virus ini dibawa oleh seorang pria yang baru dari India. Ia melanggar ketentuan karantina dan menginfeksi lebih dari 45 orang.


Sebelumnya, temuan WHO menyebut mutasi virus corona SARS-CoV-2 tidak akan membuat penyakit Covid-19 lebih parah dan menghambat pengembangan vaksin, seperti dilansir dari Times of India. Ketika 45 kasus positif corona itu dirawat, ternyata dari uji sampel, 3 orang memiliki virus corona yang sudah bermutasi jadi lebih menular dengan varian D614G.

Namun, Dr Noor Hisham berpesan kepada masyarakat untuk terus menerapkan tindakan preventif dan pengendalian kesehatan masyarakat dengan mengambil tindakan termasuk menjaga jarak fisik, praktik kebersihan diri dan memakai masker wajah.

"Sejauh ini, kedua kluster ini ditemukan terkendali sebagai akibat dari tindakan kontrol kesehatan masyarakat yang cepat," kata Dr Noor Hisham. "Tes awal ini dan beberapa tes lanjutan sedang dilakukan untuk menguji beberapa kasus lain, termasuk kasus indeks untuk dua cluster," seperti dikutip Channel News Asia. Mutasi ini ditemukan oleh Institut Riset Medis Malaysia. Lembaga itu menguji hasil isolasi dan tes kultur terhadap virus yang didapat pada tiga kasus dari cluster Sivagangga negara dan satu kasus dari cluster Ulu Tiram.

Malaysia dilaporkan memiliki 25 kasus Covid-19 baru, Minggu (16/8). Sembilan kasus merupakan transmisi lokal dan 16 lainnya impor. Total terdapat 9.200 kasus di Malaysia dengan 216 masih aktif.

Selain Malaysia, virus ini juga ditemukan di Filipina. Di negara itu, strain virus jenis ini ditemukan pada salah satu sampel tes Covid-19 di Manila, seperti dilaporkan Bloomberg.

Kasus yang dikonfirmasi di Filipina telah melonjak 76 persen dari akhir Juli menjadi total 164.474 pada Senin (17/8). Angka positif corona di Filipina menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, melampaui Indonesia sejak sepekan lalu. (CNN)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar