Sabtu, 22 Agustus 2020

Belajar Islam Dengan Otodidak Menyebabkan Salah Faham Dan Ngawur

Ilustrasi
Ilustrasi



Forum Muslim - Pelajar tidak akan mampu mempelajari ilmu agama dengan benar tanpa melalui ulama, bahkan Imam Abu Yazid Al Busthomi memperingatkan pelajar yang mempelajarinya tanpa guru sebagai berikut:

تفسير حقي ج٧ص٣٩٣
ومن كلام ابى يزيد البسطامى قدس سره من لم يكن له شيخ فشيخه الشيطان

 "Barangsiapa yang tidak mempunyai guru, maka gurunya adalah Setan".

Imam Sayid Alawi bin As Saqof dalam kitab Sab'atul kutub menjelaskannya sebagai berikut:

سبعة الكتب المفيدة ص٥٢
فصل فيمن يصح أن يتخذ شيخا إعلم وفقني الله وإياك لمرضاته أنه يجب على مريد الطريق أن يقصد عند إرادة إنابته وتوبته واستيقاظه من نوم غفلته شيخا من أهل زمانه يكون مترقيا في مقام الرجال الكمل شرعيا حقيقيا سلوكه على الكتاب والسنةوالاقتداء بالعلماء إلى أن قال… فالشيخ العارف الواصل وسيلة المريد إلى الله وبلبه الذي يدخل منه على الله فمن لاشيخ له يرشده فمرشده الشيطان ومن هذا تعلم أنه لا يجوز التصدر لأخذ العهد على المريدين وإرشادهم إلا بعد التربية اهـ

"Fasal menjelaskan orang yang pantas menjadi guru. ketahuilah! -semoga Alloh memberi pertolongan ridlo-Nya kepada kita- sesungguhnya wajib bagi murid Thoriqot apabila ingin kembali, taubat dan bangun dari tidur "lupanya" untuk mencari guru di zamannya yang metodenya terdidik sebagai lelaki sempurna secara syariat dan hakikat, sesuai Al Qur'an, Al Hadist dan mengikuti Ulama. Maka guru yang wushul (sampai derajad ma'rifat Allah) sebagai perantara murid pada Allah, dan menjadi sari pati yang bisa menghantar ma'rifat Allah. Maka orang yang tidak mempunyai guru yang mampu menjadi petunjuk baginya, maka pembimbingnya adalah setan, dan dari ini diketahui sesungguhnya tidak boleh membaiat  para murid dan membimbing kecuali setelah memberi pendidikan (Ilmu Syariat)".

Mayoritas ulama, seperti Imam Nawawi dalam kitab majmu' berkata:

المجموع شرح المهذب ج١ص٦٦
فقد قال ابن سيرين ومالك وخلائق من السلف: هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم. إلى أن قال… وقالوا: ولا تأخذ العلم ممن كان أخذه له من بطون الكتب من غير قراءة على شيوخ أو شيخ حاذق فمن لم يأخذه إلا من الكتب يقع في التصحيف ويكثر منه الغلط والتحريف.

"Imam Ibnu Sirin, Imam Malik dan Para ulama salaf berkata: "Ilmu ini adalah agama, maka telitilah dari siapa kalian belajar tentang agama kalian" Para Ulama' berkata: "Janganlah kalian belajar ilmu dari orang yang belajar dari kitab tanpa membaca pada para Syaikh atau syaikh yang pintar, maka barangsiapa yang mempelajari ilmu hanya lewat buku akan mengalami kesalahan pemahaman, banyak membuat kekeliruan dan akan membelokkan pengertian".

Ibnul Mubaarok rahimahullah berkata :

الإِسْنَادُ مِنَ الدِّيْنِ وَلَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ

"Isnad adalah bagian dari agama, kalau bukan karena isnad maka setiap orang yang berkeinginan akan mengucapkan apa yang ia kehendaki". (Zainal Abidin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar