Minggu, 16 Agustus 2020

Beginilah Para Ulama Salaf Menyikapi Istri Yang Durhaka

Dan termasuk dari akhlak para salafus sholeh adalah kesabaran mereka menghadapi gangguan istri mereka, mereka melihat bahwasanya semua gangguan, pelanggaran dan akhlak yang jelek yang dilakukan oleh istri-istri mereka adalah gambaran buruknya mu'amalah mereka dengan Allah SWT. Setiap mereka durhaka kepada Allah maka mereka akan didurhakai oleh istri, inilah anggapan kebanyak dari salaf.

Namun meskipun istri mereka durhaka, mereka tetap memberi hak-hak seorang istri dengan sempurna karena mengamalkan hadist "laksanakanlah anamah kepada orang yang memberimu  amanah, dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu".

Ka'ab Al-akhbar mengatakan: Barangsiapa yang sabar atas kedurhakaan istrinya maka dia akan diberi pahala seperti pahalanya Nabi Ayyub AS.

Imam Hasan Albasri berkata: 4 hal termasuk celaka : banyak keluarga, harta yang sedikit, tetangga yang jelek, dan istri yang khianat.

Imam Ali bin Abi Thalib berkata: 5 hal yang dapat menyenangkan seseorang: istri yang sholehah, anaknya berbakti, saudaranya adalah orang yang bertaqwa, tetangganya adalah orang yang sholeh, dan rizkinya didapatkan dilingkungannya.

Nabi Muhammad SAW bersabda:" Ya Allah aku berlindung kepadamu dari orang yang lalai, dari tetangga yang jelek, dan dari istri yang durhaka ".

Ahmad bin Harb berkata: "jika berkumpulan 6 sifat pada diri wanita, maka sempurnalah kesholehahannya: menjaga sholat 5 waktu, taat pada suami, ridho kepada Tuhannya, menjaga lisan dari ghibah dan mengadu domba, zuhud terhadapat dunia, dan sabar ketika mendapatkan musibah.

Abdullah bin Mubarok berkata: Dan dari fitnah wanita yang di peringatkan oleh Nabi Muhammad adalah wanita yang dapat merusak tali silaturrahmi suami-suaminya, dan memaksa mereka untuk mencari tambahan pekerjaan untuk memuaskan syahwat sang istri.

Abdullah bin Umar berkata: Tanda-tanda istri ahli neraka adalah dia akan tersenyum didepan suaminya dan berkhianat dibelakangnya.

Imam Madayani berkata: diantar nabi-nabi terdahulu ada yang mengadu kebada Allah tentang jeleknya perangai sang istri, maka Allah berfirman: Aku sengaja menjadikannya seperti itu agar engkau selamat dari siksaan.

Hatim Al-Ashom berkata: ciri-ciri istri sholehah: pikirannya selalu takut kepada Allah, Kekayaanya adalah qona'ah terhadap pemberian Allah, Perhiasannya adalah dermawan dengan apa yang dia miliki, Ibadahnya adalah Pengabdiannya kepada suaminya, Dan Keinginannya adalah selalu siap menghadapi kematian.

Abu Muthi' Albalkhi mengadu kepada Ayyub bin kholaf tentang buruknya perangai istrinya dan beliau berkata : Barangsiapa yang tidak sabar menghadapi istri yang durhaka bagaimana dia bisa meminta derajat yang tinggi disisi Allah.

Dan begitulah para salaf, banyak dari mereka mendapatkan maqom(derajat) yang tinggi disisi Allah disebabkan sabar menghadapi istri mereka, dan mereka tidak menceraikan istri-istri mereka yang durhaka dikhawatirkan mereka tidak mendapatkan suami yang penyabar, sehingga suami tersebut tidak ridho kepada mereka, dan hanya ridho suamilah yang dapat mengantarkan mereka ke surganya Allah seperti dala hadist :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « أيما امرأة ماتت وزوجها عنها راض دخلت الجنة »
(رواه إبن ماجه والترمذي)
 
"Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa ridho terhadapnya, maka ia akan masuk surga".  (HR Ibnu Majah, dan di hasankan oleh Imam Tirmidzi).

SUMBER: Kitab Tanbihul Mughtarrin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar