Sabtu, 04 Juli 2020

Tegar


Kenapa harus kalah dengan kejamnya kehidupan…
Kenapa harus mengalah pada ketidakpastian….
Kenapa harus terkalahkan oleh ketersendirian….

Wahai jiwa yang tersisih,
seperti langit jingga ditinggal sang mentari.
Wahai malam yang kan berganti pagi,
dijemput embun menitik turun ke bumi….

Bangkit dan bernyanyilah
seperti nyanyian camar di tengah samudra.
Berdiri dan berlarilah
seperti kijang kencana meraut hujanan cakra,
kaulah pejuang
kaulah pahlawan
kaulah intan
kaulah mutiara
di tengah lautan kehidupan…


Puisi ini diciptakan oleh Muhammad Saroji

Tidak ada komentar:

Posting Komentar