Sabtu, 04 Juli 2020

Tak Sepantasnya Kau Bermimpi


Kelelahan merambat masuk
memenuhi relung-relung hati
ingin ku buka cadar kelabu ini,
demi menyeka keringat,
melepas nestapa
tapi kelelahan ini bukan untuk di maki,
apalagi dibenci.

Di ujung senja ini
ku buka mata rapat-rapat ini,
membuka untuk melihat terbenamnya matahari,
bangunlah jiwaku
tak sepantasnya kau bermimpi!
Sudahi lelah ini!
Bangunlah dan segeralah mandi
di bejana suci ini!

Panggilah buah hatimu,
usaplah rambut hitamnya,
kau selalu berharap : jaya, berjayalah
karena hidup bukan sekedar mimpi
tapi perjuangan sampai akhir hayat nanti!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar