Kamis, 02 Juli 2020

Nyanyian Bebatuan


Alunan suara berhembus menyeruak kesunyian,
di penghujung sepi langkah lelah tetap tegar berdiri,
gelombang laut membiaskan cahaya purnama,
tempat bayang-bayang kelepak burung camar kembali ke sarangnya.

Alunan suara berhembus semakin deras menyeruak kesunyian,
malam semakin dingin meninggalkan sepenggal kisah,
tentang kau dan aku yang telah sepakat untuk berpisah.


Pergilah wahai belahan jiwa,
karena tak lagi kerinduan datang untuk diagungkan.
Pergilah mata hati cinta bersama kesucian malam,
mengiring nyanyian pasir menyeruak lautan.


Wahai permata hati yang telah lama retak,
wahai kenangan jiwa yang akhirnya sia-sia,
wahai nyanyian pilu yang tak berair mata,
wahai mawar sekuntum yang indah di taman,
pada saat gelombang laut tetap berkejaran,
dan kelepak burung camar makin lelah mencari pijakan,
pergilah dengan segenggam doaku,
segenggam asaku,
pergilah,
untuk tak berpaling lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar