Sabtu, 04 Juli 2020

Akhir Cinta Di Batas Kota


Bagaikan burung,
sayap ini telah mengepak jauh,
menelusuri tebing,
jurang dan ngarai…
demi menjemput dirimu,
demi cinta kasihmu.

Ku dengar di sana kau bersedih,
tentang cinta yang datang, hilang dan pergi,
kau berlari memberanikan diri
meninggalkan luka yang mengiris hati.

Di batas kota,
di antara bibir pantai dan tebing yang tinggi,
ku lihat keanggunanmu yang bening,
menitikan embun di pucuk jari manis,
aku hanya menghela nafas,
panjang-panjang,
di batas kota ada cerita cinta yang tersisa…
hingga akhir hayat nanti.


Puisi ini diciptakan oleh Muhammad Saroji

Tidak ada komentar:

Posting Komentar