Minggu, 14 Juni 2020

Sikap Orang Yang Lupa Kepada Allah


الغَافِلُ اِذاَ اَصْبَحَ نَظَرَ فيماَ يَفْعَلُ، والعاَقِلُ يَنْظُرُ ماَذاَ يَفْعَلُ اللهُ بِهِ

.”orang yang lupa/lalai dalam tauhidnya (bahwa segala sesuatu itu berjalan menurut ketentuan takdir الله), jika pagi hari dia selalu berangan-angan apakah yang harus aku kerjakan hari ini (yakni mengatur dirinya sendiri), sedangkan orang yang sempurna akal tauhidnya memikirkan apakah yang akan ditakdirkan الله bagi dirinya hari itu.

Jadi pandangan orang yang lalai pada الله, itu selalu mengatur dan memandang dirinya dan kemampuan atau rencananya,maka dari itu الله menyerahkan urusannya itu pada dirinya sendiri.sehingga tidak akan berhasil apa yang direncanakan.
Sedangkan orang yang berakal, itu selalu memandang الله selalu mengingat kekuasaan dan kebijaksanaan الله, maka الله mencukupi apa yang menjadi kebutuhannya, jadi permulaan pemikiran yang bergerak dalam hati itu menjadi timbangan dan ukuran tauhid dan imannya kepada الله.
Umar bin Abdul Aziz berkata: kini aku tidak merasa senang kecuali dalam ketentuan- ketentuan takdir الله.
Abu Mad-yan berkata: Usahakan dengan sungguh- sungguh bila dapat,supaya hatimu tiap pagi dan sore menyerah bulat-bulat kepada الله, semoga الله melihat padamu dengan pandangan RohmatNya.niscaya kamu termasuk orang bahagia dunia akhirat.
Siapa yang melihat kepada الله, maka tidak akan terlihat dirinya sendiri, dan siapa yang melihat dirinya sendiri maka tidak terlihat الله. Karena itu jika engkau menghadapi sesuatu hal, perhatikan hatimu, kemana condongnya, jika langsung pada kekuatanmu sendiri, maka terputus dengan الله,. Dan jika langsung pada kekuasaan الله, berarti engkaulah yang telah sampai kepada الله, sedang alam ini semua dalam genggaman الله.
Dan tiap pagi sebaiknya berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي اصبحت لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلا نَفْعًا , وَلا مَوْتًا وَلا حَيَاةً وَلا نُشُورًا , وَلا أَسْتَطِيعُ أَنْ آخُذَ إِلا مَا أَعْطَيْتَنِي , وَلا أَتَّقِيَ إِلا مَا وَقَيْتَنِي انك ذو الفضل العظيم

“Ya الله kini aku berada diwaktu pagi, tiada menguasai diriku untuk kebaikan atau menolak bahaya, atau mati atau hidup atau bangkit sesudah mati, dan aku tidak data mengambil kecuali yang engkau beri, dan tidak dapat menghindari sesuatu kecuali yang engkau hindarkan. Ya الله pimpinlah aku kepada jalan yang Engkau ridhoi baik dalam perkataan atau amal perbuatan di dalam taat kepadaMu, sungguh Engkau Dzat Yang Maha Besar karuniaNya.”
Do’a Syeikh Abul-Hasan asy-syadzily رضي الله عنه.
اللهم إن العلم عندك وهو محجوب عني ولا أعلم أمراّ فأختاره لنفسي فقد فوضت إليك أمري ورجوتك لفاقتي وفقري فأرشدني اللهم إلى أحب الأمور إليك وأرضاها عندك وأهداها عاقبة فإنك تفعل ما تشاء بقدرتك إنك على كل شي قدير
“ Ya الله sungguh segala sesuatu ada di tanganMu, dan tertutup dari padaku, dan aku tidak mengetahui apa yang harus aku pilih untuk diriku, maka pilihkanlah apa yang baik bagiku, dan bawalah aku dalam hal yang amat baik serta terpuji akibatnya dalam agama,dunia dan akhirat, sesungguhnnya Engkau berkuasa atas segala Sesuatu.”

Sumber : https://telegram.me/kitabhikam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar