Senin, 15 Juni 2020

Sebaik-baik Satir/Tutup Dari Allah


الستر على قسمين ستر عن المعصية وستر فيها، فالعامّة يطلبون من الله تعالى الستر فيها خشيــة سقوط مرتبتهم عندالخلق، والخاصة يطلبون من الله السترعنهاخشية سقوطهم من نظرالملك الحقّ

“Tutup (dariالله) itu ada dua: (1) tutup dari berbuat maksiat/ dosa, (2).tutup dalam berbuat maksiat, sedang manusia pada umumnya meminta kepada الله supaya ditutupi dalam perbuatan maksiat, karena kuatir jatuh kedudukannya dalam pandangan sesama manusia. Tetapi orang-orang khusus meminta kepada الله, supaya ditutupi dari berbuat maksiat/ dosa, jangan sampai berbuat maksiat, karena takut jatuh dari pandangan الله."

Manusia pada umumnya meminta pada الله , supaya ditutupi maksiatnya pada waktu mengerjakannya, sehingga mereka meminta pada الله supaya ditutupi karena takut kedudukannya di masyarakat/ sesama manusia jatuh sebab maksiat itu.

 الله berfirman:

“يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ”

(mereka sembunyi dari sesama manusia, tetapi tidak sembunyi dari الله yang selalu beserta mereka”.) QS 04:108

‘Ady bin Hatim رضي الله عنه. berkata: رَسُول اللهﷺ . Bersabda: Kelak pada hari Qiamat ada beberapa orang yang dibawa ke surga, tetapi setelah melihat segala kesenangan yang tersedia dan merasakan hawa enaknya surga, tiba-tiba diperintahkan mengusir mereka dari surga, sebab mereka tidak punya bagian dalam surga itu, maka kembalilah mereka dengan penuh penyesalan, sehingga mereka berkata: Ya الله, andaikan Engkau memasukkan kami ke neraka sebelum memperlihatkan kepada kami surga dan segala yang disediakan untuk para waliMu, niscaya akan lebih bagi kami.

 الله menjawab: memang Aku sengaja demikian, kamu dulu jika sendirian berbuat segala dosa-dosa besar, tetapi jika bertemu dengan orang-orang, berlagak khusuk bermuka-muka pada manusia, berlawanan dengan apa yang ada dalam hatimu, kamu takut pada manusia dan tidak takut padaKu, mengagungkan manusia tidak condong padaKu, maka hari ini rasakan siksaKu yang sepedih-pedihnya, dan diharamkan atas kamu segala rahmatKu.

من اكرمك فانمااكرم فيك جميل ستره فالحمد لمن سترك ليس الحمد لمن اكرمك وشكرك

”Siapa yang memuliakan/ menghormati kamu, sebenarnya hanya menghormati keindahan tutup الله kepadamu, maka seharusnya pujian itu pada الله yang telah menutupi engkau, bukan pada orang yang memuji dan terima kasih padamu."

Sudah menjadi sifat manusia bahwa Tiap orang pasti mempunyai cela/ aib dan kebusukan yang andaikan diketahui oleh orang lain, pasti orang lain akan membenci dan tidak suka padanya. 

Kenyataannya ada orang yang memuji, menghormatinya, adapun yang menyebabkan adanya orang yang memuji dan menghormati padanya, bukan semata-mata karena kebaikannya, tetapai karena الله menutupi kebusukan dan cacatnya, maka pujian itu seharusnya kembali padaالله yang menutupi kebusukan dan aibnya. Karena itu ia wajib bersyukur dan memuji kepada الله yang menutupi aibnya, tidak pada manusia yang memujinya karena tidak tahu kejelekannya. dan memuji kepada الله yang menutupi aibnya, tidak pada manusia yang memujinya karena tidak tahu kejelekannya.

Sumber : https://telegram.me/kitabhikam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar