Sabtu, 27 Juni 2020

Lihat dan Pelajari Alam Ini


اباح لك ان تنظر في الممكوّنات وما اذن لك ان تقف مع ذوات المكوّنات قل انظروا ماذافى السماوات؟ فتح لك باب الافهام ولم يقل: انظرواالسماوات لـءلا يدلك على وجودالاجرام

“Allah memperbolehkan kamu melihat alam sekitarmu (makhluk), tetapi الله tidak mengizinkan engkau berhenti pada benda-benda di alam ini (makhluk). Sebagaimana firman الله : katakanlah: perhatikanlah apa-apa yang di langit. Semoga الله membuka kefahaman padamu, الله tidak brkata : perhatikan langi-langt itu. Supaya tidak menunjukkan padamu adanya benda-benda itu."

Pada hikmah sebelumnya mushonnif menerangkan tentang wujud/ adanya alam (bisa terlihat)itu karena Nur dari الله.

الله نور السموات والارض

(الله itulah yang menerangi langit dan bumi). dan pada hikmah ini kita dituntun untuk bisa melihat dan mempelajari alam ini.

الله mengizinkan kita untuk melihat cipatanNya supaya kita bisa bisa melihat bahwa semua itu ciptaan الله, jangan sampai kita terjebak/berhenti hanya melihat/memperhatikan bendanya, sehingga kita tidak melihat الله di balik benda-benda itu.

Dalam ayat ini menggunakan في dengan makna dhorof, yang berarti: yang harus diperhatikan yaitu apa yang ditempatkan, bukan tempatnya.

Dalam kitab Lathoo-iful minan, Mushonnif mengatakan: الله menciptakan macam-macamnya makhluk bukan supaya kamu melihat makhluk itu, tapi supaya kamu bisa melihat Tuhan yang menciptakan makhluk itu yaitu الله.

الاكوان ثابتة بإثباته وممحوّة باحد يّة ذاته

”Alam/ makhluk ini ada (wujud) sebab di tetapkan oleh الله, tetapi alam ini musnah/ lenyap sebab sifat Esa dzatnya الله."

Siapa saja yang memandang sifat Esa dzatnya الله, pasti tidak akan menemukan sifat tetap dan nyata pada semua makhluk,. Semua makhluk itu bisa mempunyai sifat tetap kalau memandang sifat WAHIDnya الله.

sifat AHADIYYAH menurut para Arifin Dzat yang bersih dari sifat tetap/ nyata pada semua mahluk. Sedangkan sifat WAHIDIYYAH itu dzatnya الله yang nyata ada pada semua makhluk, dan semua makhluk mempunyai sifat tetap (ada) sebab memandang adanya الله pada semua makhluk, sehingga para Arifiin mengatakan “AL-AHADIYYATU BAHRUN-BILA MAUJIN WAL WAA-HIDIYYATU BAHRUN MA’A MAUJIN. (Ahadiyyah itu umpama laut tanpa ombak, sedangkan Wahidiyyah itu umpama laut beserta ombaknya). 
Yakni: menurut pandangan para Arifin, الله itu di ibaratkan laut, maka makhluk diibaratkan ombak yang digerakkan oleh laut. Jadi jelasnya semua makhluk itu bukan الله.

Ke-Esaan dzat الله yang tidak bersekutu itu melenyapkan apa saja (makhluk),yakni tetap الله yang tunggal dan segala sesuatu yang selainNya itu hanya bayangan belaka yang di ciptakan / diwujudkan oleh الله.

Sumber : https://telegram.me/kitabhikam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar