Rabu, 06 Mei 2020

Hakikat Pemberian dari Makhluk

Ilustrasi - File Pribadi


 العَطَاء مِنَ الخَلقِ حِرْماَنٌ والمنْعُ من اللهِ اِحْسانٌ 

"Pemberian dari makhluk itu suatu kerugian (penghalang), dan penolakan dari الله itu suatu pemberian kebaikan dan karunia."

Hikmah ini merupakan ucapan ahli tauhid yang sebenarnya. Orang yang benar-benar bertauhid menganggap bahawa sekiranya mereka menerima pemberian makhluk sedangkan hatinya tidak melihat bahawa pemberian itu sebenarnya dari الله, maka dia menerima pemberian itu suatu kerugian.

Sedangkan penolakan الله atas permintaanmu itu hakikatnya suatu pemberian dan anugerah dari الله, karena الله menempatkan kamu di pintu Rahmat-Nya dan menyelamatkan kamu dari terhalang dengan-Nya.

     Ali bin Abi Tholib berkata: Jangan merasa adanya yang memberi nikmat kepadamu selain الله, Dan anggaplah segala nikmat yang kamu terima dari selain الله sebagai kerugian. (yakni: diantara engkau dengan الله tidak ada perantara, maka semua nikmat yang kamu terima semata-mata dari الله, dan bila terjadi engkau merasa menerima nikmat dari sesama manusia, maka itu sebagai kerugian bagimu.)

Seorang Hakim berkata: Menanggung budi kebaikan dari manusia itu lebih berat dari pada sabar karena kekurangan (ketiadaan). Pemberian dari Makhluk itu, pada umumnya menyebabkan terhijab dari الله, sehingga tidak ingat pada الله. dan merasa berhutang budi kepada sesama manusia, dan inilah letak kerugian moril. sebaliknya penolakan dari الله yang menyebabkan kita ingat الله itu, berarti suatu karunia nikmat yang besar dari الله. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar