Sabtu, 02 Mei 2020

Abah Guru Sekumpul, Cahaya Penerang dan Penyejuk Hati

Abah Guru Sekumpul



Forum Muslim - KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (akrab disapa Abah Guru Sekumpul) dalam salah satu nasehatnya mengajari kita agar dalam melakukan sesuatu itu bertahap. Salah satu kata Abah Guru Sekumpul yang amat melekat dipikiran dan hati kita, beliau berkata jangan berpegang pada sorbanku, beliau khawatir muridnya atau siapapun nanti berlebih-lebihan dalam menilai beliau, hingga berakibat fitnah bagi agama.
Abah Guru Sekumpul sebagai syekh murobbi mursyid cuma menuntun, memberi jalan bagi murid-muridnya menuju Allah dan Rusulullah. Beliau memberikan rambu-rambu dalam menuju Allah, menerangkan hukum-hukum ini haram, ini halal dan lain-lainnya.
Bukan beliau sekedar diidolakan semata namun ajaran, ilmu-ilmu nasehat beliau tak diamalkan dan dipakai. Namanya murid tentu memggembirakan hati guru walaupun beliau secara dzohir telah wafat, namun beliu tetap memandang murid-muridnya dan wilayah kewalian beliau.
"Kasihan Rusulullah, dikubur melihat ummat Rusulullah yang macam-macam prilakunya," kata Abah Guru Sekumpul suatu saat.
Maka Abah Guru Sekumpul menganjurkan kita agar menggembirakan hati Rusulullah dengan menjalankan sunah-sunahnya yang telah mati, berkasih sayangan sesama muslim, jangan berpecah belah.
Guru (ulama akhirat) adalah lampu (Cahaya) pelita bagi ummat, guru yang selalu mengajak ummat dalam tho'at ibadah pada Allah dan Rusul-nya, guru yang memberikan penyejuk di hati manusia, mendatangkan rahmat Allah bagi ummat Rusulullah.
Dulu Abah Guru Sekumpul pernah berkata, "Cinta itu gampang, namun kebanyakan cintanya palsu, berkata cinta dengan Allah, Rusulullah dan guru, namun buktinya apa."
"Enak bila sekedar mengaku-ngku cinta, namun bila dibuktikan palsu cintanya."
Cinta pada Allah, bukan hal yang mudah, karena ibdah yang dilakukan merupakan bukti kehambaan kita pada Allah, cinta pada Allah menumbuhkan ketaqwaan yang mendalam atas diri seorang hamba, semakin tinggi cinta hamba pada Allah, maka makin tinggi derajat taqwanya pada Allah, baik lahir maupun bathin.
Cinta pada Rusulullah, bukan saja banyak sholawat kita untaikan, namun juga akhlak beliau harus diteladani, sunah-sunah beliau harus dijunjung tinggi.
"Kita mau bahagia dunia akhirat, mulia, derajat tinggi di sisi Allah, tidak lain dengan muta'baah (mengikuti) lahir bathin dengan Rusulullah. Makin sempurna mengikuti lahir bathin dengan Rusulullah, maka semakin tinggi derajat kemuliaan hamba di sisi tuhannya," kata Abah Guru Sekumpul.
Cinta pada Auliya atau guru murobbi, cinta ini bukan sekedar ucapan cinta atau mahabbah, namun isinya kosong. Cinta dimaknai mengikuti jejak langkah beliau dalam menuntut ilmu, beramal sholeh, akhlak beliau yang mulia.
"Bila sekedar panatik buta, namun tak mengikuti jejak langkah beliau, nasehat-nasehat beliau tak dilaksanakan, ilmu yang beliau ajarkan tak diamalkan, cuma bangga atas diri beliau, namanya itu cinta palsu," kata Abah Guru Sekumpul.
Bila benar cinta pada guru, apa-apa nasehat, ilmu yang beliau berikan diamalkan dengan ikhlas, istiqomah, Allah yang dituju, bukan dunia, bukan jabatan, bukan kemuliaan, bukan pujian yang dimaksud hati dalam beribadah.
Kebanyakkan manusia fanatik berlebih-lebihan dengan sosok guru, hingga menuhankan guru.
"Guru sebagai pemberi jalan menuju Allah dan Rusulullah, dengan perantara guru kita kenal Allah, Rusulullah, hukum-hukum tuhan, aturan Rusul-nya," tegas Abah Guru Sekumpul.
Abah Guru Sekumpul juga menasehati utamakan dalam hidup ilmu dan ibadah, cari ilmu yang bermanfaat, cari guru yang ahlisunahwaljamaah. Dalam menuntut ilmu harus dikaji yang wajib baru yang sunat. Ibadah harus ikhas dan istiqomah serta benar sesuai tuntunan Rusulullah baik lahir maupun bathin.
Dalam beribadah, guru kita menekankan urusan makan, minum harus yang halal dan jangan subhat bila ibadah mau diterima. Dalam menuntut ilmu jangan berguru yang sesat menyesatkan.
Semoga ini ada manfaatnya dan kita termasuk umat rasulullah yang pandai menggembirakan hati Abah Guru Sekumpul, menggembirakan hati guru-guru kita. Khususnya Abah Guru Sekumpul yang secara lahir telah tiada namun secara bathin beliau masih hidup memandang kita murid-muridnya.
Mudah-mudahan berkat Rasulullah, berkat Auliya Allah dosa kita diampuni Allah SWT, selamat dunia akhirat, kabul segala hajat, mati husnul khotimah masuk surga bighoiri hisab, terkumpul dengan Rasulullah dan guru sekumpul.
Penulis: Zakariya Banjarmasin, santri Abah Guru Sekumpul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar