Jumat, 03 April 2020

Akhirat Adalah Tempat Pembalasan





اِنّماَ جَعلَ الدَّرالاَخِرَة َ محلا ًّ لِجَزَاءِ عِباَدِهِ المُوءْمنينَ لاَِنَّ هٰذ هِ الدَّرَ لاَ تَسَعُ ماَ يُرِيدُ انْ يُعْطيَهُم وَلاَنَّهُ اَجلَّ اَقداَرَهُمْ عنْ اَنْ يُجاَزيَهُِم في داَرِِ لاَبَقاَءَ لهاَ

"Sesungguhnya الله menjadikan akhirat untuk tempat pembalasan bagi hamba yang mukmin, sebab dunia ini tidak cukup untuk tempat apa yang akan diberikan kepada mereka, juga karena الله sayang akan memberikan balasan pahala mereka di tempat yang tidak kekal.”

رَسُول اللهﷺ bersabda:
"Sesungguhnya tempat pecut kuda di dalam surga lebih berharga [baik] dari pada dunia dan semua isinya."

رَسُول اللهﷺ bersabda dan الله تعالى berfirman: "Aku telah menyediakan untuk hamba-Ku yang sholeh, apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, atau didengar oleh telinga atau tergerak dalam hati manusia."

مَنْ وجَدَ ثمَرَة َعملِهِ عاَجِلا ً فَهُو دَليلٌ علٰى وُجودِ القبولِ اٰجِلا ً

"Barangsiapa yang dapat merasakan buah dari amal ibadahnya di dunia ini, maka itu dapat dijadikan tanda diterimanya amal itu oleh الله diakhirat.”

Manis dan lezatnya amal itu sebagai tanda diterimanya amal tersebut oleh الله yang diwujudkan didunia. itu sebagai bukti adanya pembalasan diakhirat. Apabila hamba sudah merasakan manisnya amal, maka jangan sampai berhentiatau condong dengan amal tersebut. dan juga jangan sampai beramal demi mendapatkan manis dan lezatnya amal karena itu kepentingan nafsu. dan karena maksud yang seperti itu bisa merusak keikhlasan ibadah. Jadi rasa manis dan enaknya ibadah itu hanya menjadi ukuran untuk membenarkan amal dan membenarkan tingkahnya hati.

Syeikh Atabah al-Ghulam berkata:
''Aku melatih diri sholat malam dua puluh tahun, setelah itu baru aku merasakan nikmat bangun malam.''

Syeikh Tsabit al-Bunany رضي الله عنه berkata: ''Aku melatih membaca Al-Qur'an selama dua puluh tahun setelah itu baru aku merasakan nikmat membaca Al-Qur'an.''

Syeikh Abu Thurob berkata:
''Jika seseorang bersungguh-sungguh dalam niatnya beramal, maka dapat merasakan nikmat amal itu sebelum mengerjakannya, dan apabila ikhlas dalam melakukannya, maka dia akan merasakan manisnya, itulah amal yang diterima dengan karunia الله.''

Al-Hasan berkata:
''Carilah manisnya amal itu pada tiga hal:
1. Bila kamu telah mendapatkannya, bergembiralah dan teruskan mencapai tujuanmu.
2. Apabila kamu belum mendapatkannya, ketahuilah bahwa pintu masih tertutup.
3. Ketika membaca Qur'an, berdzikir dan ketika bersujud.''

Ada pula yang mengatakan:
''Dan ketika bersedekah dan ketika bangun malam.''
Sejak kapankah engkau merasakan telah mengenal الله? yaitu ketika aku setiap akan berbuat pelanggaran terhadap syariat-Nya dan aku merasa malu kepada-Nya.

Sumber : https://telegram.me/kitabhikam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar