Jumat, 27 Maret 2020

Ruhnya Amal Adalah Ikhlas




الاَعمالُ صوَرٌ قاءمة ٌ وَارواحُها وجودُ سِرِّ الاخلاصِ فيها

"Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang roh [jiwanya], ialah terdapatnya rahasia ikhlas dalam amal perbuatan itu.”

Amal ialah, geraknya badan lahir atau hati. amal itu digambarkan sebagai tubuh /jasad. sedangkan ikhlas itu sebagai ruhnya. yakni., badan tanpa ruh berarti mati. amal lahir atau amal hati itu bisa hidup hanya dengan adanya ikhlas. الله berfirma, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah الله dengan memurnikan ketaatan (ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus” albayyinah 5. “Maka sembahlah الله dengan memurnikan ketaatan (ikhlas) kepada-Nya.” Az-zumar 2.

Imam Hasan Al-Bashari, barkata, “Aku pernah bertanya kepada shahabat Hudzaifah رضي الله عنه. tentang ikhlas, beliau menjawab: Aku pernah bertanya kepada رَسُول الله ﷺ ikhlas itu apa, beliau menjawab: Aku pernah menanyakan tentang ikhlas itu kepada malaikat Jibril عليه السلام dan beliau menjawab: Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada الله Rabbul 'Izzaah, dan IA menjawab: "IKHLAS ialah RAHASIA di antara rahasia-rahasiaKU yang Kutitipkan di hati hambaKU yang Aku cintai."

Ikhlas itu berbeda / bertingkat sesuai dengan perbedaan orang yang beramal.
Keikhlasan orang yang bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan amal perbuatan itu telah bersih dari pada riya' yang nampak ataupun yang tersembunyi, sedang tujuan amal perbuatan mereka selalu hanya pahala yang dijanjikan oleh الله kepada hamba-Nya ,dan supaya diselamatkan dari neraka-Nya.

Keikhlasan orang-orang yang cinta kepada الله, yang beramal hanya karena mengagungkan الله,karena hanya الله dzat yang wajib di Agungkan, tidak karena pahala atau selamat dari siksa neraka. Sayyidah Robi’ah al-‘Adawiyyah bermunajat pada الله: Ya الله, saya beribadah kepadamu bukan karena takut nerakamu, dan juga tidak karena cinta dengan surgamu. 
Perkataan ini masih mengnggap dirinya yang beribadah (mengaku bisa beribadah).
Keikhlasan orang –orang yang sudah Ma’rifat kepada الله. Mereka selalu melihat kepada الله, gerak dan diamnya badan dan hatinya itu semua atas kehendak الله, mereka tidak merasa kalau bisa beramal, kecuali diberi pertolongan oleh الله, tidak sebab daya kekuatan dirinya sendiri.

Sumber: https://telegram.me/kitabhikam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar