Jumat, 27 Maret 2020

Ridho Dengan Pilihan Allah



لاَيَكُنْ تأخُرَ أمَدِ العَطَاءِ معَ الاِلحاحِ فى الدُعاءِموجِباً لِياءسِكَ
فهُوَ ضَمن لكَ الاِجاَبة َ فيماَ يختَاَرُهُ لكَ لا فيمَا تَختاَرُلِنفْسِكَ وَفى الوَقتِ الَّذى يُرِيدُ لافى الوقتِ الذى تـُريدُ

"Janganlah keterlambatan /tertundanya waktu pemberian Tuhan kepadamu, padahal engkau bersungguh-sungguh dalam berdo’a menyebabkan putus harapan, sebab الله telah menjamin dan menerima semua do’a dalam apa yang ia kehendaki untukmu, bukan menurut kehendakmu, dan pada waktu yang ditentukan الله, bukan pada waktu yang engkau tentukan.”

الله telah berjanji akan mengabulkan do’a. sesuai dengan firman-Nya, “Mintalah kamu semua kepada-Ku, Aku akan mengijabah do’amu semua”. dan الله berfirman, "Tuhanmulah yang menjadikan segala yang dikehendaki-Nya dan memilihnya sendiri, tidak ada hak bagi mereka untuk memilih."

Sebaiknya seorang hamba yang tidak mengetahui apa yang akan terjadi mengakui kebodohan dirinya, sehingga tidak memilih sesuatu yang tampak baginya sepintas baik, padahal ia tidak mengetahui bagaimana akibatnya. Karena itu bila Tuhan yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana memilihkan untuknya sesuatu, hendaknya rela dan menerima pilihan Tuhan yang Maha pengasih, Maha mengetahui dan Maha bijaksana. Walaupun pada lahirnya pahit dan menyakitkan rasanya, namun itulah yang terbaik baginya, karena itu bila berdoa, kemudian belum juga terkabulkan keinginannya, janganlah terburu-buru putus asa.

Firman الله: "Dan mungkin jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan mungkin jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. الله mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [QS. al-Baqarah 216].

Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily رضي الله عنه ketika mengartikan ayat ini: ''Sungguh telah diterima do’amu berdua [Musa dan Harun عليهما السلام] yaitu tentang kebinasaan Fir'aun dan tentaranya, maka hendaklah kamu berdua tetap istiqamah [sabar dalam melanjutkan perjuangan dan terus berdo’a], dan jangan mengikuti jejak orang-orang yang tidak mengerti [kekuasaan dan kebijaksanaan الله]." [QS. Yunus 89].

Maka terlaksananya kebinasaan Fir'aun yang berarti setelah diterima do’a Nabi Musa dan Harun alaihimasssalam selama / sesudah 40 tahun lamanya. 
 ﷺ رَسُول الله bersabda: "Pasti akan dikabulkan do’amu selama tidak terburu-buru serta mengatakan, aku telah berdo’a dan tidak diterima." 

Anas  رضي الله عنه berkata: ﷺ رَسُول الله bersabda: "Tidak ada orang berdoa, melainkan pasti diterima oleh الله doanya, atau dihindarkan dari padanya bahaya, atau diampuni sebagian dosanya, selama ia tidak berdoa untuk sesuatu yang berdosa atau untuk memutus silaturrahim. 

  Syeih Abu Abbas al-Mursi ketika ia sakit, datang seseorang membesuknya dan berkata: Semoga الله menyembuhkanmu [عفاك الله]. Abu Abbas terdiam dan tidak menjawab. 
Kemudian orang itu berkata lagi: الله yu'aafika. 

Maka Abu Abbas menjawab: Apakah kamu mengira aku tidak memohon kesehatan kepada الله? Sungguh aku telah memohon kesehatan dan penderitaanku ini termasuk kesehatan, 

ketahuilah ﷺ رَسُول الله memohon kesehatan dan ia berkata: "Selalu bekas makanan khaibar itu terasa olehku, dan kini masa putusnya urat jantungku.'' 

 Abu Bakar as-Siddiq memohon kesehatan dan meninggal terkena racun. 
 Umar bin Khottob memohon kesehatan dan meninggal dalam keadaan terbunuh. 

Usman bin Affan memohon kesehatan dan juga meninggal dalam keadaan terbunuh.
 Ali bin Abi Tholib memohon kesehatan dan juga meninggal dalam keadaan terbunuh. 

Maka bila engkau memohon kesehatan kepada الله, mohonlah menurut apa yang telah ditentukan oleh الله untukmu, maka sebaik-baik seorang hamba ialah yang menyerahkan segala sesuatunya menurut kehendak Tuhannya, dan meyakini bahwa apa yang diberikan Tuhan kepadanya, itulah yang terbaik walaupun tidak sejalan dengan nafsu syahwatnya.

Dan syarat utama diterimanya doa ialah keadaan terpaksa /kesulitan. الله سبحانه وتعالى berfirman: "Bukankah Dia [الله] yang memperkenankan [do’a] orang yang dalam kesulitan apabila dia berdo’a kepada-Nya..." [QS. an-Naml 62].
 Keadaan terpaksa atau kesulitan itu, apabila merasa tidak ada sesuatu yang di harapkan selain semata-mata karunia الله سبحانه وتعالى, tidak ada yang dapat membantu lagi baik dari luar berupa orang dan benda atau dari dalam diri sendiri. 

Sumber : https://telegram.me/kitabhikam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar