Jumat, 27 Maret 2020

Nurut - Tawajjuh (Ibadah)





اِهْتـَدى الرَّاحِلُوْنَ بِأَنْوَارِ التـَّوَجُّهِ والواصِلوْنَ لهُمْ اَنوارُ الموَجَّهةِ ، فاَلاَوَّلُونَ لِلاََنْوَارِ وَهٰــءـولاَءِ الاَنوَارُ لهُمْ لاَنَّهُمْ للهِ لاَ لِشيءٍ دونَهُ قُلِ اللهُ ثـُمَّ ذ َرْهُمْ فى حَوْضِهِمْ يَلْعَبُوْنَ.

"Orang-orang salik [yang mengembara menuju kepada الله] telah mendapat hidayat dengan nur [cahaya] ibadah yang merupakan amalan untuk taqarrub [mendekat] kepada الله, sedang orang-orang yang telah sampai, mereka tertarik oleh nur yang langsung dari Tuhan bukan sebagai hasil ibadah, tetapi semata-mata karunia dan rahmat الله. Maka orang-orang salik menuju ke alam nur, sedangkan yang telah sampai berkecimpung di dalam nur, sebab orang yang telah sampai itu telah bersih dari segala sesuatu selain الله. الله berfirman: "Katakanlah: الله, kemudian biarkan yang lain-lain di dalam kesibukan mereka bermain-main.”

Hakikat tauhid itu bila telah tidak melihat pengaruh-pengaruh sesuatu selain الله, dan inilah yang bernama haqqul-yaqin, dan melihat, merasa adanya pengaruh dari suatu selain الله itu hanya permainan belaka, dan itu bersifat penipuan atau munafik. Katakanlah: الله, yakni jangan menganggap ada sesuatu selain الله yang dapat engkau harap, engkau takuti dan berkuasa, sebab semua harapan kepada sesuatu selain الله adalah syirik, baik yang nampak ataupun yang samar-samar, besar ataupun kecil dalam pengertian syirik hampir tiada berbeda.

Sumber : https://telegram.me/kitabhikam
•══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎══════•
◎ *اللهم اجعلنا من العلماء العاملين المخلصين*◎

Tidak ada komentar:

Posting Komentar