Jumat, 27 Maret 2020

Aneh dan Ajaib




 الْعَجَبُ كُلُّ العًَجَبِ مِمّاَ لاَ انْفِكاَكَ لهُ عَنْهُ وَيَطلُبُ ما لاَ بَقاَءَ لهُ مَعَهُ فاِنـّهَاَ لاَ تَعْمَى الاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعمىَ الْقُلوْبُ الَّتىِ فِى الصُّدُورِ 
 
"Keanehan yang sangat mengherankan [ajaib] terhadap orang yang lari dari الله  yang sangat dibutuhkan, dan tidak dapat lepas dari padanya.  dan berusaha mencari apa yang tidak akan kekal padanya. Sesungguhnya bukan mata kepala yang buta, tetapi yang buta ialah mata hati yang di dalam dada."

Hikmah 45, menceritakan tentang tingkatan makrifat yang dicapai melalui penyaksian mata hati. Makrifat melalui mata hati diperoleh dengan cara bertauhid. Hikmah 46, menggambarkan tentang tauhid yang tertinggi. Tingkatan yang tertinggi itu tidak mudah dicapai. Jalan untuk mencapainya adalah dengan menghapuskan semua jenis syirik, yang lahir dan yang batin/samar. Hikmah 47 hingga 49 menceritakan tentang syirik yang samar, yaitu hati bukan bergantung kepada الله  saja tetapi pada makhluk yang sama, ia juga berharap kepada makhluk, lantaran kurang keyakinannya kepada الله , atau kerana menyangka makhluk bisa melakukan sesuatu yang memberi bekas kepada perjalanan takdir Ilahi. Syirik yang demikian dirumuskan oleh Hikmah 50 ini dengan mengatakan bahawa itu semua terjadi akibat buta mata hati. Sekiranya mata hati dapat melihat tentu dilihatnya bahwa dalam  keadaan apa saja dia tidak terlepas dari qudrat dan Iradat الله سبحانه وتعالى. Dia tidak akan dapat melepaskan dirinya dari الله سبحانه وتعالى. الله  mempunyai segala sifat-sifat iftiqar yang menyebabkan semua makhluk-Nya tidak ada jalan melainkan bergantung kepada-Nya.
Seorang yang melarikan diri dari panggilan Tuhan untuk beribadah semata-mata karena ingin memuaskan hawa nafsu dan syahwatnya, suatu fakta butanya mata hatinya, sebab ia telah mengutamakan bayangan dari pada hakikat, mengutamakan yang sementara dan meninggalkan keabadian, mengutamakan yang dapat binasa dari pada yang tetap kekal untuk selama-lamanya. 

Sumber : https://telegram.me/kitabhikam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar