Minggu, 02 Februari 2020

Kisah Jubah Rasulullah SAW Sembuhkan Orang Buta

Kisah hidup Rasulullah SAW selalu memberikan pelajaran berharga bagi umatnya. Bahkan kisah jubah Rasulullah saja sangat bermakna, terkandung hikmah hidup yang luar biasa.

Satu hari, ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah  Rasulullah SAW.
Setelah mengucapkan salam pengemis itu  berkata: 
“Aku adalah pengemis yang ingin minta sedekah dari Rasulullah,”

Mendengar sapaan permintaan umatnya ini, Rasulullah bersabda kepada istri beliau, yakni Sayyidah Aisyah RA.

“Wahai Aisyah, berikan jubah itu kepada pengemis itu.”

Sayyidah Aisyah kemudian memberikan jubah Nabi kepada pengemis tersebut.

Pemberian Nabi itu membuat pengemis itu sangat gembira. Langsung saja, pengemis itu pergi ke pasar untuk menjualnya.  Di tengah ramainya pasar , pengemis berkata: “Siapa yang mau membeli jubah Rasulullah?”

Mendengar suara lantang pengemis itu, banyak orang berkerumun menyaksikan langsung dan hendak membelinya. Sampai kabar itu terdengar oleh saudagar buta yang kemudian menyuruh budaknya untuk membeli jubah Rasulullah dengan harga berapapun juga.

Saudagar berkata kepada budaknya:
“Jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka,” 

Dengan penuh kesungguhan, akhirnya budak itu mampu mendapatkan jubah Rasulullah dan menyerahkannya kepada tuannya.  Alangkah gembiranya si saudagar buta  itu dengan memegang jubah Rasulullah.

Dengan gemetar saudagar butapun berdoa:
“Dengan haq Rasulullah dan berkat jubah yang suci ini, kembalikanlah penglihatanku ini.”  
maka Dengan ijin Allah, saudagar itu akhirnya sembuh dan bisa kembali melihat dunia nyata ini. Tanpa menunggu apapun, saudagar itu akhirnya datang kepada Rasulullah dan menceritakan semua yang dialami kepada Rasulullah.

“Wahai Rasulullah, penglihatanku sudah kembali dan sekarang aku kembalikan jubah engkau sebagai hadiyah dariku. Terimalah wahai Rasulullah.”

Karena begitu gembira, Rasulullah SAW sampai tertawa hingga tampak gigi gerahamnya.

“Perhatikanlah jubah ini wahai Aisyah, dengan berkahnya, jubah ini telah mengkayakan orang miskin, menyembuhkan orang buta, memerdekakan seorang budak dan sekarang kembali lagi kepada kita.”

Sayyidah Aisyah menyaksikan itu semua dengan penuh khidmat dan senyum bahagia.

Sumber : Adabul-Mufrad Lil-Imam Al-Bukhari” dan juga Imam Suyuthi, Imam Abu Bakar al-Baqilani yang dinukil oleh ulama kharismatik asal Yaman, Habib Umar bin Hafidz dalam salah satu ceramahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar