Minggu, 28 Juli 2019

Jawaban Atas Pertanyaan Salafi

Ilustrasi Salafi - File Tirto
Forum Muslim - Sebagian Salafi mempertanyakan, mengapa orang-orang bermadzhab Syafi'i di Indonesia jarang mengadakan kajian kitab Syarhus-Sunnah karangan Imam al-Muzani, murid terdekat Imam as-Syafi'i? Kemudian Salafi tersebut berasumsi, orang-orang yang mengaku bermadzhab Syafi'i enggan karena mereka lebih memilih akidah Asy'ariyyah dan sufiyah yang meyakini "Allah wujud tanpa tempat dan arah" atau "Allah ada di mana-mana" ketimbang akidah Ahlussunnah yang dijabarkan Imam al-Muzani dalam kitab tersebut, karena beliau tegas menetapkan "ketinggian Allah" dan meyakini "Allah bersemayam di atas arsy".
Jawaban saya:
1. Kitab Syarhus Sunnah penisbatannya kepada Imam al-Muzani masih meragukan, karena dalam sanad riwayat kitabnya terdapat beberapa perawi yang majhul [tidak diketahui biografinya], seperti Syamsuddin Abul Izz Yusuf al-Hakkari, Hasan bin Ali al-Yazuri, dan Ali bin Abdillah al-Halwani.
2. "Allah ada di mana-mana" bukan akidah Ahlussunnah. Sama seperti "Allah bersemayam [bermakna menempati] di atas arsy-Nya" juga bukan akidah Ahlussunnah. Akidah Ahlussunnah adalah "Allah wujud tanpa tempat dan arah" atau "Allah tinggi derajat dan kedudukannya" atau "Allah tinggi [uluw derajat dan kekuasaannya] di atas arsy".
3. Dari pembacaan saya atas kitab Syarhus Sunnah yang sangat ringkas tersebut, yang hanya ditulis dalam beberapa lembar saja, [ditelaah dan ditahqiq oleh Jamal Azzun], tidak ditemukan kalimat yang aneh atau menyelisihi akidah Ahlussunnah Asy'ariyyah atau Maturidiyyah secara umum. Hanya ada beberapa kalimat yang membutuhkan penjelasan atau syarah:
PERTAMA:
Pada pasal pertama, Imam al-Muzani memulai dengan pembahasan:

العلو : العالي [عال] على عرشه
Kalimat ini bukan masalah dalam akidah Ahlussunnah Asy'ariyyah, karena uluw Allah memang terdapat nash-nya. Dan Ahlussunnah telah menyepakati methode tafwidh [serahkan makna yang dikehendaki kepada Allah] dan ta'wil sebagai pilihan manhaj interaksinya dengan mutasyabihat. Ta'wilnya adalah uluw makanah [ketinggian derajat, kekuasan dan kedudukan Allah] bukan uluw jihah atas atau tempat [arah dan tempat atas], karena Allah bersih dari tempat dan arah.
Allah bersih dari tempat adalah ijma' ulama':
واجمعوا على انه لايحويه مكان
"Ulama' Ahlussunnah ijma' bahwa Allah tidak diliputi tempat" [Al-Farq Bainal Firaq]
Allah bersih dari arah adalah akidah salaf:
ولاتحويه الجهات الست
"Allah tidak diliputi arah enam [termasuk atas]" [Akidah Thahawiyah]
Dalam naskah [manuskrip] Syarhus Sunnah yang lain, kata muhaqqiqnya Jamal Azzun, terdapat tambahan berikut:
العالي [عال] على عرشه في مجده بذاته
Lafazh ini populer juga diucapkan oleh Imam Ibn Abi Zaid al-Qairuwani. Tetapi Imam adz-Dzahabi dalam al-Uluw tegas memberikan kritik atas penambahan kalimat tersebut dan menganggap fudhul [tidak semestinya], karena ijma' ulama' tentang tidak bolehnya menambah-nambahi sifat yang datang dari Allah dan Rasul-Nya tanpa tambahan. Selain juga, penambahan tersebut masih meragukan [masykuk fih], karena dalam dua manuskrip yang lain tidak ditemukan.
KEDUA:
Pada pertengahan pembahasan, Imam al-Muzani menyebut:

بائن من خلقه
Ucapan ini memang datang dari sebagian ulama' salaf [tabi'it tabi'in] dan maknanya adalah "Allah tidak masuk ke dalam alam dan alam tidak masuk pada Allah" [al-Asma was Shifat, al-Baihaqi]. Walaupun menisbatkan kalimat "bain" kepada Allah ini sedikit kontroversial, tetapi pengertiannya tidak bersilang dengan akidah Ahlussunnah wal Jama'ah Asy'ariyyah.
4. Isu Imam al-Muzani menentang ilmu kalam. Issu ini sebenarnya berada di luar topik pembahasan kitab Syarhus-Sunnah. Ringkasnya, ilmu kalam ada dua [2], mamduh [terpuji] dan madzmum [tercela]. Ketika disebutkan celaan ulama' salaf terhadap ilmu kalam, maka maksudnya adalah ilmu kalam yang madzmum, karena data sejarah menyebutkan, ulama'-ulama' salaf seperti Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i dan lain-lain juga menggunakan hujjah kalamiyyah. Dan sudah banyak jawaban ulama' Ahlussunnah tentang ini.
Wallahu A'lam

Sumber : Hidayat Nur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini