Minggu, 28 Juli 2019

Che Guavara, Khieu Samphan Dan Pol Pot


Che Guavara

Kita mengenal ke 3 tokoh ini menggegerkan dunia dan tercatat dalam sejarah, terutama sejarah tentang perjuangan perubahan sosial yg mereka inginkan.
Persamaannya adalah mereka adalah orang2 berpaham kiri yang melawan kapitalisme dan borjuisme.
Pemahaman kirinya Che tampaknya lebih kepada pembelaan terhadap kaum tertindas, miskin dan tereksploitir oleh kaum Borjuis dan Kapitalis. Dengan latar belakang Katolik, Che bekerjasama dengan gereja untuk membela mereka.
Setelah perjalanan legendarisnya menyusuri Argentina, Chile, Peru, Kolombia Venezuela dengan sepeda motor, dokter Che tergerak membela kaum tertindas dan miskin. 
Dia agak menyesalkan gereja karena membiarkan kaum-kaum papa tersebut tanpa melawan dengan tegas terhadap penindasnya. Tapi Che tidak memusuhi gereja atau agama.

Che memutuskan untuk melakukan perlawanan bersenjata, dimulai dari Kuba bersama Fidel Castro untuk menumbangkan rezim Batista, dan berhasil.
Che diangkat jadi duta besar Kuba dan sempat berkunjung ke Jakarta bertemu Soekarno.
Tapi rupanya kekuasaan tidak membuatnya nyaman, dia masuk hutan lagi untuk melakukan perlawanan bersenjata melawan penguasa Bolivia. Che tidak melakukan pembantaian terhadap musuh-musuhnya, yang dia utamakan adalah membangkitkan kaum miskin dan tertindas melawan penindasnya.
Che dikaruniai wajah yang rupawan dan simpatik sehingga menjadi idola orang-orang yang ingin melawan penindasan, tidak terbatas pada orang-orang kiri tapi melewati batas-batas ideologi.

Anda berperang dengan elegan dan tidak haus kekuasaan, anda akan dihormati lawan dan kawan.


Khieu Samphan
Khieu Sampan Muda
Khieu Samphan dan Pol Pot adalah pemimpin kiri dari Kamboja.
Dia juga melawan Kapitalisme dan Borjuisme.
Perlawanan bersenjata mereka lakukan.
Setelah mereka berkuasa, mereka haus kekuasaan dan membantai lebih 1 juta rakyatnya yang dianggap menghalangi kekuasaannya.
Sepintas kalau kita lihat wajah Khieu Samphan, terlihat kejam.

Pol Pot
Wajah Pol Pot terlihat sederhana dan lugu serta simpatik yang membuat orang salah duga, apa iya Pol Pot mampu melakukan pembataian rakyatnya.

Sejarah mencatat, mereka mampu membantai rakyatnya.
Anda berperang, haus kekuasaan dan membantai rakyat sendiri, anda tidak akan mendapatkan simpati apapun dari kawan dan musuh, serta sejarah mencatatnya.
---------------------

Sumber : Joserizal jurnalis, relawan medis-bedah MER-C di daerah perang, konflik dan bencana alam.
Pernah One Month Europe Crime against Humanity Campaign.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini