Jumat, 11 Januari 2019

Tuhan, Izinkan Aku Bertamu

Ilustrasi


Oleh: Idris Maulana



Tuhan...Malam ini, hamba mencoba kembali datang bertamu ke rumah-MuSetelah bertahun-tahun hamba melupakan-Mu, karena nafsu duniawiWalau teramat sungkan, dengan rasa malu yang tertahanKuberanikan  diri mengetuk pintu rumah-Mu



Tuhan...Malam ini ku ingin bertamu kerumah-MuKu ingin berbincang dengan-MuKu ingin Engkau dengarkan harapanku



Ya Ghoffar...Ku mohon ampunan-MuJika kedatanganku malam ini benarbenar tidak pantas berada di haribaan-Mu, menghadap-MuDatang dengan maksiat dan kilauan dosaDatang dengan kebejatan dan keingkaranDatang dengan kelalaian dan ke alfaan



Ya Rob...Mungkin kedatanganku malam ini teramat jauh dari kewajaranTapi ya Rob... aku lelah menapaki jalan iniTak pernah kutemukan ketenangan bathinBahagia yang ku dapat hanya sesaatKetenangan yang ku rasa hanya sepintasSemua karena egoku memperturutkan nafsu



Ya Robbul AlbaabMalam ini aku benarbenar ingin bertamu ke rumah-MuSudilah kiranya Engkau buka pintu ampunan atas segala bentuk kelalaiankuAku baru menyadari betapa salah langkah yang kutempuh



Ku yakini Engkau Tuhanku, tapi kunikmati ajakan nafsuKu imani Kitab-Mu, tapi tak kuamalkan isi dan ajaran yg terkandung di dalamnyaKu imanu Nabi-nabi-Mu, tapi kuacuhkan ajakannyaKu imani Malaikat-Mu, tapi tak sedikutpun pernah kupahami tugastugasnya



Ya JaljalaalySelama ini kuturuti ajakan nafsu, tanpa rasa takut ingkar pada-MuSelama ini kubanggakan jerih payahku, tanpa sadar semua itu dari-MuSelama ini kuterlalu kikir dengan harta, tanpa sadar ada hak hamba-Mu yang lain di sana



Ya Rohman...Kini ku sadari betapa sesatnya jalankuKini ku ingin dekat dan selalu berada di sisi-MuMenjadi pelayan-Mu, bukan pelayan nafsu

Menjadi hamba-Mu, bukan pengikut thogut



Ya Rohiym...Sadarkan kesesatanku dengan petunjuk-MuSadarkan kekhilafanku dengan ampunan-Mu



Ya Robbal 'AlamiynKini ku pamit pulangAku malu berlama-lama bertamu di rumah-MuAku pamit tuk menjalani harihari baru dalam hidupkuHarihari di mana kumulai menapakinya dengan petunjuk-Mu



Tuhan....Ku mohon pertimbangkanlah keinginankuAgar aku kembali terlahir sebagai hamba, yang benarbenar hanya mengabdi pada-Mu.



[FM]



Bali, awal Juni 2015



Iskandar Idris, Sekretaris PC GP Ansor Gianyar Bali. Mulai menekuni sastra husunya puisi saat kuliah di PPs IAIN Sunan Ampel. Antologi Puisi Tarian Jemari merupakan buku puisi pertamanya kolaborasi dengan teman-teman Dunia Aksara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini