Rabu, 30 Januari 2019

KH Tholchah Hasan: 3 Penyakit Umat Islam

Prof Dr KH Tholchah Hasan


Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Tholchah Hasan menilai bahwa Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy'ari adalah pemimpin umat yang populis dan moderat. 

Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Islam Malang (Unisma) ini menambahkan, ada tiga penyakit yang menjangkiti umat Islam menurut KH Hasyim Asy'ari, yakni kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan.

"Dan untuk menghadapinya, Hadratussyaikh mencanangkan tiga bidang perjuangan, yaitu  pendidikan, kemandirian; dan persatuan bangsa dan anti penjajahan," katanya.

Kiai Tholchah menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada seminar nasional bertema "Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari, Pemikiran dan Metodologinya" yang diselenggarakan Unisma bekerja sama dengan atase Kementerian Agama Saudi Arabia, Sabtu (30/5), di Malang, Jawa Timur.

"Bidang pendidikan, ia tunjukkan dengan eksistensi Pesantren Tebuireng, kemandirian ia tunjukkan dengan membangun etos kerja para petani dan pedagang. Dan yang terakhir, kemerdekaan dari penjajahan ia tunjukkan dengan kegigihannya dalam perjuangan membela negara," tambahnya lagi.

"Mbah Hasyim wafat pada sekitar jam tiga setelah mendengar berita bahwa Malang berhasil direbut oleh penjajah, pada saat itulah ia hanya bisa berbicara 'Masya Allah…!' dan akhirnya kesehatannya semakin memburuk dan tidak lama kemudian wafat," kisah mantan Menteri Agama era Presiden KH Abdurrahman Wahid ini.

Di hadapan sekitar 200 peserta seminar, Kiai Tolchah mengisi acara bersama 3 narasumber lainnya, yakni KH Ali Mustafa Ya'qub, Imam Masjid Istiqlal Jakarta yang juga salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI); KH Syukron Makmun, ketua organisasi Ittihadul Muballighin dan Pengasuh Pesantren Darur Rohman, serta Syaikh Ibrahim Sulaiman An-Nughaimsyi mewakili atase keagamaan Saudi Arabia.

KH Tolchah Hasan mengharapkan keberhasilan Mbah Hasyim dalam hal kaderisasi pemimpin umat Islam diadopsi pula oleh Unisma, salah satu perguruan tinggi NU di Malang. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib/NU Online)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini