Jumat, 18 Januari 2019

Generasi Akhir Zaman

Ilustrasi

Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita ini sudah ditakdirkan hadir dan terlahir di akhir zaman. Jadi, kita ini adalah generasi akhir zaman.

1400an tahun yang lalu Allah sudah sampaikan bahwa hari kiamat itu sudah dekat. Berarti sekarang sudah semakin dekat. Allah berfirman:

اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Artinya: "Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah. (QS Al Qamar: 1).

Dan dari hadits shahih, dinyatakan bahwa bulan itupun sudah terbelah. Yaitu di priode Makkah Rasululah:

انفلق فلقتين على أبي قبيس وقيقعان آية له صلى الله عليه وسلم وقد سئلها فقال (اشهدوا) رواه الشيخان.

Artinya: "(dan telah terbelah bulan) menjadi dua bagian; yang satu di atas bukit Abu Qubais dan yang lainnya tampak di atas bukit Qaiqa'an; hal itu merupakan mukjizat bagi Nabi saw. yaitu sewaktu orang-orang Quraisy memintanya, lalu Nabi saw. bersabda, "Saksikanlah oleh kalian." (HR Bukhari dan Muslim).

Lalu baginda Rasulullah saw juga telah menyampaikan tanda-tanda akhir zaman. Beliau bersabda:

 لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ – وَهُوَ الْقَتْلُ – حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ الْمَالُ فَيَفِيضَ.

Artinya: "Tidak akan datang hari kiamat sebelum diangkatnya ilmu, banyaknya gempa, dan singkatnya waktu, dan bermunculannya fitnah dan banyaknya kekacauan yaitu pembunuhan. Serta banyaknya harta hingga manusia tenggelam didalamnya. (HR Bukhari dari Abu Hurairah).

Dari hadits di atas, diantara ciri dekatnya hari kiamat adalah hilangnya ilmu. Yaitu dengan banyaknya Ulama yang wafat. Sehingga ilmupun pergi bersama perginya mereka. Indikasi ini sangat dirasakan umat saat ini.

Tanda kedua akan dekatnya hari kiamat dari hadits tersebut adalah banyaknya terjadi gempa bumi. Rasanya sejak gempa aceh 2004 yang lalu, sampai saat ini  gempa bumi sudah sangat sering (kadang serasa rutin) kita rasakan.

Begitu juga indikasi ketiga, yaitu singkatnya waktu. Seolah-olah waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemaren berkeluarga, hari ini sudah mulai bercucu. Rasanya baru kemaren mulai kuliah, sekarang sudah wisuda saja. Pagi begitu cepat berpindah ke siang. Dan siangpun begitu cepat berubah malam. Rasulullah saw menyatakan:

لا تقوم الساعة حتّى يتقارب الزمان فتكون السنة كالشهر والشهر كالجمعة والجمعة كاليوم واليوم كالسعة والسعة كالضرمة من النار.

Artinya: "Tidak akan terjadinya kiamat sampai dimana waktu terasa begitu singkat. Satu tahun rasanya seperti satu bulan, satu bulan rasanya seperti sekali jumat, sekali jumat tak ubahnya seperti satu hari, satu hari rasanya seperti satu jam. Dan satu jam layaknya  termakannya kayu oleh api". (HR Ahmad, dishahihkan Albani).

Adapun indikasi berikutnya, yaitu fitnah dan ujian, sudah begitu banyak datang mendera manusia. Minimpa badan dan pisik, harta benda, bahkan menimpa perasaan dan nama baik manusia.

Begitu juga pembunuhan. Tiap hari selalu ada dan terjadi. Bila kita membaca koran atau melihat berita di televisi, kejadian pembunuhan sepertinya telah menjadi berita harian.

Karenanya, bisa dipastikan kita adalah generasi akhir zaman. Dan istilah itu sangat cocok untuk kita. Kalau ada istilah generasi jaman now, sebenarnya itu bisa dipakai untuk semua generasi. Sebab, saat mereka hidup, semuanya lagi "now".

Kenapa perlu penekanan terkait generasi akhir zaman? Karena akhir zaman ini penuh fitnah, penuh ujian, bahkan bencana. Begitu banyak terjadi peristiwa yang berakibat "pergi" tiba-tiba atau "mati" mendadak.

Oleh karena itu, menjadi urgen bagi kita sebagai muslim yang hidup diakhir zaman ini, untuk memperjelas dan mempertegas identitas dan jati dirinya. Dimanapun kita berada, apapun aktifitas yang kita lakukannya, kita harus memastikan diri kita sebagai seorang muslim (yang benar). Bila maut datang tiba-tiba, kita dalam kondisi yang paling baik.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS Ali Imran: 102).

Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini