Minggu, 02 Desember 2018

PENCETUS NAMA “NAHDLATUL ULAMA” KH. MAS ALWI BIN ABDUL AZIZ SURABAYA


Dalam beberapa kesempatan, ketika kita tanyakan, “Siapa pencetus nama Nahdlatul Ulama?” maka biasanya serentak menjawab, “Hadlrotussyaikh Hasyim Asy’arie”.

Memang benar bahwa nama NU tidak akan kita kenal saat ini apabila tidak direstui oleh beliau. Namun, pencetus awalnya adalah Guru Mulia KH Mas Alwi Bin Abdul Aziz Surabaya, salah satu dzuriyah Kanjeng Sunan Ampel.

Awalnya, Hadlrotussyaikh yang memimpin rapat para Ulama waktu itu menyerahkan kepada peserta yang hadir. Apa nama Jam’iyah Muslimin yang akan didirikan? Yang pertama mengusulkan nama adalah Guru Mulia KH Abdul Hamid Maskumambang Gresik, dengan memberi nama “Nuhudlul Ulama”.

Argumen yang dipakai Guru Mulia adalah Jam’iyatul Muslimin yang akan dibuat merupakan sebuah bentuk gerakan persiapan guna kebangkitan para Ulama. Dan Nuhudlul Ulama mewadahi pergerakan tersebut.

Dengan sangat apik, usulan ini diapresiasi dan dipertegas oleh Guru Mulia KH Mas Alwi Bin Abdul Aziz Surabaya. Guru Mulia berargumen bahwa sebenarnya kebangkitan para Ulama sudah terjadi jauh hari sebelum Komite Hijaz digelorakan.

Hanya saja, sifatnya belum terorganisir, belum masif dan belum serentak. Juga masih banyak Ulama yang sekedar berkecimpung dalam pondok pesantrennya saja atau mengurusi permasalahan lokal saja. Belum berfikir secara menyeluruh bersatu padu dalam satu gerakan.

Karena itu, Jam’iyatul Muslimin yang akan dibentuk sebaiknya bernama “Nahdlatul Ulama”. Sehingga mewadahi semua Ulama dan mengajak bangkit , mengajak bersatu kepada Ulama yang belum bergabung dengan gerakan ini.

Dengan demikian, Nahdlatul Ulama mengandung makna tersirat sebagai sebuah gerakan serentak ulama yang terkoordinasi dan gerakan bersama-sama yang terorganisasi dengan rapi dan teratur.

Allahu akbar. Semua Kyai yang hadir pada masa itu langsung secara aklamasi menyetujui cetusan ini. Maka dengan demikian, dengan direstui oleh Hadlrotussyaikh Hasyim Asy’arie berdirilah Jam’iyah Muslimin dengan nama Nahdlatul Ulama.

Menurut versi Mbah Wali Gus Dur, mengapa Hadlrotussyaikh sangat menyukai nama Nahdlatul Ulama? Jawabannya ialah karena kakek Mbah Wali tersebut sering mengutip maqolah dari Syekh Ibnu Athoilah As Sakandari:

“La tashhab man la YUNHIDLUka haluhu wa la yadulluka ‘alallahi maqaluhu (Janganlah kamu bersahabat (berteman akrab) dengan orang yang perilakunya tidak membangkitkan dan menunjukkanmu kepada Gusti Allah)”

Kata, “ yunhidlu” yang bisa diterjemahkan “membangkitkan” inilah yang dimaksud oleh Mbah Wali Gus Dur dalam kutipan Hadlrotussyaikh. 

Ila hadlroti ruhi Guru Mulia KH Mas Alwi Bin Abdul Aziz wa zawjatihi wa dzurriyatihi wa furu’ihi wa silsilatihi wa muridihi wa muhibbihi syai-un lillahi lana walahum Al Fatihah ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini