Jumat, 14 Desember 2018

La Nyala dan Keislaman Prabowo

La Nyala dan Keislaman Prabowo 

Catatan Naniek S. Deyang.

La Nyala mengatakan kalau Prabowo menang  di Madura dia akan potong leher.  Hal itu sdh diucapkannya dua kali. Yg pertama sesaat sebelum Jembatan Surabaya -Madura digratiskan dan ngomong lagi kemarin setelah bertemu Kyai Ma'ruf Amien.

Utk urusan Potong Leher, saya tertawa. Apakah Anda percaya La Nyala benar orang yg beragama? Di  agama mana yg mengajarkan manusia bisa memastikan sesuatu yg belum terjadi ?? Di Agama mana dan kitab apa yg membolehkan  siapapun bertaruh atas sebuah peristiwa yg belum terjadi? 

Dalam hal ini La Nyala sdh menempatkan dirinya sama dengan Tuhan , dimana ia bisa melihat apa yg belum terjadi. Lagi pula tanyalah  sama orang Madura seberapa kenal  mereka dengan La Nyala?

Kemudian dia bicara soal kespiritualan Prabowo dan mengatakan tau persis bagaimana Pak Prabowo  dalam beragama Islam. Sy cuman mau mengatakan, waoooow atau oh ya??????.

Saya lima tahun terakhir hampir tiap hari mengenal dng baik Pak PS , atau minimal mengetahui aktivitas beliau. Dalam lima tahun ini saya melihat hanya sekali dia ( La Nyala) bertemu Pak PS jelang Pilkada akhir tahun 2017 di Hambalang. Selebihnya saya mendengar dia  sebelumnya sekali bertemu Pak PS di rumah Kartanegara.  Itupun tadinya Pak PS sebenarnya ogah menemui.

Dan ujungnya  seperti Anda tau kan? Ngamuk habis-habisan karena Pak PS menolak memberi rekom Partai Gerindra utk dia Nyagub di Jawa Timur.

Oh ya jelang Pilpres 2014 dia pernah bertemu Pak PS juga. Jadi artinya apa? Bagaimana orang yg bertemu Pak  PS hanya sebagai tamu dan itu hanya beberapa kali dalam sekian tahun kemudian  mengaku mengetahui secara detail kespiritualan Pak  Prabowo????? Lalu utk meyakinkan menantang Prabowo mjd Imam shalat? 

Mohon maaf teman -teman, sy tidak perlu sampaikan seperti apa kespiritualan Pak Prabowo secara detail, tapi saya hanya mau  mengatakan  bahwa Prabowo 1000 kali lebih beriman dari yg menantang menjadi imam shalat.

Prabowo 1000 kali lebih jujur dan lebih punya hati nurani dari yg sekedar mempertaruhkan  lehernya. 

Dimana La Nyala berada saat  30 tahun laku Islam  mulai dipinggirkan?  Bagaima peran Prabowo  dalam membela Islam  saat itu ? Tanyalah Kyai Roshid  juga para Kyai dan Habib yg seangkatan Kyai Roshid. Jadi jangan bertanya orang yg mengenal Pak Prabowo sambil lalu apalagi yg baru  bertemu beberapa kali.

Dan saat  mungkin La Nyala masih pakai cancut, Prabowo yg berusia 17 tahun sudah nekat akan pergi ke Palestina utk menjadi relawan. Tanyalah cerita ini pada kawan karib Prabowo,  Habib Maher Algadri! 

Jadi mari kita lupakah orang yg berteriak -teriak seolah mengerti siapa itu Prabowo dan keimanan Prabowo.

Pak Prabowo tdk perlu pamer menjadi seorang Imam Shalat, kalau di ranselnya sejak  mjd tentara  selalu terselip Al'Quran dan sajadah setiap kali beliau turun perang. Dari siapa Prabowo peroleh Al'Quran dan  sajadah yg jadi pelindungnya di setiap medan pertempuran tersebut? Jenderal Wismoyo Arismunandar KSAD kala itu.


*Yuuk Kita Tunggu ya ada yang mau Potong leher Nih*


*#2019 Kita Sambut Pemimpin Baru*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini