Kamis, 13 Desember 2018

Energi positif Yasinan dan sholawat.

ilustrasi
September 2015 saya kena penyakit tipes dan harus dirawat di RS selama 5 hari. Keluar dari RS, badan saya lemah dan berbagai penyakit yg tak pernah saya alami muncul berturut2. 
Mulai dari sakit maag (mungkin karena kebanyakan obat sewaktu di RS), vertigo, lalu sakit sendi tulang. Semua sendi sakit berturut2. Jalanpun harus pegangan dinding. Banyak yg gak percaya klw saya sakit sampai segitunya. Kata orang, kemana aja nyampe, kok bisa sakit sampe segitunya. 
Seorang pengontrak yg istrinya sakit seperti saya, malah lebih dulu dan lebih lama tinggal di RS, minta izin untuk bikin pengajian selama seminggu. Ya silahkan saja. 
Selama yasinan itu saya cuma mendengar saja dari rumah dan berbaring saja karena lemah dan lemas tak berdaya. 
Esok paginya, saya bangun dgn gembira, sehat dan lebih kuat dari hari sebelumnya. Seminggu tetangga yasinan, badan saya makin kuat. Meski tetap butuh waktu untuk kembali ke stamina semula. 
Energi doa mereka yg yasinan demikian kuat sehingga bisa menyembuhkan kami berdua. 
Tentu saja dengan dibantu upaya medis juga. Jadi saya pun yakin energi doa dari reuni 212 akan mampu mengeluarkan energi negatif negara dan bangsa ini. Tentu harus dibantu dgn upaya hukum dan politik. Sekelompok orang saja energi doanya sudah lumayan, apalagi energi doa dari jutaan orang?
Itu sebabnya, saya ikut 411 dan 212. Karena saya dan keluarga besar saya cinta NKRI.
Raeuni 212 sudah berlalu tetapi energinya sudah dan sedang bekerja. Satu persatu kebusukan yg menggerogoti negara ini keluar. Mari terus berdoa dan berusaha agar Indonesia menjadi semakin positif. (FM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini