Jumat, 06 April 2018

Prabu Jayabaya, Futurolog Asli Jawa Dari Abad Ke-12

Ilustrasi Prabu Jayabaya



Jauh sebelum para futurolog (ahli meramalkan kondisi dimasa yang akan datang) dari barat banyak menuliskan prediksi-prediksi ilmiahnya dalam bentuk buku, sesungguhnya berabad-abad lampau di tanah leluhur kita ini ada seorang futurolog yang sangat visoner. Kemampuannya memprediksi keadaan tanah Jawa bahkan jauh melampaui masanya, hingga saat ini banyak ramalannya yang ternyata TERBUKTI benar dan jadi kenyataan. Dialah sang Jayabaya. 

Maharaja Jayabaya adalah raja Kadiri (Kediri) yang memerintah sekitar tahun 1135 - 1157, yang pada masanya dianggap sebagai masa kejayaan Kediri. Dialah raja Kediri yang berhasil mengalahkan Jenggala kemudian mempersatukannya dengan Kediri. 

Dalam kesusateraan Jawa, beliau dikenal sebagai Prabu Jayabaya. Konon, beliau pernah berguru pada seorang ulama dan dari gurunya itulah Prabu Jayabaya mendapatkan gambaran tentang keadaan pulau Jawa. 

Gambaran "masa depan" Jawa (dan Nusantara pada umumnya) itulah yang kemudian dikenal sebagai "ramalan Jayabaya" atau Jangka Jayabaya.
Ramalannya itu ditulis dalam kitab Asrar (Musarar) sekitar 5 abad kemudian.

Prediksi Jayabaya itu dituangkan dalam syair-syair, seperti susunan pantun. Namun meskipun "ramalan"nya ditulis dalam bentuk karya sastra (bukan kajian Ilmiah) tak ada yang menganggapnya fiksi belaka, tak ada yang menghujat Jayabaya sebagai seorang raja yang PESIMIS, menebarkan rasa takut dan khawatir berlebihan, apalagi menuduhnya NGAWUR. 

Beruntunglah Prabu Jayabaya, beliau memerintah di abad ke-12 bukan abad ke-21. Kalau saja di abad ke-21, mungkin beliau sudah dihujat setiap hari, dinyinyirin,  bahkan dianggap pengkhayal gila, pujangga penebar pesimisme.

Prediksinya tentang Jawa dan Nusantara memang sarat dengan "pesimisme" (jika hendak dimaknai begitu). Sebab banyak menceritakan bakal datangnya masa-masa suram, bencana alam melanda, orang "makan" orang, dll. 
Mulai dari modernisasi alat transportasi, modernisasi pasar, gaya hidup materialistis dan prinsip hedonisme, hingga fenomena 'global warming',  semua ada dalam ramalan Jayabaya.

Bahkan beliau meramalkan "Jawa akan tenggelam" serta memprediksi dengan sangat tepat kedatangan bangsa penjajah sekian abad kemudian, yang ternyata terbukti benar.

Jayabaya meramalkan akan datangnya "bangsa berkulit pucat yang membawa tongkat, yang bisa membunuh dari jauh serta bangsa berkulit kuning datang dari utara.
Bangsa berkulit pucat itu adalah Belanda, yang datang membawa bedil/senapan (senapan tempo  doeloe bentuknya seperti tongkat, panjang) yang bisa dipakai menembak dari jarak jauh.
Setelah Belanda, datanglah bangsa Jepang (berkulit kuning) yang secara geografis posisinya terletak di utara Nusantara.
Bangsa berkulit kuning dan bertubuh pendek (jaman dulu orang Jepang rata-rata tidak tinggi) itu akan berkuasa hanya seumur jagung saja, namun membawa kesengsaraan karena kekejamannya.
Dan benarlah, kekuasaan Jepang di Indonesia hanya 3,5 tahun (umur jagung 3,5 bulanan). 

Adakah kala itu yang mengatakan ramalan Jayabaya itu PESIMISME?!
Apalagi ketika kini sudah terbukti, saya yakin tak ada yang berani meremehkan prediksi Jayabaya. 

Berikut beberapa bait ramalan Jayabaya, yang layak untuk direnungkan kebenaran dan relevansinya dengan kondisi "jaman NOW", 9 abad pasca ramalan itu dibuat. 

*** *** ***

Tentang MODERNISASI ALAT TRANSPORTASI, fenomena supermarket dan ONLINE SHOPPING :

*_Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran_ (Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda)*, faktanya saat ini sudah banyak mobil yang mampu "berlari" lebih cepat dari kuda

*_Tanah Jawa kalungan wesi_ (Pulau Jawa berkalung besi)*, faktanya pulau Jawa sudah dikelilingi rel kereta api dari besi (melingkar dari jalur utara dan selatan)

*_Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang_ (Perahu berjalan di angkasa)*, faktanya sudah ada kapal (pesawat) yang bisa terbang

*_Kali ilang kedhunge_ (Sungai kehilangan sumber mata air)*, dimaknai sebagai "manusia kehilangan sumber kebenaran".

*_Pasar ilang kumandhang_ (Pasar kehilangan suara)*, faktanya : marak supermarket dimana antara penjual dan pembeli tak ada lagi tawar menawar, sehingga tak ada lagi suara riuh khas pasar. Apalagi sekarang sudah ada online shop yang membuat transaksi jual-beli semakin sunyi.

Tentang FENOMENA SERBA TERBALIKNYA NORMA

*_Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak_ (Itulah pertanda jaman Jayabaya telah dekat)*, dimaknai sebagai jaman ke-JAYA-an sekaligus jaman penuh marabahaya (BAYA).

*_Bumi saya suwe saya mengkeret_ (Bumi semakin lama semakin mengkerut)*, faktanya bumi terasa makin sempit, area hunian makin tak tersedia.

*_Sekilan bumi dipajeki_ (Sejengkal tanah dikenakan pajak)*, faktanya benar ada pajak bumi dan bangunan, sekecil apapun tanah hak milik anda.

*_Wong wadon nganggo pakeyan lanang_ (Wanita berpakaian lelaki)*.
*_Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman_ (Itulah pertanda orang akan mengalami terbolak-baliknya jaman)*.

*_Akeh janji ora ditetepi_ (Banyak janji tidak ditepati)*.
*_Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe_ (Banyak orang berani melanggar sumpahnya sendiri)*.
*_Manungsa padha seneng nyalah_ (Orang-orang suka saling melempar kesalahan)*.
*_Ora ngendahake hukum Hyang Widhi_ (Tak peduli akan hukum Hyang Widhi)*.

*_Barang jahat diangkat-angkat_ (Yang jahat dijunjung-junjung)*.
*_Barang suci dibenci_ (Yang suci justru dibenci)*.

Tentang FENOMENA MATERIALISME DAN HEDONISME

*_Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit_ (Banyak orang hanya mementingkan uang)*.
*_Lali kamanungsan_ (Lupa akan rasa kemanusiaan)*.
*_Lali kabecikan_ (Lupa hikmah kebaikan)*.
*_Lali sanak lali kadang_ (Lupa sanak lupa saudara)*.

*_Akeh bapa lali anak_ (Banyak ayah lupa akan anaknya)*.
*_Akeh anak wani nglawan ibu_ (Banyak anak berani melawan ibu)*.
*_Nantang bapa_ (Menantang ayah)*.
*_Sedulur padha cidra_ (Sesaudara saling berkhianat)*.
*_Kulawarga padha curiga_ (Keluarga saling curiga)*.
*_Kanca dadi mungsuh_ (Kawan menjadi lawan)*.
*_Akeh manungsa lali asale_ (Banyak orang lupa asal-usulnya)*.

Tentang DAMPAK PENGUASA YANG DZHOLIM

*_Ukuman Ratu ora adil_ (Hukuman akibat Raja/penguasa yang tidak adil)*
*_Akeh pangkat sing jahat lan ganjil_ (Banyak pejabat yang jahat dan aneh perilakunya)*.
*_Akeh kelakuan sing ganjil_ (Banyak ulah/tabiat yang ganjil)*.
*_Wong apik-apik padha kapencil_ (Orang baik-baik justru tersisih)*.

*_Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin_ (Banyak orang yang bekerja halal justru merasa malu)*.
*_Luwih utama ngapusi_ (Lebih mengutamakan membohongi/menipu)*.
*_Wegah nyambut gawe_ (Malas bekerja)*
*_Kepingin urip mewah_ (Inginnya hidup mewah)*.
*_Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka_ (Mengumbar nafsu angkara murka, memupuk/membesarkan kedurhakaan)*.

*_Wong bener thenger-thenger_  (Orang yang benar termangu-mangu)*.
*_Wong salah bungah_ (Orang yang bersalah bergembira)*.
*_Wong apik ditampik-tampik_  (Orang baik ditolak/dipinggirkan)*.
*_Wong jahat munggah pangkat_ (Orang yang jahat naik pangkat)*.

*_Wong agung kasinggung_ (Orang mulia dilecehkan)* (note : bandingkan dengan fenomena ulama dilecehkan dan dibully) 
*_Wong ala kapuja_  (Orang yang jahat dipuja-puji)*.

Bait-bait selanjutnya tentang kaum wanita yang kehilangan rasa malunya, kaum pria yang kehilangan jiwa kepemimpinan.
Banyak laki-laki tak mau beristri (homoseks??) 
Banyak perempuan yang tak setia pada suaminya. 
Banyak ibu yang "menjual" anaknya.
Banyak perempuan yang "menjual" dirinya.
Banyak orang bergonta-ganti pasangan.
Semua fenomena itu sudah disebutkan dalam ramalan Jayabaya. 
Pesimiskah sang Prabu Jayabaya?! Atau hendak memberikan nasihat dan peringatan agar waspada?! 

Bait berikutnya memprediksi tentang banyaknya orang berdagang ilmu (melacurkan intelektualitasnya)
Orang mengaku suci, tapi palsu belaka.
Banyak tipu muslihat.

Bahkan tentang GLOBAL WARMING :
*_Akeh udan salah mangsa_ (Banyak hujan salah musim)*.
Ini menggambarkan bergesernya musim. 

Juga tentang FENOMENA MENINGGALKAN AGAMA :

*_Agama akeh sing nantang_ (Agama banyak yang menentang)*.
*_Prikamanungsan saya ilang_ (Perikemanusiaan semakin hilang)*.
*_Omah suci dibenci_ (Rumah ibadah dijauhi)*.
*_Omah ala saya dipuja_ (Rumah maksiat makin dipuja)*.

*_Wong wadon lacur ing ngendi-endi_ (Perempuan lacur dimana-mana)*.
*_Akeh laknat_ (Banyak kutukan)*.

*_Akeh pengkianat_ (Banyak pengkhianat)*.
*_Anak mangan bapak_ (Anak makan bapak)*.
*_Sedulur mangan sedulur_ (Saudara makan saudara)*.
*_Kanca dadi mungsuh_ (Kawan menjadi lawan)*.

*_Guru disatru_ (Guru dimusuhi)*. (note : sangat sesuai dengan kondisi saat ini dimana banyak guru dianiaya dan dikriminalisasi)
*_Tangga padha curiga_ (Tetangga saling curiga)*.
*_Kana-kene saya angkara murka_ (Disana-sini angkara murka semakin menjadi-jadi)*.

Sang Prabu Jayabaya juga meramalkan tentang "PEPERANGAN" :

*_Besuk yen ana peperangan_ (Kelak jika terjadi peperangan)*.
*_Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor_ (Datang dari timur, barat, selatan, dan utara)*.
*_Akeh wong becik saya sengsara_ (Banyak orang baik makin sengsara)*.
*_Wong jahat saya seneng_ (Sedang orang yang jahat makin bahagia)*.

*_Wong salah dianggep bener_ (Orang salah dianggap benar)*.
*_Pengkhianat nikmat_ (Pengkhianat nikmat)*.
*_Durjana saya sempurna_ (Durjana makin sempurna)*.
*_Wong jahat munggah pangkat_  (Orang jahat naik pangkat)*.

*_Wong lugu kebelenggu_ (Orang yang lugu terbelenggu)*.
*_Wong mulya dikunjara_ (Orang yang mulia dipenjara)*.
Hmmm...,  jadi teringat "kriminalisasi" terhadap ulama.

*_Sing curang garang_ (Yang curang berkuasa)*.
*_Sing jujur kojur_ (Yang jujur sengsara)*.

Bait-bait berikutnya tentang KESULITAN EKONOMI. 
Pedagang banyak yang tenggelam/collaps, penjudi banyak merajalela.
Banyak barang haram.
Banyak barang terbuang-buang/mubazir.
Banyak orang lapar dan telanjang.

Saat itu kondisi orang mencari sesuap nasi ibarat orang yang  kebingungan.
*_Wong golek pangan kaya gabah diinteri_ (Orang mencari makan ibarat gabah ditampi/diayak dan diputar-putar)*.
*_Sing ngawur makmur_ (Yang ngawur justru makmur)*.
*_Sing ngati-ati ngrintih_ (Yang berhati-hati malah merintih)*.
*_Sing ngedan keduman_ (Yang main gila akan kebagian)*.
*_Sing waras nggagas_ (Yang akalnya sehat akan berpikir)*.
*_Wong tani ditaleni_ (Orang bertani/petani diikat)*.
Sampai disini saya berpikir dan bertanya-tanya : apakah ini bisa dimaknai para petani yang tak berdaya, terjepit, terbelenggu,  karena ...??

*Wong dora ura-ura_ (Orang yang bohong berdendang)*.
*_Ratu ora netepi janji, musna panguwasane_ (Raja/penguasa yang ingkar janji akan hilang wibawanya)*.

Beberapa bait saya lewati, tentang betapapun  banyak uang digenggam, namun hidup tak bahagia. Dagangan semakin laris namun uangnya semakin ludes. 
Berikutnya ...

*_Ana peperangan ing njero_ (Terjadi perang di dalam)*. Maksudnya konflik internal. 
*_Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham_ (Terjadi karena para pembesar banyak salah paham)* 

Disaat itulah kejahatan makin merajalela.
Penjahat makin banyak.
Orang baik makin sengsara.
Orang yang benar makin tertegun.
Orang yang salah makin bersorak sorai.

Banyak harta hilang entah ke mana
Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.

*_Bejane sing lali, bejane sing eling_ (Beruntunglah yang lupa, beruntunglah yang ingat)*.
*_Nanging sauntung-untunge sing lali_ (Tapi betapapun beruntungnya orang yang lupa)*.
*_Isih untung sing waspada_ (Masih lebih beruntung yang waspada)*.

*_Sing sawenang-wenang rumangsa menang_ (Yang sewenang-wenang merasa menang)*.
*_Sing ngalah rumangsa kabeh salah_ (Yang mengalah merasa serba salah)*.

*_Ana Bupati saka wong sing asor imane_ (Ada raja/pemimpin berasal dari orang yang rendah imannya)*.
*_Patihe kepala judhi_ (Maha menterinya bandar judi)*.

*_Wong sing atine suci dibenci_ (orang yang berhati suci dibenci)*.
*_Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat_ (orang yang jahat dan pandai menjilat makin mendapat kedudukan)*.

*_Angkara murka ngombro-ombro_ (Angkara murka menjadi-jadi)*.
*_Agama ditantang_ (Agama ditantang)*.
*_Akeh wong angkara murka_ (Banyak orang angkara murka)*.
*_Nggedhekake duraka_ (Membesar-besarkan kedurhakaan)*.

*_Ukum agama dilanggar_ (Hukum agama dilanggar)*.
*_Prikamanungsan di-iles-iles_ (Perikemanusiaan diinjak-injak)*.
*_Kasusilan ditinggal_ (Kesusilaan diabaikan)*
*_Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi_ (Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi)*.

*_Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka_ (Lambat-laun kelak datanglah terbolak-baliknya jaman)*.

Pada bait-bait akhir ramalan Jayabaya juga memprediksi akan datangnya bencana alam. 
Banjir bandang dimana-mana dan gunung meletus.

Pesimiskah Prabu Jayabaya?! 
Tidak! 
Beliau hanya sedang memberi peringatan,  agar kita waspada akan datangnya masa itu. Hanya orang-orang yang berhati bersih, berpikiran jernih, yang bisa menangkap PESAN MORAL dibalik bait-bait syair Prabu Jayabaya. 

Mari kita renungkan "peringatan" ini. Sebab, dari syair-syair yang tersurat banyak kebenaran yang tersirat. Sampai 9 abad kemudian, ramalan itu ternyata banyak benarnya. 

*** *** ***
NOTE :
Sebagian tulisan ini (terutama bait-baot ramalan Jayabaya)  diambil dari Wikipedia,  ditambah dengan opini dan pertanyaan saya pribadi. (FM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini