Minggu, 22 April 2018

Astaghfirullah



Astaghfirullah,
hanya itulah kata yang aku panjatkan kepadaMu,
ketika menelusuri hari,
ketika hampir saja kedua kakiku tak mampu lagi tegak berdiri.

Astaghfirullah,
aku limbung,
bersusah payah mensujudiMu,
ketika hatiku terjebak di persimpangan jalan,
antara tunduk kepadaMu,
atau menuruti hawa nafsuku sendiri.

Kaulah Tuhanku,
yang maha pengasih dan penyayang,
kaulah permata hatiku,
menerangi jalan dari gelapnya kehidupan.

Astaghfirullah,
jangan kau cabut nikmatMu dari hati dan jiwaku,
jazad ini berduka lara menuju keridhaanMu.

Hanya iman yang kumiliki,
dan amal yang sedikit sekali.

Astaghfirullah,
berharap ampunan dariMu
Melumuri hati ini dengan balutan doa,
melangkah ke haribaanMu dengan cinta,
meninggalkan kekasih dunia dengan segenggam rindu,
jangan Kau jadikan harapan ini menjadi tangisan perih,
karena rindu yang tak pernah terobati.

Astaghfirullah,
akankah namaku terpatri dalam RidhoMu,
meluruhkan dosa dan cela yang bertumpuk,
melelehkan kebekuan iman sedingin salju,
Ya Allah,
tuntunlah tanganku mengarungi bahteraMu.
aku ini kecil.
lemah dan tersisih

Copyright ©2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini