Selasa, 03 April 2018

APAKAH IBU SUKMAWATI SUKARNO PUTRI TAHU PERAN SANG AYAH, BUNG KARNO DALAM PENDIRIAN MASJID: BAITUR RAHIM, ISTIQLAL, DAN DI KOMPLEK SENAYAN?

Sukmawati
Masih tentang Bung Karno

APAKAH IBU SUKMAWATI SUKARNO PUTRI TAHU PERAN SANG AYAH, BUNG KARNO DALAM PENDIRIAN MASJID: BAITUR RAHIM, ISTIQLAL, DAN DI KOMPLEK SENAYAN? 

Kata Bung Karno: "Saya ini seorang Islam yang kebetulan menjadi Presiden Republik Indonesia. Sebagai orang Islam adalah menjadi hak saya mendirikan masjid di halaman kediaman saya yaitu Istana Merdeka. Dulu ada seorang Gubernur Jenderal Belanda bernama (kalau tidak salah ingat) bernama Idenburg. Dia seorang pemeluk Kristen. Dia mendirikan sebuah gereja di Istana Bogor kediamannya. Apa salahnya saya mendirikan Baiturrahim di dekat Istana Merdeka kediaman saya?"

..."Kalau saya mati padahal monas belum selesai, orang tidak akan menyelesaikan. Sebaliknya jika masjid Istiqlal yang belum selesai, orang sepeninggal saya pasti menyelesaikannya. Itu sebabnya Monas saya dahulukan..."

"Heee, kau tahu, tempat di mana Masjid Istiqlal itu didirikan, itu dulu tempat apa? bertanya Bung Karno. "Sepanjang yang saya (kyai Saifuddin Zuhri, pen.) ketahui dari sejarah, itu dulu bekas benteng VOC, saya jawab. Bung Karno mencibirkan bibirnya lalu katanya: "Dulu-dulunya adalah sebuah masjid. VOC menghancurkan masjid itu untuk didirikan sebuah benteng. Itu sebabnya di mukanya didirikan sebuah Katedral. Nah, bekas benteng VOC itu kini saya gempur untuk saya dirikan masjid. Paling besar, paling megah, paling kampiun di seluruh Asia Tenggara.

...Ketika pada suatu hari Bung Karno dan beberapa menteri hendak memberi nama kompleks olah raga di Senayan. Sesudah berdebat mencari nama yang dianggap tepat, lalu diputsukan nama "Pusat Olah raga Bung Karno". ... Saya (Kyai Saifuddin Zuhri, pen.) memberanikan diri dengan kritik: "Nama Pusat Olah Raga Bung Karno itu kedengarannya statis, tidak dinamis, tidak sesuai dengan tujuan olah raga yang kita maksud!"...Namakan saja "Gelanggang Olah Raga Bung Karno atau disingkat Gelora Bung Karno!" "Waah itu nama hebat. Aku setuju yang lain-lain juga setuju. 

Bung Karno segera memerintahkan Menteri Dalam Negeri Dr. Sumarno mengganti "Pusat Olah Raga Bung Karno" dengan "Gelanggang Olah Raga Bung Karno". Ada usul lagi?" 

"Dalam kompleks Gelanggang Olah Raga Bung Karno itu sebaiknya ada sebuah masjid". (Kata kyai Saifuddin Zuhri, pen.). Bung karno pun memerintahkan Maladi dan Sumarno untuk merencakan pendirian masjid.

Sumber: K.H. Saifuddin Zuhri, Kaleidoskop Politik di Indonesia, Jilid 2, Gunung Agung, Jakarta, 1981, 32-34

Dari komentar Kang Nurman Kholis
Sumber : Facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini