Jumat, 16 Maret 2018

Catatan Hamka

senang juga saya ternyata ada teman saya paham bahwa saya bukan membicarakan puisi yang melodramatik dan ekstravagans 

alasan kenapa tidak semua orang saat ini bisa membuat puisi yang bersifat universal adalah karena kesalahpahaman tentang fungsi puisi bahwa puisi sekedar permainan kata-kata saja,

bangsa Arab masa jahiliyah sangat benci kebohongan,
karena mereka tahu bahwa kebohongan itu sangat merusak hati, dan hati yang rusak tidak akan bisa memberikan kekuatan untuk merangkai kata-kata yang beradab tinggi.

tapi kita hidup dimana bahasa disalahgunakan, 
oleh poli-tikus untuk memikat rakyat,
oleh para pecinta palsu untuk merayu pasangannya
dan mengabaikan kerusakan yang disebabkan oleh bahasa pada hati kita.

hati yang demikian tidak mungkin bisa memberikan cahaya.

mungkin saya tidak akan bisa menandingi puisi-puisi zaman dulu, tapi saya tahu bahwa langkah pertama untuk bisa memahami karya puisi itu adalah dengan kedisiplinan untuk menjaga hati saya hanya semata untuk Allah.

dan saya yakin jalan itu akan dibukakan oleh-Nya

"Biarkanlah saya menyebut apa yang terasa,
Kemudian tuan bebas memberi saya nama
dengan apa yang tuan sukai,
Saya adalah pemberi maaf,
dan perangai saya adalah mudah, tidak sulit.
Cuma rasa hati sanubari itu
tidaklah dapat saya menjualnya.
Katakanlah kepadaku, demi Tuhan.
Adakah rasa hati sanubari itu bisa dijual?"

(HAMKA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini