Sabtu, 20 Januari 2018

Khutbah Ikhtitam Habib Luthfi Bin Yahya dalam Penutupan Muktamar JATMAN ke-12

Forum Muslim ~ Tahun 2018-2019 adalah tahun politik, thariqah yang berada di bawah naungan JATMAN harus mempersiapkan diri menjadi teladan-teladan peredam dan pengkondusif bangsa dan ummat. Sehingga paling tidak kita menjadi satu contoh cermin untuk ketenangan dan ketentraman penduduk Indonesia. 

Karena Bangsa ini ingin kesejukan dan ketenangan, maka sudah menjadi kewajiban kita berpartisipasi –bukan dalam hal politik-, tapi dalam kondusif, menenangkan dan mensupport agar masyarakat tenteram dan tenang. Dari ketentraman itu akan melahirkan ekonomi yang baik, thalabul ilmi yang baik, ibadah yang baik dan yang lain juga baik. Jangan sampai jam'iyyah thariqah terkena imbas dan gelombang tahun politik tersebut.

Terpilihnya menjadi Rais Aam bukan suatu kebanggaan, tetapi ini amanat dari ulama-ulama yang mendapat fadhal dari Allah Swt. menjadi waratsatul anbiya'. Untuk itu mohon didoakan agar diberi kekuatan lahir dan batin sehingga bisa menjadi orang-orang yang diterima oleh Allah Swt. dalam hal amal dan ilmu. Sehingga menjadi percontohan yang selalu dibimbing al-fuyudhah wa al-madad oleh para mursyid kita yang kesemuanya tidak terlepas saling terkait.

Semua thariqah silsilahnya terkait. Syadziliyah terkait dengan Qadiriyah, Syathariyah pun punya sanad yang masuk ke Syadziliyah, Alawiyah terkait kakak-adik dengan Syadziliyah walaupun ke bawahnya sedikit berbeda sanad namun ke atasnya sanad muaranya menjadi satu. Itu baru jalur di tengahnya saja, semua menjadi satu, belum ke Rasulullah-nya Saw.

Seperti Syaikh Abil Hasan asy-Syadzili mengambil thariqah dari Syaikh Abi Madyan al-Maghrabi dari Syaikh Abdurrahman al-Atthari al-Maghrabi dari Sulthanul Auliya wal Arifin Sayyidi Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Thariqah Syattariyah ada yang masuk jalur Syaikh Abil Hasan Ali asy-Syadzili, Thariqah Samaniyah ada yang masuk jalur Sulthanul Auliya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Maka penganut thariqah satu sama lain sangat terkait erat. Jika ada oknum pengamal thariqah yang memecah belah, berarti belum mampu mengamalkan apa yang diajarkan oleh para guru dan mursyidunya.

Alhamdulillah sepanjang ini thariqah di Indonesia menjadi percontohan dalam hal kesatuan ini. Di luar negeri kecemburuan sosial sangat mencolok. Tapi yang mulai dirintis Kiai Mushlih Mranggen dan sesepuh terdahulu bisa mempersatukan 41 Thariqah al-Mu'tabarah. Dan satu thariqah mempunyai banyak cabang, seluruh dunia mencapai 300 cabang thariqah.

Saya (Habib Luthfi Bin Yahya) diminta untuk mempersatukan jam'iyah thariqah di seluruh dunia. Maka saya sudah memuwasyarahkan dengan para muktamirin dari luar negeri, insyaAllah bulan Maret akhir akan mengumpulkan thariqah seluruh dunia menjadi Muktamar Aam Thariqah se-Dunia. Rencananya akan diadakan di Jakarta atau Pekalongan, sehingga Jakarta, Indonesia menjadi muara thariqah seluruh dunia yang bersumber di Indonesia. (Disampaikan oleh: Maulana Habib M. Luthfi Bin Yahya, Pekalongan 18 Januari 2018/ pustaka Muhibbin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini